Syarat membaca Al Fatihah yang ketiga adalah memperhatikan huruf-hurufnya.
Apabila tidak terbaca satu huruf dari surat Al Fatihah, walaupun huruf hamzah, seperti ayat “an-‘amta” maka wajib baginya mengulangi kata tersebut dan yang setelahnya, selama jaraknya belum jauh atau selama belum ruku’. Sehingga, bila telah ruku’ … maka shalatnya batal.
Syarat Al Fatihah yang keempat adalah memperhatikan tasydid yang ada dalam surat Al Fatihah, yaitu dengan tidak dibaca biasa dari huruf tasydidnya.
Apabila tidak dibaca tasydidnya . . .maka bacaan lafadz tersebut dianggap batal.
Namun, bila membaca suatu huruf dengan tasydid sedangkan huruf itu tidak ada tasydidnya .. . maka hal itu tidak membatalkan shalatnya ataupun bacaannya, kecuali jika mengubah makna, maka hanya membatalkan bacaannya saja, baik disengaja dan tahu atau tidak, dan | akan membatalkan shalatnya jika tahu dan disengaja. |
Diam yang lama adalah diam yang melebihi dari diam untuk bernafas, sedangkan diam yang pendek adalah yang sebaliknya.
Syarat membaca Al Fatihah yang kelima adalah tidak diam ketika membacanya dengan diam yang lama secara mutlak -baik niat memutuskan bacaan atau tidakatau diam yang pendek dengan maksud memutuskan bacaan.
Pembahasan yang disebut dalam masalah diam yang lama, jika disengaja dan tanpa udzur, namun bila tidak disengaja atau untuk mengingat ayat yang selanjutnya atau karena gagap… maka hal itu masih diperbolehkan.
Syarat membaca Al Fatihah yang keenam adalah membaca seluruh ayat-ayatnya yang termasuk di antaranya -dan diantara semua Surat Al Qur’an kecuali surat At Taubahadalah basmalah.
Sedangkan surat At Taubah … maka haram dibaca di awalnya dan makruh dibaca di pertengahannya menurut Ibnu Hajar, dan menurut Ramli makruh di awalnya dan sunnah di pertengahannya. Dan sunnah membaca basmalah di pertengahan surat selain At Taubah menurut kesepakatan ulama, itulah yang dikatakan Ba “Asyan.
Dalam kitab “Bughyatul Mustarsyidiin” disebutkan :
“Para ulama berbeda pendapat tentang sunnah membaca basmalah di pertengahan surat, sedangkan yang dilakukan oleh salaf kita yang kita temui dari para ahli figih : mereka tidak mengucapkan basmalah kecuali di awal surat saja. Itulah yang tepat.”
Syarat membaca Al Fatihah yang ketujuh adalah tidak salah dalam membaca Al Fatihah hingga mengubah makna atau menghapus maknanya.
Termasuk mengubah makna adalah membaca huruf ta’ dengan dhommah atau kasrah dalam ayat : “an-‘amta”.
Dan termasuk menghapus makna adalah mengganti huruf mim yang kedua dengan huruf nun pada kata : “mustaqiim”, sehingga dibaca : “mustaqiin”.
Syarat membaca Al Fatihah yang kedelapan adalah membaca Al Fatihah dalam keadaan berdiri, jika shalat yang dikerjakan itu shalat fardhu dan mampu berdiri, namun jika tidak mampu berdiri… maka dibaca dalam keadaan semampunya yang merupakan pengganti berdiri. Dan telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya.
Syarat membaca Al Fatihah yang kesembilan adalah memperdengarkan pada dirinya seluruh huruf-huruf bacaan Al Fatihah, jika tidak ada penghalang seperti tuli atau suara gaduh, namun jika ada penghalang maka diangkat suaranya hingga sekiranya tidak ada penghalang niscaya ia dapat mendengarnya.
Syarat membaca Al Fatihah yang kesepuluh adalah tidak diselingi antara lafadz-lafadznya dengan ucapan yang tidak ada kepentingannya dalam shalat, jika disengaja dan tahu.
Namun bila lupa atau tidak tahu hukumnya maka tidaklah berpengaruh. Begitu pula bila ucapan tersebut ada kepentingannya di dalam shalat, maka masih diperbolehkan adanya ucapan tersebut.
Telah dijelaskan pembahasan tentang ucapan yang ada kepentingannya dalam shalat pada penjelasan syarat yang kedua.
Pasal ini meliputi pembahasan tentang jumlah tasydid yang ada dalam surat Al Fatihah, yaitu ada 14 tasydid, dan telah disebutkan huruf-huruf yang ada tasydidnya. Itu sudah cukup dhahir, tidak perlu adanya penjelasan.









Minta pdfnya min
Dengan adanya kitab terjemah ini, Alhamdulillah saya bisa membaca kitab para ulama…
Jasa yang sangat luar biasa bagi admin yang menyediakan kitab terjemahan ini, banyak kitab yang sudah diterjemahkan dan gratis.
Saya mohon lanjutkan terus membagikan terjemah kitabnya agar siapapun bisa membaca kitab ulama.
Karena kendala orang saat ini adalah ingin mengambil ilmu dari sebuah kitab tapi tidak paham bahasa arab dan cara membacanya.