Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Madza Fi Sya’ban

APAKAH ADA PENENTUAN AJAL PADA MALAM NISFU SYA’BAN ?

Allah berfirman dalam permulaan surat Ad Dukhon :

Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”,

Ikrimah dan beberapa ahli tafsir yang lain berpendapat, bahwa malam yang disebutkan oleh ayat di atas adalah malam nisfu Sya’ban. Hal itu senada dengan adanya beberapa riwayat hadits dho’if, bahkan sebagiannya sangat dho’if. Diantaranya adalah :

  1. Hadits yang diriwayatkan oleh al-Khotib dalam kitab atTarikh melalui sanad “Amir bin Yasaf al-Yamami dari Yahya bin Abi Katsir dari Abi Salamah dari Sayyidah “Aisyah RA. beliau berkata :

“Dahulu Rasulullah berpuasa di bulan Sya’ban secara keseluruhan, sampai beliau menyambungnya dengan puasa Ramadlan, beliau tidak pernah puasa sebulan penuh kecuali puasa di bulan Sya’ban, bahwasanya beliau berpuasa (di bulan Sya’ban) seluruhnya, Aku katakan (kepada beliau) : “ Wahai Rasulullah, (apakah) bulan Sya’ban merupakan bulan yang paling engkau sukai untuk melakukan puasa ? Beliau menjawab : “Ya, wahai “Aisyah, sesungguhnya tidak ada diri (manusia) yang mati pada suatu tahun kecuali ajalnya sudah ditulis di bulan Sya’ban. dan aku senang jika ajalku ditulis, aku dalam keadan sedang melakukan ibadah kepada Tuhanku dan sedang beramal shaleh”. ( H.R. Abu Ya’la dengan lafadz sesamanya)

  1. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam kitab ad-Da’awat al-Kabir dari Sayyidah Aisyah RA.

“Sesungguhnya Nabi SAW melakukan shalat pada malam nisfu Sya’ban, lalu beliau bersabda : Pada malam ini ditulis setiap anak Adam yang akan dilahirkan dan setiap yang akan mati, pada malam ini juga dilaporkan amal perbuatan mereka dan diturunkan Rizki mereka”. (H.R. Baihaqi, dalam sanadnya ada sebagian rowi yang yang tidak diketahui identitasnya.)

  1. Hadits yang diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dari ‘Atho bin Yasar ia berkata :

“Tidak didapatkan dari Rasulullah SAW memperbanyak puasa Satu bulan melebihi bulan Sya’ban”.

Demikian itu karena dalam bulan Sya’ban ditentukan ajal seseorang yang pada tahun itu ia tertulis sebagai orang yang meninggal.

Hadits di atas hukumnya juga mursal dan di akhirnya terjadi magtu’. Hadits-hadits yang disebutkan di atas adalah sebagai tendensi orang yang mengatakan bahwa, pada malam nisfu’ Sya’ban ditentukan ajal, rizqi dan lainnya seperti yang sudah disebutkan dan Ikrimah. Hal yang sama juga diriwayatkan dari Atho’ bin Yasar. Ibnu Abi Dun’ya telah meriwayatkan darinya bahwa :

 “Jika malam nisfu’ Sya ‘ban tiba, maka lampiran (catatan) diserahkan kepada malaikat maut, dan dikatakan kepadanya: “Cabutlah nyawanya orang-orang yang namanya terdapat dalam lampiran ini. Sesungguhnya seorang hamba masih sempat menanam tanaman, menikahi istri dan membangun bangunan, padahal namanya tertulis termasuk orang-orang yang akan mati”.

Akan tetapi, seperti yang penulis katakan bahwa hadits-hadits ini nilainya dlo’if. Sebagian ulama mengatakan : Bahwa penjelasan-penjelasan di atas adalah bertentangan dengan nash al-Qur’an yaitu firman Allah SWT :

“Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”

Juga firman Allah :

“Sesungguhnya kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam kemuliaan”.

Ayat di atas memberi pengertian bahwa.            yang ada pada surat ad-Dukhon adalah Lailatul Qodar bukan malam nisfu Sya’ban, sebagaimana yang dikatakan oleh al-Hafidz Ibnu Rajab, bahwa pengertian yang seperti itu adalah yang diikuti oleh kebanyakan ulama”, dan mereka tidak menghiraukan hadits-hadits di atas karena statusnya adalah dlo’if dan bertentangan dengan al-Qur’an.

Demikian itu adalah salah satu metode men-tarjih-nya. Namun engkau juga boleh menyikapinya melalui metode kompromisasi dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dluha dari Ibnu Abbas RA. ia berkata :

“Sesungguhnya Allah telah menentukan beberapa keputusan pada malam nisfu Sya’ban, lalu ia serahkan kepada para petugas-Nya pada Lailatul Qodar”.

Alhasil, Allah telah memutuskan di Lauhul Mahfudl apapun yang ia kehendaki pada malam nisfu’ Sya’ban. Jika Lailatul Qodar iba, ia menyerahkan lampiran-lampiran catatan dan penentuannya kepada malaikat. jadi ia menyerahkan lampiran catatan orang2 yang ikan mati kepada malaikat maut, dan ia menyerahkan lampiranampiran catatan rizqi kepada malaikat pembagi rizqi, dan begitu teterusnya, setiap malaikat menerima, kemudian melaksanakan apa yang menjadi tugasnya.

Dalam firman Allah (            ) ada suatu isyaroh akan Jengertian diatas -wallahu a’lamdimana Allah berfirman (.  ) tidak berfirman ,      (memutuskan) atau     (menulis) sedangkan arti     adalah memilah-milah diantara dua hal. Jadi, ayat di atas memberi suatu isyaroh bahwa putusan-putusan Allah dipilah-pilah pada Lailatul Godar dengan cara membagi-baginya kepada para malaikat yang bertugas. Adapun penulisan dan penentuannya adalah terjadi pada malam nisfu Sya’ban, seperti yang dituturkan dalam beberapa hadits yang lalu.

Dengan demikian bisa dikompromikan beberapa pendapat tentang masalah ini yang saling bertentangan satu dengan yang lain. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Sungguh Indah sekali ungkapan seorang penyair dalam untaian bait-baitnya yang memukau, semoga ia dinaungi rahmat dan ridlo Allah.

“Bulan Rajab yang membawa anugerah telah berlalu darimu wahai seorang yang terbangun (dari tidurnya). Yang akan memberi kesaksian hak-haknya yang tidak engkau penuhi”

“Dan ini bulan Sya’ban separuhnya juga telah berlalu, sedangkan engkau masih tetap pada apa yang aku tidak tega mensifatinya”

“Maka, bergegaslah melakukan kebaikan sebelum ia habis. Hati-hatilah jangan sampai kematian menyerang pada bulan itu, yang bisa menyulitkan upaya berbuat baik tadi”

“Betapa banyak pemuda yang merasa aman di saat ia bermalam pada malam nisfu Sya’ban, padahal kematiannya sudah ditulis pada lampiran catatan”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker