KEUTAMAAN SHALAWAT KEPADA NABI MUHAMMAD SAW
Sesungguhnya keutamaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sangatlah banyak. Yang mana goresan pena tak akan mampu menyebutkannya, dan bila ditulis, akan menghabiskan berjilidjilid buku. Namun di sini secara ringkas akan disebutkan beberapa keutamaan shalawat kepada Nabi SAW :
- Sesungguhnya, barangsiapa yang bershalawat kepada nabi muhammad SAW, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh ali Jipatnya. Imam Muslim dan Ashabus Sunan meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah RA. Beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda :
Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh”
Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Abdurrahman bin Auf a. bahwasanya beliau mengatakan :
“Suatu ketika Rasulullah keluar, kemudian aku mengikutinya, sehingga beliau masuk ke dalam kebun kurma. Lalu beliau, sujud dan memanjangkan sujudnya, sampai-sampai aku takut dan khawatir kalau-kalau Allah telah memanggilnya. Kemudian saya mendatanginya untuk melihat keadaan beliau, lalu belia, mengangkat kepala seraya berkata: “Ada apa wahai Abdurrahman? Aku pun menceritakan semuanya kepada Rasulullah SAw Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Seseungguhnya Jibri “Alaihis Salam mengatakan padaku: “Maukah kamu aku beri kabar gembira, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah berfirman: “Barang siapa bershalawat kepadamu, maka Aku pun bershalawat padanya. Barang siapa mengucapkan salam kepadamu, maka Aku pun memberikan salam untuknya.” Dan dalam sebuah riwayat disebutkan, “Kemudian saya sujud kepada Allah karena bersyukur”
- Barang siapa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, maka Rasulullah Muhammad SAW juga memohonkan rahmat baginya. Diceritakan dari sahabat Anas bin Malik RA. Beliau mengatakan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa bershalawat kepadaku, maka shalawat tersebut akan sampai kepadaku, dan aku pun memintakan rahmat untuknya dan Allah mencatat baginya sepuluh kebaikan selain hal tersebut’ (H.R. Thabrani dalam kitab al-Ausath dengan sanad yang masih bisa ditolerir. Demikian dalam kitab At Targhib Mundziri).
3, Sesungguhnya barang siapa yang bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, maka malaikat memintakan ampun kepadanya:
Diceritakan dari sahabat Anas bin Malik RA, bahwasanya belia! mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Perbanyaklah kamu sekalian membaca shalawat kepadaku di hari Jum’at, dikarenakan Jibril baru saja mendatangiku menyampaikan pesan dari Allah Tuhannya lalu Dia berfirman: Tidak ada seorang muslim yang berada di atas bumi sedang membacakan shalawat untukmu sekali saja, kecuali Aku dan Malaikat-Kuakan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali”.
Imam al-Hafidz al-Mundziri mengatakan hadits ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani.
Diceritakan dari Abdullah bin Amr RA. bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barang siapa bershalawat kepadaku dengan satu shalawat, maka Allah dan Malaikat-Nya bershalawat padanya dengan tujuh puluh shalawat”
Imam al-Hafidz al-Mundziri mengatakan hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad hasan.
Amir bin Rabi’ah menceritakan hadits dari ayahnya, bahwasanya ayah beliau mengatakan bahwa saya mendengar Rasulullah SAW berkhutbah dan menyampaikan:
“Barang siapa bershalawat kepadaku, maka tidak henti-hentinya malaikat memintakan ampun baginya selama ia masih bersholawat kepadaku”.
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Majah dengan sanad hasan. Dan dalam riwayat lain disebutkan:
“Tidaklah seorang hamba yang bershalawat kepadaku. melainkan para malaikat memintakan ampun baginya, selagi ia masih bershalawat kepadaku. Maka terserah dari seorang hamba mau mempersedikit atau memperbanyak bacaan shalawat”.
- Barang siapa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, maka akan diangkat derajatnya dan akan ditambah kebaikannya serta akan dilebur kejelekannya. Imam Nasai dan Thabrani meriwayatkan sebuah hadits dan Abi Buraidah bin Niyar, beliau mengatakan bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :
“Barang siapa dari umatku yang bershalawat kepadaku dengan ikhlas dari hatinya, maka Allah akan memberi rahmat kepadanya dengan sepuluh rahmat, menaikan derajatnya hingga sepuluh derajat, dan menulis baginya sepuluh kebaikan, serta menghapus darinya sepuluh kejelekkan”
Diceritakan dari Abi Thalhah al-Anshari RA. Beliau mengatakan, bahwasanya pada suatu pagi Rasulullah SAW terlihat bahagia, dan wajah beliau terlihat berseri-seri. Para shahabat berkata :
“Wahai Rasulullah. pagi ini Engkau terlihat begitu bahagia dan wajahmu terlihat berseri-seri.” Rasulullah SAW menjawab, “Iya, ada seorang utusan Allah yang mendatangiku seraya berkata : “Barang siapa dari umatmu yang membacakan shalawat kepadamu, maka Allah akan menuliskan untuknya sepuluh kebaikan, melebur darinya sepuluh kejelekkan, dan mengangkatnya sepuluh derajat, dan baginya sama sebagaimana shalawat yang ia baca.” (Imam Mundziri berkata dalam kitab At Targhib : HR. Imam Ahmad dan Nasa’i)
Dan dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan, bahwa Rasulullah SAW pada suatu hari datang dengan wajah gembira, emudian para shahabat berkata: “Ya Rasulallah, sungguh kami melihat raut muka gembira di wajahmu.” Kemudian Rasulullah menjawab: Sesungguhnya telah datang kepadaku seorang Malaikat, Kemudain ia berkata, “Wahai Muhammad apakah engkau senang jika Tuhanmu mengatakan, “Sesungguhnya tidaklah seorang un yang bershalawat kepadamu, kecuali Aku memberi rahmat kepadanya sepuluh kali?”, Nabi mejawab, “Iya (aku senang)”.
Terdapat suatu riwayat yang dimiliki Imam Ahmad, bahwa pada suatu hari Rasulullah datang dan kelihatan wajah beliau berseri karena bergembira, lalu para sohabat berkata :
“Wahai Rasulullah, kita melihat kegembiraan tampak di wajahmu, lalu Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku telah didatangi malaikat dan ia berkata : Wahai Muhammad, apakah Engkau senang Jika Allah tuhanmu berfirman: Sesungguhnya tiada orang dari umatmu yang membaca sholawat kepadamu kecuali Aku memberi rahmat kepadanya sepuluh kali. Dan tiada seseorang dari umarmu yang membaca salam kepadamu kecuali Aku memberi salam kepadanya 10 kali. Kemudian Rasulullah menjawab: Iya (ak, senang).” (Imam Mundziri berkata: Ibnu Hibban meriwayatkan sesamanya dari kitab shohihnya)
Imam Qadli ‘IyadI Ra. menyebutkan, bahwa makna shalawat yang diberikan Allah kepada orang yang membacakan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, adalah pemberian rahmat kepadanya dan pelipatgandaan pahala. Sebagaimana dalam firman Allah :
“Barang siapa melakukan kebaikan. maka baginya pahala sepuluh kali lipatnya.”
Namun bisa jadi yang dikehendaki adalah sholawat sebagaimana mestinya, yaitu pujian dan pengagungan yang berupa kalam yang diperdengarkan kepada malaikat sebagai bentuk pengagungan dan pemuliaan terhadap orang yang membaca shalawat. Sebagaimana telah disebutkan dalam sebuah hadits:
Hadits-hadits di atas memberikan suatu informasi bahwa Allah SWT bershalawat kepada orang yang bershalawat kepada Nabi SAW dengan sepuluh shalawat. Dan bahwasanya penyebutan Allah terhadap seorang hamba adalah lebih agung dibanding dengan berlipat-lipat kebaikan. Demikian itu karena sesungguhnya, tatkala Allah tidak menjadikan balasan kepada orang yang menyebut-nyebut-NYA, kecuali Allah juga menyebut-nyebutnya, sebagaimana dalam hadits dimana Allah berfirman :
“Jika hambaku menyebut-nyebut-Ku dengan sendirinya, maka ia akan Aku sebut-sebut pada diri-Ku sendiri, dan jika ia menyebut-nyebut-Ku dalam perkumpulan, maka ia akan aku sebut-sebut dalam perkumpulan yang lebih baik.”
Begitu juga Allah memberikan balasan bagi orang yang menyebut-nyebut Nabi dan kekasih-Nya. Maka barangsiapa yang membaca sholawat pada kekasih Allah, maka Allah akan bersholawat padanya. Jadi, bentuk penyebutan Allah adalah pemberian rahmat dan pujian kepadanya, serta berupa penghormatan dan pemberian kebaikan padanya.









One Comment