Ulumul Quran

Terjemahan Kitab Lubabun Nuqul Fi Asbabin Nuzul

ASBABUN NUZUL SURAT AL-A’RAF

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Firman Allah SWT.:

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid” (Al-A’raf, 7 : 31).

Imam Muslim telah meriwayatkan melalui Ibnu Abbas. Ibnu Abbas telah mengatakan: Bahwasanya pada zaman Jahiliah ada seorang wanita melakukan tawaf di Ka’bah, sedangkan ia dalam keadaan telanjang bulat kecuali hanya pada bagian kemaluannya yang ditutup memakai secarik kain. Dan ia mengatakan: “Pada hari ini tampak sebagian tubuh atau seluruhnya, anggota tubuh yang terlihat, aku tidak menghalalkannya”. Kemudian turunlah firman Allah SWT.: “Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid …” (AlA’raf, 7:31), dan turun pula firman Allah SWT.: “Katakanlah: Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah …“ (Al-A’raf, 7:32-33).

Firman Allah SWT.:

“Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan …” (Al-A’raf, 7:184)

Ibnu Abu Hatim dan Abusy Syekh mengetengahkan sebuah hadis melalui Qatadah yang mengatakan: “Perawi hadis ini menuturkan kepada kami bahWasanya Nabi SAW. berdiri di atas Bukit Safa, maka beliau menyeru seluruh kalangan kabilah Quraisy. Kemudian Nabi SAW. menyeru mereka puak demi Puak, beliau berseru: ‘Hai Bani Fulan dan hai Bani Fulan’. Beliau memperIngatkan mereka akan azab Allah dan kejadian-kejadiannya. Maka berkatalah juru bicara mereka: “Sesungguhnya kawan kalian ini benar-benar telah gila, dia terus-menerus berteriak hingga pagi hari. Setelah itu turunlah firman Allah SWT.: ‘Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan ‘ (Al-A’raf, 7: 184)”.

Firman Allah SWT.:

“Mereka bertanya kepadamu tentang hari kiamat …” (Al-A’raf 7:187).

Ibnu Jarir dan lain-lainnya telah mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas. Ibnu Abbas mengatakan bahwa Hamil ibnu Abu Qusyair dan Samuel ibnu Zaid berkata kepada Rasulullah SAW.: “Ceritakanlah kepada kami, kapan hari kiamat itu. Jika engkau benar-benar seorang nabi seperti apa yang engkau katakan, niscaya engkau mengetahui kapan saatnya hari kiamat tiba?” Kemudian Allah menurunkan firman-Nya: “Mereka bertanya kepadamu tentang hari kiamat: ‘Kapan terjadinya? …” (Al-A’raf, 7:187).

Ibnu Jarir pun mengetengahkan hadis yang sama melalui Gatadah yang telah mengatakan bahwasanya kabilah Quraisy, dan seterusnya sama dengan hadis di muka.

Firman Allah SWT.:

“Dan apabila dibacakan Al-Qur’an …” (Al-A’raf, 7: 204).

Ibnu Abu Hatim dan lain-lainnya mengetengahkan sebuah hadis melalui Abu, Hurairah. Abu Hurairah mengatakan: “Firman Allah SWT.: ‘Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang” (Al-A’raf, 7:204), diturunkan sehubungan dengan mengangkat suara dengan keras sewaktu bermakmum salat di belakang Nabi SAW.”

Ibnu Abu Hatim mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui Abu Hurairah yang telah mengatakan: “Para sahabat selalu bercakap-cakap sewaktu dibacakan Al-Qur’an, maka turunlah firman Allah SWT.: ‘Dan apabila dibacakan Al-Qur’an …’ (Al-A’raf, 7:204)”.

Ibnu Jarir pun mengetengahkan lagi hadis serupa melalui Abdullah Ibnu Mugqaffal. Sebagaimana ia pun mengetengahkan hadis yang serupa melalui Ibnu Mas’ud.

Ibnu Jarir mengetengahkan hadis ini pula melalui Az-Zuhri. Az-Zuhri mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan seorang pemuda dari kalangan sahabat Ansar, tersebutlah bahwa manakala Rasulullah SAW. membaca sesuatu dari Al-Qur’an, maka pemuda tersebut membarengi bacaan serupa menurutinya.

Sa’id ibnu Mansur di dalam kitab Sunannya mengatakan bahwa telah bercerita kepada kami Abu Misyar melalui Muhammad ibnu Ka’ab. Muhammad ibnu Ka’ab mengatakan bahwasanya para sahabat itu jika menerima pelajaran Al-Qur’an dari Rasulullah SAW., mereka membarengi apa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW., sehingga turunlah ayat ini yang terdapat di dalam surat Al-A’raf, yaitu firman-Nya: “Dan apabila dibacakan AlQuran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang … ” (Al-A’raf 7:204).

Menurut hemat kami, lahiriah makna ayat menunjukkan bahwa ayat ini diturunkan di Madinah.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker