BEBERAPA ATSAR TENTANG MALAM NISFU SYA’BAN
Diantaranya adalah sebuah atsar yang diriwayatkan dari Nauf aI-Bakali: “Sesungguhnya Sayyidina Ali RA sering keluar pada malam nisfu Sya’ban seraya megarahkan pandanganya ke arah langit dan berkata: “Sesungguhnya di malam ini tidak ada do’a yang tidak dikabulkan, tidak seorangpun yang memohon ampunan kecuali akan diampuni selama dia tidak termasuk golongan pemungut pajak, ahli sihir, ahli Sya’ir’, dukun tukang ramal, polisi, pengumpul pajak, pemain kendang dan tanborin. Wahai Tuhan Nabi Dawud ampunilah orang yang memanggil-manggilmu dan minta ampun kepadamu di malam ini.”
Diceritakan dari Sa’id Bin Mansur dalam kitab “Sunan”, bahwa “Atho’ bin Yasar berkata:
“Tidak ada malam yang lebih mulia setelah malam lailatul godar selain malam nisfu Sya’ban. (pada malam itu) Allah turun ke langit dunia mengampuni semua hamba-Nya kecuali orang musyrik, orang yang saling bermusuhan dan orang yang memutuskan tali bersaudaraan”.
Hadist dan Atsar di atas menunjukkan disunahkannya bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam nisfu Sya’ban baik dengan membaca al-Qur’an, dzikir atau berdo’a untuk mendapatkan rahmat Allah SWT, sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh at-Thobroni dan lainnya:
“Dalam setiap masa Allah memiliki hembusan rahmat yang akan dibagikan kepada kalian, maka sambutlah rahmat itu. Semoga di antara kalian ada yang mendapatkannya sehingga dia tidak akan celaka selama-lamanya.”
Betapa indahnya ungkapan sebagian orang-orang yang mulia:
“Bangunlah disaat malam nisfu Sya’ban dan perbanyaklah melakukan shalat, karena kemulyaan bulan Sya ‘ban adalah terdapat pada malam separuhnya”.
“Betapa banyak pemuda yang meras aman di saat malam nisfu Sya’ban merasa aman, padahal kematiannya sudah ditulis pada lampiran catatan”.
“Maka, bergagaslah melakukan kebaikan sebelum ia habis. hatihatilah jangan sampai kematian menyerang pada bulan itu, yang bisa menyulitkan upaya berbuat baik tadi”.
“Puasalah karena Allah di siang harinya dan berharaplah pahalanya agar engkau mendapatkan belas kasihan-Nya disaat engkau diterpa kesulitan”
Motivasi Nabi Atas Malam Nisfu Sya’ban
Nabi SAW memerintahkan untuk bersungguh-sungguh dalam meraih berkah dan beramal shalih pada malam nisfu Sya’ban, Diriwayatkan dari sayidina Ali RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Ketika dalang malam nisfu Sya’ban maka beribadahlah pada malam harinya dan puasalah di siang harinya, karena sesungguhnya Allah (pada malam itu) turun ke langit dunia sejak terbenamnya matahari seraya berfirman: “adakah orang yang memohon ampunan, niscaya Aku aku akan mengampuninya. Adakah orang yang meminta rizki, niscaya Aku akan member rizki. Adalah orang yang sedang di uji, niscaya Aku akan meringankannya, adakah yang meminta ini, adakah yang meminta itu. Sampai munculnya fajar”. (HR. Ibnu Majah, yang dalam deretan sanadnya ada Abu Bakar bin Abdulloh bin Abi Sabroh. Dia berkata dalam kitab “Tagrib”: Para ulama’ mengategorikan hadist ini sebagai hadits yang maudlu”, sedangkan dalam kitab” Khulasoh “, ia berkata : ulama” yang lain mengatakan hadist ini dloif)
Hadist ini masih dapat dijadikan sebagai tendensi dalam hal Fadloilul A’mal, sebagaimana komentar para ahli tahqiq dalam beberapa kitab Fadlo’il seperti Imam Mundziri dalam kitab at-Tarqhib Wa Tarhib, Syarof ad-Dimyati dalam kitab al-Majjar arRobih dan Ibnu Rajab dalam kitab Lathoiful Ma’arif.
Kesimpulanya: Bahwa sesungguhnya masalah ini adalah memiliki dasar yang menjadikannya layak untuk diamalkan semata-mata mengharap pahala dan anugrah Allah SWT.









One Comment