Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Madza Fi Sya’ban

SYA’BAN ADALAH BULAN AL-QUR’AN

Terdapat pada sebagian atsar Sahabat, penamaan bulan Sya’ban dengan bulan al-Qur’an dan telah diketahui bahwa membaca alQur’an dianjurkan di setiap waktu dan tempat. Bahkan anjurannya akan semakin kuat pada waktu-waktu yang diberkahi dan di tempat-tempat yang mulia, seperti membaca al-Qur’an pada bulan Ramadlan dan Sya’ban, membaca al-Qur’an di kota Makkah alMukarromah, Roudloh al-Musyarrofah, dan tempat-tempat lain yang dimuliakan. Pernyataan demikian juga pernah diungkapkan oleh sebagian ulama salaf.

Syaikh Ibnu Rajab al-Hambali berkata: “Saya meriwayatkan — dengan sanad yang dloif — dari Anas, ia berkata: Umat Islam ketika memasuki bulan Sya’ban, mereka menyibukkan diri dengan mushaf (al-Qur’an) dan membacanya, mengeluarkan zakat atas harta mereka guna menguatkan orang-orang yang lemah dan miskin dalam menjalankan puasa Ramadlan”, Salamah bin Kuhail berkata: “Bulan Sya’ban disebut dengan Syahrul Qurra’ (Bulan para Ahli al-Qur’an)”. Hubaib bin Abi Tsabit ketika memasuki bulan Sya’ban berkata: “Bulan ini adalah bulan para Ahli Qur’an”, Amar bin Oois al-Mula’iy ketika memasuki bulan Sya’ban menutup tokonya dan menggunakan waktunya untuk membaca al-Qur’an. Hasan bin Sahl berkata: Bulan Sya’ban berkata: “Wahai tuhanku, Engkau menjadikanku di antara dua bulan yang agung, lalu apakah keutamaanku? Lalu Allah berfirman: Aku menjadikanmu waktu untuk membaca al-Qur’an.”

Al-‘Allamah Syaikh Ahmad bin Hijazy berkata: “Dahuly Salafus Sholeh selalu mengisi bulan Sya’ban dengan membaca al-Qur’an dan itu mendamaikan hati mereka. Tidak ada dari kalian menghafalkan al-Qur’an seperti al-Fatihah, Ayat Kursi, surat al-Ikhlas, al-Mu’awwidzatain, dan lain-lain, kecuali ia akan menyibukkan diri pada bulan ini dengan apa yang telah ta hafalkan.”

Keutamaan Al-Qur’an

Al-Qur’an al-Karim memiliki banyak keistimewaan dan kelebihan yang akan kami paparkan beberapa di antaranya yang paling penting, yaitu:

  1. Nilai Ibadah dalam Membacanya

Salah satu keistimewaan Al-Qur’an adalah Allah memberikan nilai ibadah bagi seorang hamba yang membacanya dan memberikan pahala serta derajat kedekatan atas sekedar mengutang-ngulang lafadznya, meskipun tanpa memahami maksudnya. Danjika seorang hamba mampu membacanya disertai memahami maksudnya, maka ia akan memperoleh tambahan satu pahala lagi.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka ita mengharapkan perniagaan yang tidak akan – merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri,”

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka ia akan mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan tersebut akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipatnya. Aku tidak berkata    adalah satu huruf, tetapi (alif) satu huruf,    (lam) satu huruf, dan     (mim) satu huruf” (HR. Tirmidzi).

la berkata: hadist Hasan dan Sahih. Imam Hakim juga meriwayatkan hadist yang serupa secara marfu’, dan ia berkata: sahih sanadnya.

Terdapat hadist lain yang diriwayatkan dari Anas RA. bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Seutama-utamanya ibadah umatku adalah membaca al-Qur’an.”

Sanadnya lemah, tetapi telah dikuatkan dengan hadist-hadist lainnya.

Keistimewaan inilah yang menjadikan al-Qur’an berbeda dari yang lainnya. Adapun selain al-Qur’an, tidak terdapat pahala dengan hanya sekedar membacanya, tetapi harus disertai memikirkan dan memahami atas maksudnya. Termasuk sholat, yang disebut sebagai tiang agama, seorang yang sholat tidak akan mendapatkan pahala atas sholatnya kecuali sebatas kadar ia merenungi dan mengerti maksudnya.

  1. Syafaat Al-Qur’an Bagi Ahli Al-Qur’an

Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad sahih, dari Rasulullah SAW. beliau bersabda:

“Al-Qur’an akan datang menjelma sebagai seorang pemuda pada, hari kiamat dan ia berkata: Apakah kamu mengenalku? Aku adalah yang selalu membuatmu begadang di malam harimu dy membuatmu dahaga di siang hari,”

Ibnu Mubarok meriwayatkan dalam kitab Ragaiynya secara, marfu ‘:

“Puasa dan al-Qur’an, keduanya mampu memberikan syafaat bag seorang hamba. Puasa berkata: Aku mencegahnya dari makan dan syahwat di siang hari, maka berikanlah syafaat padaku baginya. Al Qur’an berkata: Aku mencegahnya dari tidur di malam hari, maka berikanlah syafaat padaku baginya. Maka keduanya diberi syafaat”

Abu Umamah meriwayatkan hadist secara marfu’:

“Bacalah al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada har kiamat dengan memberikan syafaat bagi mereka yang membacanya.” (HR Imam Muslim)

Diriwayatkan dari Jabir secara marfu’:

“Al-Qur’an dapat memberikan syafaat dan diterima syafaatnya, juga sebagai pembela yang dibenarkan. Barang siapa meletakkannya d depan, maka al-Qur’an akan menuntunnya ke surga. Dan baranf siapa meninggalkannya di belakang maka akan dijerumuskan ke neraka.”

  1. Orang Yang Mencintai Al-Qur’an, Allah Akan Mencintainya

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud secara marfu’:

“Barang siapa senang dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka lihatlah. Apabila ia mencintai al-Qur’an, maka Allah dan Rasul-Nya mencintainya.” (H.R. at-Thobroni) semua perawinya tsiqoh.

  1. Al-Qur’an Adalah Mu’jizat Yang Kekal

Salah satu keistimewaan al-Qur’an adalah keberadaannya sebagai satu mu’jizat yang kekal, yang dibaca di setiap tempat, dan dijamin dengan penjagaan Allah (dari kepunahan dan adanya perubahan). Berbeda dengan mu’jizat-mu’jizat para Nabi lainnya, sesungguhnya mu’jizat tersebut akan berlalu seiring dengan berlalunya waktu, sedangkan al-Qur’an akan selalu tetap kekal sebagaimana adanya, sejak pertama kali diturunkan hingga zaman sekarang, sekalipun telah melewati empat belas gurun. Hujjahnya kuat dan argumennya dapat mematahkan lawan sekalipun saat itu banyak ditemukan ilmuwan dan sastrawan handal di setiap penjuru desa dan kota, yang kerap menantang dan mempertaruhkan pengetahuannya di setiap saat. Tetapi, al-Qur’an akan tetap seperti begitu adanya selama dunia dan isinya masih ada.

  1. Pembaca Al-Qur’an dan Pendengarnya Tidak Akan Pernah Jemu

Di antara keistimewaan al-Qur’an adalah orang yang membacanya tidak pernah bosan dan pendengarnya tidak akan menolaknya, bahkan mengulang-ulangnya dapat menambah rasa cinta terhadap al-Qur’an. Sebagaimana dikatakan dalam sya’ir:

“Al-Qur’an adalah sebaik-baik teman berbincang yang tidak pernah menjemukan ceritanya, Mengulang-ulangnya akan menambahkan keindahan padanya”

Adapun pembicaraan selainnya, meskipun disertai sastra yang tinggi, akan terasa membosankan jika didengar berulang-ulang dan membuat perasaan tidak senang. Namun itu semua adalah bagi orang yang berhati dan berjiwa sehat, bukan bagi seseorang yang mempunyai karakter bobrok.

  1. Membaca Al-Qur’an Dapat Mencerahkan Hati Yang Berkarat

Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA. bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana besi. Para Sahabat bertanya: Lalu apa yang dapat mencerahkannya? Lalu Nabi SAW menjawab: Membaca al-Qur’an.”

  1. Kemuliaan Penghafal Al-Qur’an, Memuliakannya, dan Mendahulukannya

Asal keberadaan al-Qur’an adalah sebagai syi’ar Allah. Allah SWT. berfirman:

“Yan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syiar Allah, maka sesungguhnya Itu timbul dari ketakwaan hati”

Para ulama mengambil dasar dari ayat tersebut atas kewajiban memuliakan para ahli Al-Qur’an.

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW:

“Termasuk mengagungkan keagungan Allah adalah memuliakan tiga orang: Imam yang adil, orang tua yang muslim, dan para penghafal al-Qur’an.” (Riwayat Ibnu Abdil Barr dalam kitab Bayanul Ilmi),

la berkata: Penghafal al-Qur’an (Hamilul Quran) adalah orang yang tahu akan hukum-hukumnya, halal haramnya, dan mengamalkannya.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud RA. secara marfu’:

“Yang berhak menjadi imam atas kaum adalah orang-orang yang benar bacaan al-Qur’annya.” Hadist sahih.

Imam Bukhori dan lainnya meriwayatkan:

“Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW mengubur dua jenazah lelaki syahid perang Uhud dalam satu liang. Kemudian Rasulullah SAW bertanya: “Mana diantara keduanya yang lebih banyak riwayat al-9ur’annya?” Jika ditunjuk salah satunya, maka Rasulullah SAW mendahulukannya ke dalam liang lahad”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker