DO’A BULAN SYA’BAN
Hari-hari di bulan Sya’ban secara keseluruhan dan khususnya malam nisfu Sya’ban (malam pertengahan bulan Sya’ban) adalah merupakan waktu yang tepat serta kesempatan yang baik untuk bersegera dalam melakukan berbagai macam amal kebaikan, serta berlomba-lomba mencari jalan untuk melakukan amal tersebut. Karena bulan Sya’ban adalah waktu yang penuh keutamaan dan barokah, yang mana sudah sayogyanya bagi setiap mukmin untuk memperbanyak amal kebaikan di dalamnya.
Do’a adalah merupakan pintu yang agung untuk meraih kebahagiaan, do’a juga merupakan kunci untuk dikabulkannya hajat, penenang bagi orang-orang yang berada dalam kesusahan, jalan keluar yang tepat bagi orang-orang yang sangat sedang dililit berbagai problem, serta perkara yang dapat menghilangkan kesusahan orang-orang yang dihimpit kesulitan.
Allah SWT telah memerintahkan kita untuk senantiasa berdo’a. Allah SWT berfirman:
“Berdo’alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.”
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
‘Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”
Rasulullah SAW sendiri telah memberikan beberapa kabar gembira bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah SWT untuk dapat berdo’a kepada-Nya.
– Orang tersebut tergolong orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barang siapa diantara kalian yang dibukakan oleh Allah SWT pintu do’a, niscaya akan dibukakan pula baginya pintu rahmat. Dan tidaklah Allah SWT dimintai sesuatu (yang lebih Ia sukai) daripada ketika Allah SWT dimintai kesehatan.” (H.R. Tirmidzi dan Hakim)
– Akan mendapat perlindungan dari Allah SWT dan penjagaan secara khusus yang mana penjagaan tersebut ibarat sebuah senjata yang dapat ia gunakan untuk memerangi musuh dan menghindarkan dirinya dari bahaya. Rasulullah SAW bersabda:
“Do’a merupakan senjata bagi seorang mukmin, tiang agama dan cahaya yang menerangi langit dan bumi.” (H.R. Hakim, ia berkata: Sanadnya shahih)
Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya meriwayatkan sebuah hadits yang juga dikuatkan oleh imam al-Hakim, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah pernah kalian meremehkan do’a, karena sesungguhnya orang-orang yang serintasa bendo’a tidak akan mendapatkan kesusahan. “(H.R Ibnu Hibban di kitab shahihnya dan Hakim)
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Bukankah aku telah menunjukkan kepada kalian perkara yang dapat menyelamatkan kalian dari musuh-musuh kalian dan memperbanyak rizqi kalian? Berdo’alah kepada Allah SWT di waktu siang dan malam hari karena sesungguhnya do’a merupakan senjata bagi seorang mukmin.”
– Do’anya pasti akan dikabulkan oleh Allah SWT dan keseriusannya akan diterima oleh-Nya. Rasulullah SAW. bersabda:
“Sesungguhnya Allah SWT adalah Dzat yang Pemalu dan Pemurah, Dia merasa malu jika ada hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (seraya meminta-minta kepada-Nya) sedangkan Allah SWT mengembalikan kedua tangannya itu hampa dan penuh penyesalan.” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi. Ia mengatakan: hadits hasan. Juga diriwayatkan Ibnu Majah, Ibnu Hiban dalam kitab shahihnya dan diriwayatkan oleh Hakim, ia mengatakan: hadits di atas shahih menurut syarat Bukhori dan Muslim)
“Sesungguhnya Allah SWT Deat yang Maha Pengasih dan Pemurah. Ia merasa malu kepada hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya sedangkan Dia tidak meletakkan kebaikan di atas kedua tangannya.” (H.R. Hakim, ia berkata: sanadnya shahih)
Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan tentang tata cara Allah dalam mengabulkan do’a para hamba-Nya, bahwa semua tata cara yang dilakukan Allah itu mengandung kebaikan bagi orang yang berdo’a. Namun kadang-kadang kebaikan itu dapat dirasakan seketika atau kelak di kemudian hari, baik disadari atau tidak.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada seorang muslim yang berdo’a dengan do’a yang di dalamnya tidak ada perkara yang mengandung dosa dan memutuskan tali shilaturrahim, kecuali Allah SWT akan memberikan baginya salah satu diantara tiga perkara: ada kalanya Allah SWT akan segera mengabulkan do’anya. Atau Allah SWT akan menjadikan do’anya sebagai simpanan baginya kelak di akhirat. Dan ada kalanya Allah akan menghindarkannya dari perkara buruk. Lalu para sahabat berkata: “Kalau begitu kami akan memperbanyaknya (berdo’a). Rasulullah SAW pun menjawab : “Allah memiliki lebih banyak (dari apa yang kalian minta)” (H.R. Ahmad, Bazar, Abu Ya’la dengan beberapa sanad yang jayyid, juga Imam Hakim, ia berkata : Sanadnya shahih)









One Comment