Fiqh

Terjemahan Kitab Nailur Roja

Kata (janazah/jinazah) dalam bahasa Arab berarti : nama bagi mayit yang ada dalam keranda, sedangkan (jinazah) berarti : nama bagi keranda yang terdapat mayit di dalamnya. Bagian yang menjadi bagunan pokok shalat jenazah ada tujuh rukun.

Rukun pertama shalat jenazah adalah niat, yaitu dengan menyatakan alah satu niat berikut ini :

Artinya : “Saya berniat shalat atas mayit ini fardhu kifayah.”

Artinya : “Saya berniat shalat atas siapa yang dishalatkan oleh imam fardhu.”

Artinya : “Saya berniat shalat atas siapapun yang hadir dari mayit kaum muslimin fardhu kifayah.”

Harus ada niat fardhu, walaupun orang yang shalat jenazah itu adalah wanita dan anak yang belum baligh. Dan tidak wajib niat fardhu itu dikaitkan dengan kifayah.

Rukun kedua shalat jenazah adalah empat kali takbir, termasuk yang pertama adalah takbiratul ihram.

Tidak berpengaruh jika takbir lebih dari empat kali, walaupur ja mengetahui hukumnya dan sengaja serta menganggapnya sebaga! yukun. Benar, jika meyakini batalnya shalat dengan adanya tambahar takbir karena tidak mengetahui hukumnya, maka hal itu berpengaruh dan membatalkan shalatnya.

Rukun ketiga shalat jenazah adalah berdiri bagi yang mampu, baik laki-laki atau anak kecil, atau banci atau wanita yang ikut shalat bersama laki-laki. Apabila tidak mampu berdiri… maka perinciannya telah disebutkan pada masalah berdiri dalam rukun shalat.

Rukun keempat shalat jenazah adalah membaca Al Fatihah setelah mengucapkan salah satu takbir, walaupun setelah takbir tambahan. Utamanya dijadikan setelah takbiratul ihram.

Apabila membaca Al Fatihah diakhirkan di selain yang pertama, maka bacaan Al Fatihah boleh didahulukan atau diakhirkan setelah dzikir yang seharusnya dibaca setelah takbir tersebut.

Apabila tidak mampu membaca Al Fatihah . . . maka dapat digantikan dengan yang lain sebagaimana dibahas pada rukun shalat.

Rukun kelima shalat jenazah adalah membaca shalawat atas Nabi saw dan diwajibkan setelah takbir kedua. Bacaan shalawat yang paling pendek adalah :

Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Muhammad.”

Bacaan shalawat yang paling sempurna adalah :

Artinya : “Ya Allah! Limpahkanlah shalawat atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad, sebagaimana telah Engkau beri shalawat atas Sayyidina Ibrahim dan keluarga Sayyidina Ibrahim. Dan limpahkanlah keberkahan atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi keberkahan atas Sayyidina Ibrahim dan keluarga Sayyidina Ibrahim. Di seluruh alam semesta Engkaulah yang Maha Terpuji dan Maha Mulia”.

Disunnahkan membaca hamdalah sebelumnya, dan do’a bagi kaum mukminin setelahnya, begitu pula menggabungkan salam dengan shalawat tersebut menurut sebagian ulama.

Rukun keenam shalat jenazah adalah membaca do’a bagi mayit khususnya dan wajib dibaca setelah takbir ketiga. Bacaan do’a yang paling pendek adalah suatu bacaan yang disebut sebagai do’a, seperti :

Artinya : “Ya Allah, rahmatilah dia.”

Apabila mayit adalah bayi, maka do’anya seperti do’a orang dewasa menurut Ibnu Hajar, sehingga sesuai pendapatnya tidak cukup membaca do’a yang dikhususkan bagi anak kecil yang akan disebutkan nanti do’anya. Tetapi Ramli menyatakan cukup dengan do’a tersebut.

Bacaan do’a yang sempurna yang dapat dibaca bagi mayit dewasa dan anak-anak, yaitu :

Artinya : “Ya Allah, ampunilah orang-orang yang hidup dan mati di antara kami, orang-orang yang ada dan gaib di antara kami, orang-orang yang kecil dan dewasa di antara kami, laki-laki dan wanita di antara kami. Ya Allah, siapapun yang Engkau hidupkan di antara kami maka hidupkanlah dalam keadaan Islam, dan siapapun yang Engkau matikan di antara kami maka matikanlah dalam keadaan iman. Ya Allah, jangan Engkau haramkan kami pahalanya dan Jangan Engkau sesatkan kami sepeninggalnya.”

Dan setelah itu membaca do’a berikut bila yang meninggal adalah Orang dewasa :

Artinya : “Ya Allah, ini adalah hamba-Mu, dan anak dari hamba-Mu, keluar dari wewangian dan luasnya dunia menuju kegelapan kubur dan segala sesuatu yang akan dihadapinya sedangkan pencintanya dan orang-orang yang dicintainya berada di dunia. Dulu dia bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Engkau semata, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan bahwa Muhammad adalah hamba-Mu dan utusan-Mu. Dan Engkau lebih mengetahui keadaannya dari kami. Ya Allah, sesungguhnya dia singgah menemui-Mu dan Engkau adalah sebaik-baik tempat singgah. Ia dalam keadaan agir dan membutuhkan rahmat-Mu, dan Engkau tidak butuh untuk mengadzabnya. Kami telah datang mengharap kepada-Mu agar memberi syafaat kepadanya. Ya Allah, jika dia tergolong orang yang baik, maka tambahkan kebaikan baginya, dan jika dia tergolong orang yang buruk, maka hapuskanlah keburukannya. Pertemukanlah dia dan keridhoan-Mu dengan rahmat-Mu, jagalah ia dari fitnah kubur dan siksanya. Lapangkanlah kuburnya dan jauhkan bumi ini dari sesi tubuhnya, berikanlah keamanan dari adzab-Mu dengan rahmatMu hingga Engkau bangkitkan ia dalam keadaan aman menuju surga-Mu, dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.”

Itulah do’a yang dikumpulkan oleh Imam Syafi’i ra dari berbagai riwayat hadits, dan para ulama menganggapnya baik. Ibnu Hajar berkata :

“Dalam riwayat Mulim terdapat do’a yang panjang dari Nabi saw, dan tampaknya itu adalah do’a yang paling utama, yaitu :

Artinya: “YaAllah, ampunilahdia, berikanlah rahmat dan keselamatan baginya dan maafkanlah dia, muliakanlah kedudukannya, lapangkanlah tempat masuknya, basuhlah ia dengan air, salju dan embun, bersihkanlah dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau bersihkan baju putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik dari tempat tinggalnya di dunia, juga keluarga yang lebih baik dari keluarga yang ia tinggalkan, juga pasangan yang lebih baik dari pasangan semasa di dunia, masukkanlah surga, lindungilah dari siksa kubur dan fitnahnya serta dari siksa api neraka”.

Beliau berkata : “Secara dhahir, bahwa yang dimaksudkan dengan penggantian keluarga dan istri adalah penggantian sifat bukan dzat.”

Dan bila mayit itu adalah anak kecil yang kedua orang tuanya muslim, maka hendaklah membaca do’a berikut :

Artinya : “Ya Allah, jadikanlah ia sebagai pahala yang didahulukan bagi kedua ora ng luanya, peninggalan, simpanan, nasihat, pelajaran dan pemberi syafaat bagi keduanya, beratkanlah timbangan amal keduanya, limpahkanlah kesabaran pada hati keduanya, janganlah Engkau beri fitnah kepada keduanya sepeninggalnya dan jangan Engkau haramkan pahalanya bagi keduanya.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58Laman berikutnya
Show More

Related Articles

3 Comments

  1. Dengan adanya kitab terjemah ini, Alhamdulillah saya bisa membaca kitab para ulama…
    Jasa yang sangat luar biasa bagi admin yang menyediakan kitab terjemahan ini, banyak kitab yang sudah diterjemahkan dan gratis.

    Saya mohon lanjutkan terus membagikan terjemah kitabnya agar siapapun bisa membaca kitab ulama.
    Karena kendala orang saat ini adalah ingin mengambil ilmu dari sebuah kitab tapi tidak paham bahasa arab dan cara membacanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker