Ulumul Quran

Terjemahan Kitab Lubabun Nuqul Fi Asbabin Nuzul

ASBABUN NUZUL SURAT AL-BAQARAH

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang Faryabi dan Ibnu Jarir mengetengahkan dari Mujahid, katanya: “Ada empat ayat dari awal surat Al-Baqarah yang diturunkan mengenai orang-orang mukmin, dua ayat tentang orang-orang kafir, dan tiga belas ayat tentang orang-orang munafik.”

Ibnu Jarir mengetengahkan dari jalur Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Abi Ikrimah, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas mengenai firman Allah: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir ………. (Surat Al-Baqarah ayat 6) sampai akhir dua ayat”, bahwa kedua ayat tersebut turun mengenai orang-orang Yahudi Madinah.

Diketengahkan dari Rabi’ bin Anas, katanya: Dua buah ayat diturunkan tentang memerangi kaum sekutu, yaitu: “Sesungguhnya orang-orang kafir itu sama saja halnya bagi mereka … sampai dengan … dan bagi mereka disedia: kan siksa yang keras.” (Surat Al-Baqarah ayat 6-7)

Firman Allah Ta’ala: “Dan jika mereka menemui orang-orang yang beriman”, (Surat Al-Baqarah ayat 14) diketengahkan oleh Al-Wahidi dan Sa’labi, dari jalur Muhammad bin Marwan dan As-Suddi As-Sagir, dari Al-Kalbi, dari Abu Salih, dari Ibnu Abbas, katanya: Ayat ini turun mengenai Abdullah bin Ubai dan konco-konconya. Ceritanya bahwa pada suatu hari mereka keluar lalu ditemui oleh segolongan sahabat Rasulullah SAW. Maka kata Abdullah bin Ubai: “Lihatlah, bagaimana orang-orang bodoh itu kuusir dari kalian!” Lalu ia maju ke muka dan menjabat tangan Abu Bakar seraya katanya: “Selamat untuk Siddiq penghulu Bani Tamim dan sesepuh agama Islam, pendamping Rasulullah di dalam gua dan telah membaktikan raga dan hartanya untuk Rasulullah.” Kemudian dijabatnya pula tangan Umar seraya katanya: “Selamat untuk penghulu Bani Adi bin Kaab, Farug yang perkasa (Umar) dalam agama Allah dan telah menyerahkan raga dan hartanya untuk Rasulullah.” Setelah itu disambutnya pula tangan Ali seraya katanya: “Selamat untuk saudara sepupu dan menantu Rasulullah, penghulu Bani Hasyim selain Rasulullah.”

Kemudian mereka pun berpisahlah, maka kata Abdullah kepada anak buahnya: “Betapa pendapat kalian tentang perbuatan saya tadi? Nah, jika kalian menemui mereka, lakukanlah seperti yang telah saya lakukan itu!” Mereka memuji perbuatannya itu, sementara kaum muslim kembali kepada Nabi SAW. dan menceritakan peristiwa tersebut maka turunlah ayat ini.” Isnad dari riwayat ini lemah sekali, karena As-Suddi As-Sagir itu seorang pembohong, demikian pula Al-Kalbi dan Abu Salih adalah orang-orang yang lemah.

Firman Allah SWT.:

“Atau seperti hujan lebat dari langit … sampai dengan akhir ayat.” (Surat Al-Baqarah ayat 19)

Diketengahkan oleh Ibnu Jarir, dari jalur As-Suddi Al-Kabir, dari Abu Malik dan Abu Salih, dari Ibnu Abbas, dari Murrah, dari Ibnu Mas’ud, segolongan sahabat, kata mereka: “Ada dua orang laki-laki dari kaum munafik warga kota Madinah, melarikan diri dari Rasulullah kepada golongan musyrik, maka mereka pun ditimpa hujan lebat yang disebutkan Allah itu, diiringi guruh dan petir serta kilat yang memancar-mancar. Setiap petir itu datang, mereka pun menyumbat anak telinga mereka dengan jari, karena takut akan disambarnya hingga mereka tewas karenanya. Jika kilat memancar, mereka pun berjalan dalam cahayanya, tetapi jika cahayanya padam, mereka berhenti karena tidak melihat apa-apa. Akhirnya dengan berjalan seperti itu sampailah mereka ke tempat yang dituju, lalu kata mereka: “Wahai, cepatlah kiranya datang waktu pagi, hingga kita dapat menemui Muhammad dan menaruh tangan kita di atas tangannya.” Demikianlah mereka menemuinya serta menaruh tangan mereka di atas tangannya lalu masuk Islam serta baiklah keislaman mereka. Maka Allah pun menjadikan perilaku kedua orang munafik yang melarikan diri ini sebagai tamsil perbandingan bagi orang-orang munafik yang ada di Madinah. Orang-orang munafik itu, jika mereka hadir dalam majelis Nabi SAW. meletakkan jari-jari mereka ke telinga masing-masing karena takut akan ucapan Nabi SAW. kalau-kalau ada wahyu turun mengenai diri mereka, atau disebutkan sesuatu tentang perilaku mereka hingga mereka menemui ajal karenanya, sebagaimana yang dilakukan serta dikhawatirkan oleh kedua orang munafik yang melarikan diri tadi.

Jika ada cahaya, mereka pun berjalanlah, artinya jika telah banyak harta benda dan anak-anak mereka, serta mereka beroleh harta rampasan atay mencapai suatu kemenangan, mereka pun maju ke depan, lalu kata mereka ketika itu: “Benarlah agama Muhammad”, dan mereka pun berpegang teguh kepadanya, tak obahnya bagai kedua orang munafik tadi yang berjalan setiap kilat memancar: dan jika hari gelap, mereka berhenti, artinya jika harta ben. da dan anak-anak mereka habis, punah, atau jika mereka ditimpa malapeta. ka, maka kata mereka: “Ini tidak lain hanyalah karena ulah agama Muhammad, dan mereka berbalik kafir seperti halnya kedua orang munafik tadi, yakni jika kilat tidak memancar lagi.”

Firman Allah SWT.:

“Sesungguhnya Allah tidak segan membuat suatu perumpamaan … sampai dengan akhir ayat.” (Surat Al-Baqarah ayat 26).

Diketengahkan oleh Ibnu Jarir dari As-Suddi dengan sanad-sanadnya, tatkala Allah membuat dua buah perumpamaan ini bagi orang-orang munafik, yakni firman-Nya: “Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api”, dan firman-Nya: “Atau seperti hujan lebat dari langit”, orang-orang munafik mengatakan, bahwa Allah lebih tinggi dan lebih agung sampai membuat perumpamaan-perumpamaan ini. Maka Allah pun menurunkan: “Sesungguhnya Allah tidak merasa segan untuk membuat tamsil perumpamaan … sampai dengan firman-Nya — … merekalah orang-orang yang merugi” (Surat Al-Baqarah ayat 26-27). Diketengahkan oleh Al-Wahidi dari jalur Abdul Gani bin Said As-Sagati, dari Musa bin Abdurrahman, dari Ibnu Juraij, dari Ata, dari Ibnu Abbas, katanya: “Allah menyebutkan tuhan-tuhan pujaan orang-orang musyrik, maka firman-Nya: “Dan sekiranya lalat mengambil sesuatu dari mereka”, (Surat Al-Hajj ayat 73) lalu disebutnya pula tipu daya tuhan-tuhan itu, dan dianggap-Nya seperti sarang laba-laba, maka kata mereka: “Bagaimana pendapatmu ketika Allah menyebut-nyebut lalat dan laba-laba dalam Al-Quran yang diturunkan-Nya, apa maksud-Nya dengan ini?” Maka Allah pun menurunkan ayat ini. Abdul Gani adalah orang yang amat lemah.

Berkata Abdur Razaq, dalam Tafsirnya, Muammar menyampaikan dari Qatadah tatkala Allah menyebut-nyebut soal lalat dan laba-laba, bahwa orang-orang musyrik berkata: “Mengapa pula soal lalat dan laba-laha ini disebut-sebut?” Maka Allah menurunkan ayat ini.

Diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari Hasan, katanya: “Tatkala turun ayat: “Hai manusia, diberikan kepada kamu tamsil perbandingan”, (Surat Al-Hajj ayat 73) orang-orang musyrik pun berkata: “Tamsil perbandingan apa pulakah itu sehingga dibuat?” Atau “Peristiwa apa pulakah yang serupa de ngan tamsil perbandingan ini?” Maka Allah menurunkan ayat: “Sesungguhnya Allah tidak merasa segan untuk membuat suatu perumpamaan … sampai dengan akhir ayat” (Surat Al-Baqarah ayat 26). Kata saya: “Isnad keterangan” pertama lebih sah dan lebih cocok dengan apa yang dikemukakan pada awal surat, apalagi menyebutkan orang orang musyrik tidak cocok dengan kedu dukan ayat ini sebagai ayat Madaniyah. Riwayat yang kita kemukakan dari Qatadah dan Hasan, diceritakan pula oleh Al-Wahidi tanpa isnad dengan lafal: “Kata orang-orang Yahudi …”. Hal ini lebih cocok.

Firman Allah SWT.:

“Apakah kamu menyuruh manusia dengan kebajikan.” (Surat Al-Baqarah ayat 44)

Diketengahkan oleh Al-Wahidi dan Sa’labi, dari jalur Al-Kalbi dan Abu Salih, dari Ibnu Abbas, katanya: “Diturunkan ayat ini mengenai orang-orang Yahudi Madinah. Seorang laki-laki di antara mereka mengatakan kepada saudara serumah dan kaum kerabatnya serta kepada saudara-saudara sepersusuan mereka yang beragama Islam: “Tetaplah tinggal dalam agama yang kamu anut dan ikutilah apa yang dianjurkan oleh laki-laki ini, karena kebenaran berada di pihaknya!” Jadi mereka menyuruh orang demikian, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya!

Firman Allah SWT.:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang beragama Yahudi.” (Surat Al-Baqarah ayat 62)

Diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Adani dalam Musnadnya, dari jalur Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, katanya: Kata Salman: Saya tanyakan kepada Nabi SAW. tentang penganut-penganut agama yang saya anut dulu, dan saya sebutkan tentang salat dan ibadah mereka, maka turunlah ayat: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang Yahudi … sampai dengan akhir ayat.”

Dan diketengahkan oleh Al-Wahidi dari jalur Abdullah bin Kasir dari Mujahid, katanya: “Tatkala dikisahkan oleh Salman kepada Rasulullah SAW. riwayat sahabat-sahabatnya, maka jawabnya: “Mereka dalam neraka.” Kata Salman: “Bumi terasa gelap olehku (karena jawaban itu)” maka turunlah ayat: “Sesungguhnya orang-orang beriman dan orang-orang Yahudi … sampai dengan … berdukacita.” (Surat Al-Baqarah ayat 62). Kata Salman pula: “Maka seolah-olah lenyaplah semua beban yang menggunung dariku.

Diketengahkan pula oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim, dari As-Suddi katanya: “Diturunkan ayat ini mengenai sahabat-sahabat Salman Al-Farisi.”

Firman Allah SWT.:

“Jika mereka berjumpa dengan orang-orang beriman… sampai dengan akhir ayat.” (Surat Al-Baqarah ayat 76).

Diketengahkan oleh Ibnu Jarir dari Mujahid, katanya: “Pada waktu perang Quraizah, Nabi SAW. berdiri di bawah benteng-benteng mereka, lalu bersabda: “Hai saudara-saudara kera, hai saudara-saudara babi dan hai pemuja-pemuja tagut!” Maka kata mereka sesamanya: “Siapa yang menyampaikan hal ini kepada Muhammad? Tidak mungkin ia terbuka kecuali dari kamu! Mengapa kamu ceritakan kepada mereka hal-hal yang diterangkan Allah kepadamu, sehingga mereka beroleh alasan untuk memukulmu?” Maka turunlah ayat ini Diketengahkan dari jalur Ikrimah, dari Ibnu Abbas, katanya: “Jika mere. ka bertemu dengan orang-orang beriman, mereka berkata: ‘Kami percaya bah. wa Sahabat kamu itu Rasulullah, tetapi ia hanya khusus bagi kamu semata. Jika mereka telah berada dalam kelompok mereka, mereka berkata: Mengapa diberi tahu pula orang Arab itu tentang hal ini, padahal kamu berharap akan beroleh kemenangan dari orang-orang Arab itu dengan pertolongannya, sedangkan ia dari golongan mereka. Maka Allah pun menurunkan ayat ini.”

Diketengahkan dari As-Suddi, katanya: “Ayat itu turun mengenai seke. lompok orang-orang Yahudi yang beriman kemudian menjadi munafik. Mere. ka menyampaikan kepada orang-orang Arab yang beriman, hal-hal yang menjadi buah pembicaraan mereka, maka kata sebagian mereka kepada yang la. in: Mengapa kamu sampaikan azab dan siksa yang pernah diberitahukan Allah kepadamu hingga mereka berani mengatakan: “Kami ini lebih dikasihi Allah daripada kamu, dan lebih mulia di sisi-Nya.”

Firman Allah SWT.:

“Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka.” (Al-Baqarah ayat 79)

Diketengahkan oleh Nasa-i, dari Ibnu Abbas, katanya: “Ayat ini diturunkan mengenai Ahli Kitab.”

Diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari jalur Ikrimah, dari Ibnu Abbas, katanya: Ayat ini turun mengenai pendeta-pendeta Yahudi. Mereka menemukan sifat-sifat Nabi SAW. tercantum dalam Taurat sebagai berikut: “Biji matanya hitam, tinggi badannya sedang, rambutnya keriting dan wajahnya rupawan.” Karena dengki dan iri hati, lukisan ini mereka hapus lalu mereka ganti menjadi: “Kami temui tanda-tandanya sebagai seorang yang tinggi, biru matanya dan berambut lurus.”

Firman Allah SWT.:

Kata mereka: “Kami sekali-kali takkan disentuh oleh api neraka … sampai akhir ayat.” (Surat Al-Baqarah ayat 80).

Diketengahkan oleh Tabrani dalam kitab Al-Kabir dan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim, dari jalur Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Abi Muhammad dan Ikrimah, atau dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas, katanya: “Rasulullah SAW. datang ke Madinah, sementara orang-orang Yahudi mengatakan: “Usia dunia ini hanya tujuh ribu tahun, dan setiap seribu tahun dunia sama dengan satu hari akhirat lamanya, jadi tidak lebih dari tujuh hari, mereka disiksa dan setelah itu siksa pun terhentilah.” Maka mengenai hal ini Allah pun menurunkan: Kata mereka: “Kami sekali-kali takkan disentuh oleh api neraka .. sampai dengan firman-Nya … mereka kekal di dalamnya.” (Surat Al-Baqarah ayat 80-81)

Diketengahkan oleh Ibnu Jarir, dari Jalur Dahhak dari Ibnu Abbas, bah wa orang-orang Yahudi mengatakan: “Kami masuk neraka itu hanyalah selama kami menyembah anak sapi dulu, yaitu tidak lebih dari 40 hari. Jika masa itu telah berlalu, maka terputus pula siksaan terhadap kami.” Maka turunlah ayat tersebut. Mengenai ayat ini Ibnu Jarir telah mengetengahkannya pula dari Ikrimah dan selainnya.

Firman Allah SWT.:

“Padahal sebelumnya mereka biasa memohon kemenangan dengan —kedatangannya….. sampai dengan akhir ayat.” (Surat Al-Baqarah ayat 89)

Diketengahkan oleh Hakim dalam Al-Mustadrak dan Baihagi dalam AdDala’il dengan sanad yang lemah dari Ibnu Abbas, katanya: Orang-orang Yahudi Khaibar memerangi suku Gatafan, tetapi setiap bertempur, Yahudi menderita kekalahan. Maka mereka pun berlindung dengan memanjatkan permohonan ini: “Ya Allah, kami mohon kepada-Mu, demi kebenaran Muhammad, nabi yang ummi yang Engkau janjikan kepada kami, agar Engkau membangkitkannya bagi kami tolonglah kami agar menang atas mereka.”

Setiap kali bertempur mereka berdoa seperti ini sehingga akhirnya berhasil mengalahkan orang-orang Gatafan. Maka tatkala Nabi SAW. dibangkitkan Allah, mereka kafir dan Allah pun menurunkan ayat: “Padahal sebelumnya mereka biasa memohon kemenangan terhadap orang-orang kafir dengan kedatanganmu hai Muhammad!” (Surat Al-Baqarah ayat 89)

Diketengahkan oleh Ibnu Abi Hatim, dari jalur Said atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa orang-orang Yahudi Madinah biasa memohon kemenangan terhadap orang-orang Aus dan Khazraj atas dasar tawassul Rasulullah SAW. sebelum kebangkitannya. Maka setelah Allah membangkitkannya dari golongan Arab, mereka kafir kepadanya dan membantah apa yang pernah mereka katakan mengenainya. Maka kata Muaz bin Jabal, Bisyr bin Barra, dan Daud bin Salamah kepada mereka: “Hai golongan Yahudi, takutlah kamu kepada Allah dan masuk Islamlah! Bukankah selama ini kamu meminta kedatangan Muhammad untuk membantu kamu terhadap kami, yakni sewaktu kami berada dalam kemusyrikan, kamu katakan bahwa ia akan dibangkitkan bahkan kamu lukiskan sifat-sifatnya!” Jawab Salam bin Misykum: “Ia tidak membawa ciri-ciri yang kami kenal, dan dia bukanlah seperti yang kami sebutkan kepadamu dulu.” Maka Allah pun menurunkan: “Dan tatkala datang kepada mereka kitab dari sisi Allah …….. sampai dengan akhir ayat.” (Surat Al-Baqarah ayat 89)

Firman Allah SWT.:

“Katakanlah: Sekiranya kampung akhirat itu … sampai dengan akhir ayat.” (Surat Al-Baqarah ayat 94)

Diketengahkan oleh Ibnu Jarir dari Abu Aliyah, katanya: “Orang-orang Yahudi mengatakan bahwa tidaklah akan masuk surga kecuali orang-orang Yahudi.” Maka Allah pun menurunkan ayat: “Katakanlah: Sekiranya kampung akhirat itu khusus untukmu di sisi Allah … sampai dengan akhir ayat.” (Surat Al-Baqarah ayat 94)

Firman Allah SWT.:

Katakanlah: “Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril … sampai dengan akhir ayat.” (Surat Al-Baqarah ayat 97)

Diriwayatkan oleh Bukhari, dari Anas, katanya Abdullah bin Salam mendengar kedatangan Rasulullah SAW. ketika ia sedang berada di kebunnya memetik buah. Lalu didatanginya Nabi SAW. katanya: “Saya akan menanyakan kepada Anda tiga perkara yang hanya diketahui oleh seorang nabi, yaitu: Apakah tanda yang pertama dari datangnya kiamat, apa makanan yang pertama bagi penghuni surga, dan apa pula yang menyebabkan seorang anak itu mirip kepada bapak atau ibunya?” Jawab Rasulullah SAW.: “Hal itu diberitakan kepada saya baru-baru ini oleh Jibril.” “Oleh Jibril? tanya Abdullah. “Benar”, jawab Nabi. “Itulah dia musuh orang-orang Yahudi dari golongan malaikat!” Maka Nabi pun membacakan ayat ini: Katakanlah: “Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itulah yang telah menurunkannya —Al-Guran- dalam hatimu.” Berkata Syaikhul Islam Ibnu Hajar dalam kitab Fat-hul Bari: “Pada lahirnya, konteks ayat menunjukkan bahwa Nabi SAW. membaca ayat itu sebagai sanggahan terhadap orang-orang Yahudi, dan ini tidak mesti bahwa turunnya adalah pada waktu tersebut.” Katanya lagi: “Inilah yang lebih kuat, karena mengenai sebab turunnya ayat ini ada kisah yang sah selain dari kisah Abdullah bin Salam.

Diketengahkan oleh Ahmad, Turmuzi, dan Nasa-i dari jalur Bakr bin Syihab, dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas, katanya: Orang-orang Yahudi datang kepada Rasulullah, kata mereka: “Wahai Abu Qasim, kami menanyakan kepada Anda lima perkara, sekiranya Anda dapat menjawabnya, yakinlah kami bahwa Anda seorang nabi”, maka disebutnyalah hadis tersebut, yang di antaranya ialah bahwa mereka menanyakan kepadanya tentang apa-apa yang diharamkan oleh Bani Israil terhadap diri mereka, tentang tanda kenabian, tentang petir dan bunyi gemuruhnya, mengenai siapa yang menyampaikan kepadanya berita dari langit, sampai-sampai mereka menanyakan: “Ceritakanlah kepada kami siapa sahabat Anda!” Jawab Nabi: “Jibril.” Kata mereka: “Jibril? Itulah yang menyalakan peperangan dan pertempuran serta siksaan dan musuh kami. Seandainya Anda menyebutkan Mikail yang menurunkan rahmat, hujan, dan tumbuh-tumbuhan, maka tentulah akan lebih baik!” Maka turunlah ayat tersebut.

Diketengahkan oleh Ishaq bin Rahawaih dalam Musnad-nya dan Ibnu Jarir dari jalur Sya’bi bahwa Umar biasa mendatangi orang-orang Yahudi lalu mendengarkan Taurat. Ia amat heran karena Taurat itu membenarkan isi Al-QGuran. Katanya: Kebetulan Nabi SAW. lewat di depan mereka, maka kata saya: “Dengan nama Allah saya bertanya kepada kamu, tahukah kamu bahwa dia itu Rasulullah?” Jawab seorang alim di antara mereka: “Memang, kami tahu bahwa ia Rasulullah.” Kata saya: “Kenapa kamu tidak ikuti dia?” Jawab mereka: “Pernah kami tanyakan kepadanya siapakah yang menyam: paikan kepadanya kenabiannya, lalu disebutkannya Jibril, padahal Jibril musuh kami, disebabkan dialah yang menurunkan kekerasan, kekasaran, peperangan dan malapetaka.” Kata saya pula: “Siapakah rasul-rasul kamu dari kalangan malaikat?” Jawab mereka: “Mikail, yakni yang menurunkan hujan dan rahmat!” Tanya saya lagi: “Bagaimana kedudukan keduanya di sisi Tuhannya?” Jawab mereka: “Yang satu di sebelah kanan-Nya sedangkan yang satu lagi di samping kiri-Nya.” Kata saya: “Tidak diperbolehkan Jibril memusuhi Mikail dan tidak boleh pula Mikail berbaikan dengan musuh Jibril, dan sungguh saya bersaksi bahwa kedua malaikat dan Tuhannya bersikap damai kepada orang-orang yang berdamai kepadanya dan memaklumkan perang kepada orang-orang berperang kepadanya. Kemudian saya datang kepada Nabi SAW. dengan maksud untuk menyampaikan kepadanya hal tersebut. Ketika telah bertemu, tanyanya kepada saya: “Maukah kamu saya sampaikan ayat-ayat yang baru saja diturunkan kenada saya?” “Tentu saja wahai Rasulullah”, jawab saya. Maka dibacanya: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril … sampai dengan … maka sesungguhnya Allah adalah musuh orangorang kafir” (Surat Al-Baqarah ayat 97-98). Lalu kata saya: “Wahai Rasulullah, demi Allah, tidaklah saya bangkit meninggalkan orang-orang Yahudi hanyalah untuk mendapatkan Anda guna menyampaikan dialog antara saya dengan mereka. Kiranya saya dapati Allah telah mendahului saya.” Isnadnya sampai kepada Asy-Sya’by adalah sah, hanya Asy-Sya’by ini tidak pernah bertemu dengan Umar. Riwayat ini dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Hatim, dari jalur yang lain yang bersumber dari Asy-Sya’by. Juga dikeluarkan oleh Ihnu Jarir dari jalur As-Suddi dari Umar, begitu pula dari jalur Qatadah dan dari Umar, dan kedua riwayat tersebut juga mungati’.

Diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari jalur lain, dari Abdurrahman bin Abu Laili bahwa seorang Yahudi menemui Umar bin Khattab, lalu katanya: “Sesungguhnya Jibril yang disebutkan oleh sahabatmu itu adalah musuh kami.” Maka Jawab Umar: “Barang siapa yang menjadi musuh Allah, musuh malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah menjadi musuhnya.” Katanya: “Maka ayat ini turun mengikuti gaya bahasa Umar.” Demikianlah jalur-jalur ini, sebagian menguatkan lainnya, bahkan Ibnu Jarir menyampaikan adanya ijma’ bahwa demikian itulah yang menjadi asbabun nuzul.

Firman Allah SWT.:

“Dan sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu … sampai dengan akhir ayat.” (Surat Al-Baqarah 99)

Diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim dari jalur Said atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas, katanya: Ibnu Suriya mengatakan kepada Nabi SAW.: “Hai Muhammad, tidak suatu pun yang kamu bawa itu yang kami kenali, dan tidak suatu ayat yang jelas pun yang diturunkan Allah kepadamu!” Maka Allah pun menurunkan mengenai hal itu: “Dan sesungguhnya telah kami turunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas … sampai akhir ayat.” (Surat Al-Baqarah ayat 99)

Malik Ibnu Saif (seorang Yahudi) mengatakan ketika Nabi SAW. dibang:kitkan lalu menyebutkan perjanjian-perjanjian Allah yang dibebankan kepada mereka dan juga janji-Nya kepada mereka tentang Nabi Muhammad: “Demi Allah, Dia tidak menjanjikan apa-apa tentang Muhammad, dan Dia tidak mengambil perjanjian apa pun terhadap kami.” Lalu Allah SWT. menurunkan firman-Nya: “Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, hingga akhir ayat.” (Al-Baqarah: 100)

Firman Allah SWT.:

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan … sampai akhir ayat.” (Surat Al-Baqarah ayat 102)

Diketengahkan oleh Ibnu Jarir, dari Syahr bin Hausyab, katanya: Orangorang Yahudi berkata: “Lihatlah Muhammad, dicampurnya yang hak dengan yang batil, disebutkannya Sulaiman dengan para Anbiya! Bukankah dia seorang ahli sihir yang dapat mengendarai angin?” Maka Allah Ta’ala pun menurunkan: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan … sampai akhir ayat” (Surat Al-Baqarah ayat 102).

Diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari Abul ‘Aliyah, bahwa orang-orang Yahudi sering menanyakan kepada Nabi SAW. tentang beberapa persoalan dalam Taurat, dan tidak satu pun yang mereka tanyakan mengenai hal itu, melainkan Allah menurunkan jawabannya dan mematahkan keterangan-keterangan mereka. Tatkala mereka melihat demikian, mereka berkata: “Orang ini lebih tahu tentang apa yang diturunkan kepada kita dari kita sendiri. Mereka juga menanyakan kepadanya tentang sihir, berdebat dengannya dalam hal ini. Maka Allah pun menurunkan: “Dan mereka mengikuti apa yang telah dibaca oleh setan-setan.” (Surat Al-Baqarah ayat 102)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker