Fiqh

Terjemahan Kitab Nailur Roja

* Makna (shalawat) adalah kasih sayang, kemudian jika shalawat itu dari Allah maka berupa rahmat, atau jika dari malaikat maka berupa istighfar, atau jika dari manusia maka berupa munajat dan do’a.

* Makna (salam) adalah penghormatan.

* Makna (sayyid) adalah pemimpin kaumnya atau orang yang banyak pengikut atau tentaranya, atau orang yang menjadi rujukan manusia ketika mereka mengalami kesulitan atau orang yang mempunyai sifat santun sehingga marahnya tidak membuat orang menjauhinya. Semua kriteria itu telah terkumpul pada Nabi Muhammad saw.

* Makna (Muhammad), dasarnya kata itu diungkapkan bagi orang yang banyak dipuji oleh manusia, karena terdapat pada dirinya banyak sifat-sifat yang terpuji. Sedangkan dalam hal ini, menunjukkan nama bagi junjungan kita dan nabi kita tercinta -shalawat dan salam baginya.

* (al-khaatim) -dengan lafadz ism faa-‘il-, berarti penyempurna, maknanya adalah penyempurna seluruh nabi, maka tidak ada nabi setelahnya. Boleh pula dibaca dengan difathahkan huruf ta’ nya, sebagaimana itulah yang biasa dibaca : (al-khaatam), yaitu seperti cincin yang berarti penghias.

* (an-nabiyyuun) merupakan lafadz jama’ dari kata nabi, yang artinya adalah seorang manusia, merdeka, laki-laki, terbebas dari segala sesuatu yang membuat orang lari darinya secara tabi’at dan dari kehinaan ayahnya atau kejahatan ibunya, yang mendapatkan wahyu berupa syari’at namun tidak diperintah untuk menyampaikannya.

Bila diperintah menyampaikannya maka termasuk nabi dan rasul. Maksud dari kata-kata : segala sesuatu yang membuat orang lari darinya secara tabiat, seperti lepra, belang, bukan termasuk sakit panas dan sebagainya.

Maksud dari kata-kata : kehinaan ayahnya adalah seperti ayahnya seorang tukang bekam atau tukang sampah (karena pekerjaan tersebut berkaiatan dengan najis dan kotor). Sedangkan kejahatan ibunya adalah perbuatan keji dan zina yang dilakukan.

Makna shalawat dan salam adalah semoga Allah merahmati Sayyiduna Muhammad, penyempurna para nabi, dengan rahmat yang diiringi dengan pengagungan dan penghormatan.

Imam Rafi’i rhm berkata : “Makna shalawat dan salam adalah Allah mengagungkan Nabi Muhammad di dunia dengan meninggikan sebutannya dan melanggengkan syari’atnya. Sedangkan di akhirat dengan pemberian syafa’at bagi umatnya, menggandakan pahalanya dan menunjukkan keutamaanya bagi seluruh makhluk melalui kedudukannya yang terpuji dan didahulukan atas seluruh mukminin.”

Beliau juga mengatakan : “Ini adalah perkara dari berbagai macam kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepada Nabi saw, namun semua kenikmatan tersebut mempunyai tingkatan-tingkatan yang dapat ditambahkan oleh Allah berkat do’a dari orang-orang yang bershalawat kepadanya.”

* Makna (aalihi) yaitu keluarga Nabi saw adalah mereka orangorang yang beriman dari bani Hasyim dan bani Muththalib. Itulah pendapat Imam Syafi’i ra.

* Makna (shahbihi) yaitu sahabat Nabi saw adalah mereka yang berkumpul dengan Nabi saw di bumi, beriman kepadanya dalam keadaan beliau saw masih hidup dan setelah diutus sebagai nabi. Ketahuilah, lafadz (shahb) merupakan lafadz jama’ dari kata (shaahib) yang secara bahasa artinya adalah orang yang di antara dirimu dengannya terdepat keterkaitan. Sedangkan secara istilah artinya adalah pengikut orang lain yang menempuh jalannya, seperti ash-haab Syafi’i ra yang berarti pengikutnya.

Tetapi yang dimaksud disini adalah sahabat Nabi saw sebagaimana yang kamu ketahui. Jumlah sahabat Nabi saw di hari wafatnya adalah 124.000 orang. Itulah pendapat Abu Zur’ah, namun pendapat tersebut dipermasalahkan oleh Zein Al Iragiy. Sedangkan Imam Rafi’i menjelaskan bahwa jumlah sahabat sebanyak 60.000 orang.

Sahabat yang terakhir kali meninggal adalah Abu Thufail Amir bin Waar-ilah Al Laitsy. Beliau ra meninggal di tahun ke seratus hijriyah.

Mereka semua, para sahabat, adalah orang yang baik dan terpercaya. Sahabat yang paling utama adalah sepuluh orang yang mendapat kabar gembira berupa surga, yaitu : Abubakar, Umar, Utsman, Ali, Sa’d bin Abi Waggas, Sa’id bin Zaid, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin “Awwam, Abu Ubaidah bin Jarrah dan Abdurrahman bin Auf.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58Laman berikutnya
Show More

Related Articles

3 Comments

  1. Dengan adanya kitab terjemah ini, Alhamdulillah saya bisa membaca kitab para ulama…
    Jasa yang sangat luar biasa bagi admin yang menyediakan kitab terjemahan ini, banyak kitab yang sudah diterjemahkan dan gratis.

    Saya mohon lanjutkan terus membagikan terjemah kitabnya agar siapapun bisa membaca kitab ulama.
    Karena kendala orang saat ini adalah ingin mengambil ilmu dari sebuah kitab tapi tidak paham bahasa arab dan cara membacanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker