Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Washiatul Mustofa Imam Sya’rani

2. Menjauhkan diri dari prasangka yang tidak baik, karena Allah berfirman:

“Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa.” (Q.S.

Al-Hujurat: 12).

Di samping ayat tersebut, Nabi saw. juga bersabda:

“Jauhilah berprasangka, karena prasangka itu sejelekjelek perkataan.”

3. Menjauhkan diri dari menghina orang lain, karena Allah berfirman:

“Janganlah suatu kaum menghina kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka yang (dihina itu)

lebih baik dari mereka (yang menghina).” (Q.S. Al-Hujurat: 11).

4. Memejamkan mata dari segala hal yang diharamkan oleh Allah, karena Allah berfirman:

“Katakanlah kepada orang-orang yang beriman (supaya) mereka memejamkan mata mereka.”

(Q.S. An-Nur: 30).

5. Berkata benar, karena Allah berfirman:

” Apabila kamu berkata, maka hendaklah adil (benar).” (Q.S. Al-An’am: 182).

6. Ingat akan nikmat Allah yang dikaruniakan kepadanya, supaya tidak timbul rasa sombong dalam dirinya, karena Allah berfirman:

“Bahkan (sebenarnya) Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu pada keimanan, Jika kamu orang-orang yang benar.” (Q.S. Al-Hujurat: 17).

7. Membelanjakan hartanya dalam kebenaran dan tidak membelanjakannya dalam kebatilan, karena Allah berfirman:

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (Q.S. Al- furqan: 67).

8. Tidak bertindak sewenang-wenang dan sombong, karena Allah berfirman:

”Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan

berbuat kerusakan di (muka) bumi.” (Q.S. Al-Qashash: 83).

9. Menjaga waktu salat yang lima, termasuk rukuk dan sujudnya, karena Allah berfirman:

” Peliharalah waktu salat(mu), dan (peliharalah) salat Wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam

salatmu) dengan khusyuk.” (Q.S. al-Baqarah: 238).

10. Berpegang teguh pada sunah dan jamaah kaum muslimin, karena Allah berfirman:

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu, agar kamu bertakwa.” (O.S. Al-An’am: 153).

2. Orang yang Tidak Wara’ itu Lebih Baik Mati

Hai, Ali, orang yang tidak mau menjauhi perbuatanperbuatan maksiat itu lebih baik mati daripada hidup di permukaan bumi, karena hati orang itu tidak ada imannya.

3. Pangkal Wara’

Hai, Ali, pangkal wara” adalah meninggalkan barang haram dan hal-hal yang diharamkan oleh

Allah swt. Dan pangkal kemuliaan adalah meninggalkan kemaksiatan.

4. Nilai Akhlak yang Baik

Hai, Ali, sesungguhnya setiap orang itu dapat mencapai derajat orang yang berpuasa, yang aktif berjuang (perang) membela agama Allah dengan akhlak (bertingkah dan bertutur kata) yang baik.

Hai, Ali, jadilah engkau orang yang selalu bermuka manis, berseri-seri, sebab Allah swt. itu menyukai orang-orang yang berseri-seri wajahnya dan membenci orang-orang yang bermuka masam, cemberut dan galak.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker