Ulumul Quran

Terjemahan Kitab Lubabun Nuqul Fi Asbabin Nuzul

ASBABUN NUZUL SURAT AL-AN’AM

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang Firman Allah SWT.: “Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya …..” (Surat AlAn’am ayat 19-25).

Ibnu Ishaq dan Ibnu Jarir telah mengetengahkan melalui jalur Sa’id atau Ikrimah dari Ibnu Abbas yang telah mengatakan, bahwa An-Nahham ibnu Zaid, Qarrum ibnu Ka’b dan Bahri ibnu Amr berkata: “Hai Muhammad, kami tidak mengetahui bahwa beserta Allah ada tuhan selain-Nya”. Nabi SAW. menjawab: “Tidak ada tuhan selain Allah, dengan demikianlah aku diutus dan kepada hal itulah aku menyerukan”. Kemudian Allah SWT. menurunkan wahyu sehubungan dengan perkataan mereka itu, yaitu firman-Nya: “Katakanlah ‘Siapakah yang lebih kuat persaksiannya ….” (Surat Al-An’am ayat 19)

Firman Allah SWT.:

“Mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Qur’an dan mereka sendiri menjauhkan diri darinya.” (Surat Al-An’am ayat 26-32)

Al-Hakim telah meriwayatkan, demikian pula yang lain-lainnya melalui Ibnu Abbas yang telah mengatakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Talib, karena ia selalu mencegah orang-orang musyrik menyakiti Rasulullah SAW., akan tetapi ia sendiri menjauhi dari apa yang dibawanya. ‘ Ibnu Abi Hatim telah mengetengahkan melalui Sa’id ibnu Abi Hilal yang telah mengatakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan paman-paman Nabi SAW. yang jumlahnya ada sepuluh orang: mereka adalah orangorang yang paling keras menentang Nabi SAW. secara terang-terangan, dan juga mereka orang-orang yang paling keras menentang Nabi SAW. secara rahasia.

Firman Allah SWT.:

“Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu membuat kamu bersedih hati …..” (Surat Al-An’am ayat 33-51)

Imam Turmuzi dan Imam Hakim telah meriwayatkan melalui Ali, bahwa Abu Jahal pernah berkata kepada Nabi SAW.: “Sesungguhnya kami tidak mendustakanmu, akan tetapi kami hanya mendustakan apa yang engkau sampaikan”. Kemudian Allah SWT. menurunkan firman-Nya: “Mereka sebenarnya tidak mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah” (Surat Al-An’am ayat 33)

Firman Allah SWT.:

“Dan janganlah kamu mengusir …..” (Surat Al-An’am ayat 52-64) Ibnu Hibban dan Al-Hakim telah meriwayatkan melalui Sa’ad ibnu Abu Waqqas yang telah mengatakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan de. ngan enam orang, yaitu saya sendiri, Abdullah ibnu Mas’ud dan empat orang lainnya. Mereka (kaum musyrik) berkata kepada Rasulullah SAW.: “Usirlah mereka (yakni para pengikut Nabi) sebab kami merasa malu menjadi pengikutmu seperti mereka”. Akhirnya hampir saja Nabi SAW. terpengaruh oleh permintaan mereka, akan tetapi sebelum terjadi, Allah SWT. menurunkan firman-Nya: “Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhan: nya … sampai dengan firman-Nya: Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)” (Surat Al-An’am ayat 52-53)

Imam Ahmad, Imam Tabrani dan Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan melalui Ibnu Mas’ud r.a. yang telah mengatakan, bahwa ada segolongan orang-orang Quraisy bertemu dengan Rasulullah SAW., yang ketika itu sedang bersama Khabbab Ibnul Art, Suhaib, Bilal dan Ammar. Kemudian mereka berkata: “Hai Muhammad, apakah engkau suka terhadap mereka, dan merekakah orang-orang yang mendapat anugerah dari Allah di antara kami? Andaikata engkau mengusir mereka niscaya kami mau mengikutimu”. Lalu Allah SWT. menurunkan wahyu-Nya berkenaan dengan mereka, yaitu firmanNya: “Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orangorang yang takut akan dihimpunkan Tuhan … sampai dengan firman-Nya: supaya jelas pula jalan orang-orang yang berdosa” (Surat Al-An’am ayat 51-55)

Dan Ibnu Jarir telah mengetengahkan melalui Ikrimah yang telah mengatakan, bahwa telah datang Atabah ibnu Rabi’ah, Syaibah ibnu Rabi’ah, Mut’im ibnu ‘Adi dan Al-Hars ibnu Naufal beserta para pemuka kabilah Abdu Manaf dari kalangan kaum kafir kepada Abu Talib. Kemudian mereka berkata kepadanya: “Seandainya anak saudaramu mengusir hamba-hamba sahaya tersebut, niscaya ia sangat kami agungkan dan akan ditaati di kalangan kami serta ia lebih dekat kepada kami, dan niscaya kami akan mengikutinya”. Lalu Abu Talib menyampaikan permintaan mereka kepada Nabi SAW., ‘Umar Ibnul Khattab mengusulkan: “Bagaimana jika engkau melakukan apa yang mereka pinta itu, kemudian mari kita lihat apa yang akan mereka kehendaki”. Akan tetapi kemudian Allah SWT. menurunkan firman-Nya: “Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang ta: kut akan dihimpunkan … sampai dengan firman-Nya: Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya) (Surat AlAn’am ayat 51-53). Mereka yang dimaksud adalah Bilal, Ammar ibnu Yasir, Salim bekas budak Ibnu Huzaifah, Saleh bekas budak Usaid, Ibnu Mas’ud, AlMigdad ibnu Abdullah, Wagid ibnu Abdullah Al-Hanzali dan orang-orang yang miskin seperti mereka. Akhirnya Umar menghadap Nabi SAW. seraya memohon maaf atas perkataannya itu. Setelah itu turunlah firman-Nya: “Apa bila datang kepadamu orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami (Surat Al-An’am ayat 54)

Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan selain mereka berdua telah mengetengahkan melalui Khabbab yang telah berkata, bahwa Al-Agra’ ibnu Habis dan Uyainah ibnu Hisn telah datang menghadap, lalu mereka menemukan Rasulullah SAW. bersama Suhaib, Bilal, Ammar, dan Khabbab, dalam keadaan duduk-duduk ditemani oleh segolongan kaum mukmin yang lemah-lemah. Tatkala mereka melihat orang-orang tersebut berada di sekitar Nabi SAW., mereka menghina orang-orang lemah sahabat Nabi itu. Kemudian mereka menemui Nabi SAW. secara tertutup, lalu mereka berkata: “Kami menghendaki engkau membuat suatu majelis tersendiri untuk kami, tentu engkau telah mengetahui kedudukan kami di kalangan orang-orang Arab. Sebab para utusan Arab sering datang kepadamu: kami merasa malu apabila datang utusan orang-orang Arab, mereka melihat kami bersama dengan budak-budak itu. Untuk itu kami minta apabila kami datang kepadamu, harap engkau mengusir mereka dari sisimu, dan apabila kami telah selesai bertemu denganmu, maka kami persilakan engkau duduk-duduk kembali bersama mereka jika hal itu engkau kehendaki”. Nabi SAW. menjawab: “Ya”. Kemudian setelah itu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya: “Janganlah kamu mengusir orangorang yang menyeru Tuhannya ….” (Surat Al-An’am ayat 52). Kemudian Allah SWT. menyebutkan tentang Al-Aqra’ dan temannya itu melalui firman-Nya: : “Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang yang miskin)……” (Surat Al-An’am ayat 53). Dan tersebutlah bahwa Rasulullah SAW. sering duduk-duduk bersama kami, apabila ia bermaksud pergi, maka ia berdiri dan meninggalkan kami masih dalam keadaan duduk. Setelah itu turunlah firman Allah: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya …..” (Surat Al-Kahfi ayat 28). Ibnu Kasir berkata: “Hadis ini adalah hadis garib, sebab sesungguhnya ayat ini adalah Makkiyah, sedangkan Al-Agra’ dan Uyainah sesungguhnya mereka berdua baru masuk Islam sesudah lewat satu tahun masa hijrah”.

Al-Faryabi dan Ibnu Abi Hatim telah mengetengahkan melalui Mahan yang telah mengatakan, bahwa pada suatu hari ada orang-orang datang menemui Nabi SAW. Kemudian mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah melakukan dosa-dosa yang besar”, akan tetapi Nabi SAW. sama sekali tidak menjawab pertanyaan mereka. Kemudian Allah menurunkan firman-Nya: “Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu …..” (Surat Al-An’am ayat 54)

Firman Allah SWT.:

“Katakanlah: “Dialah yang berkuasa …..” (Surat Al-An’am ayat 65-81) Ibnu Abi Hatim telah mengetengahkan melalui Zaid ibnu Aslam yang telah mengatakan, bahwa tatkala ayat ini turun, yaitu firman-Nya: “Katakanlah: Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu ..” (Surat Al-An’am ayat 65), Rasulullah SAW. bersabda: “Janganlah kamu kembali menjadi kufur sesudahku, di mana sebagian kamu memukul leher sebagian lainnya dengan pedang”. Kemudian para sahabat berkata: “Bukankah kami telah bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan sesungguhnya engkau adalah sebagai utusan-Nya?” Sedangkan sebagian orang-orang mengatakan: “Tidak akan terjadi selamanya sebagian di antara kami memukul sebagian lainnya sedangkan kami sama-sama sebagai kaum muslim”. Kemudian turunlah ayat: “Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tandatanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahaminya. Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal azab itu benar adanya. Katakanlah: “Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusanmu”. Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui”. (Surat Al-An’am ayat 65—67)

Firman Allah SWT.:

“Orang-orang yang beriman …..” (Surat Al-An’am ayat 82—90)

Ibnu Abi Hatim telah mengetengahkan melalui Ubaidullah ibnu Zahrin dari Bakr ibnu Sawwadah yang telah mengatakan, bahwa ada seseorang lelaki dari kalangan musuh yang telah melakukan penyerangan terhadap orang-orang muslim, lalu ia sempat membunuh seorang dari mereka. Kemudian ia melakukan penyerangan lagi kepada mereka dan sempat membunuh seseorang lagi dari kalangan mereka. Dan ia melakukan penyerangan lagi kemudian sempat membunuh seseorang di antara mereka. Setelah itu ia bertanya: “Apakah Islam bermanfaat bagi diriku sesudah kesemuanya itu?” Rasulullah SAW. menjawab: “Ya”. Lalu lelaki itu menghardik kudanya terus langsung menyerang teman-temannya, hingga ia dapat membunuh satu orang, kemudian seorang lagi, akhirnya ia sendiri terbunuh (gugur). Bakr ibnu Sawwadah melanjutkan perkataannya: “Para sahabat berpendapat, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan kisah lelaki itu, yaitu firman-Nya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik)” (Surat Al-An’am ayat 82)

Firman Allah SWT.:

“Dan mereka tidak menghormati Allah …” (Surat Al-An’am ayat 21)

Ibnu Abi Hatim telah mengetengahkan melalui Sa’id ibnu Jubair yang mengatakan, bahwa ada seorang lelaki Yahudi yang dikenal dengan nama Malik ibnus Saif, bersengketa dengan Nabi SAW. Kemudian Nabi SAW. berkata kepadanya: “Kuminta kepadamu demi Yang menurunkan kitab Taurat kepada Musa, apakah engkau menemukan di dalam kitab Taurat, bahwasanya Allah SWT. membenci pendeta yang gemuk? — sedangkan laki-laki itu adalah seorang pendeta Yahudi yang berbadan gemuk —”. Akhirnya si laki-laki Yahudi itu marah-marah, seraya berkata: “Allah sama sekali tidak pernah menurunkan apa pun kepada manusia”. Lalu para sahabat berkata: “Alangkah celakanya kamu ini, apakah Ia juga tidak menurunkan sesuatu (Kitab) kepada Musa?” Kemudian Allah SWT. menurunkan firman-Nya: “Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya ….. ” (Surat Al-An’am ayat 91). Hadis ini berkedudukan Mursal.

Ibnu Jarir telah mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui jalur Ikrimah, dan hadis lainnya telah disebutkan di dalam surat An-Nisa.

Ibnu Jarir telah mengetengahkan melalui jalur Ibnu Abu Talhah dari Ibnu Abbas yang telah mengatakan, bahwa orang-orang Yahudi pernah mengatakan: “Demi Allah, Allah tidak pernah menurunkan suatu kitab pun dari langit”, lalu turunlah ayat di atas.

Firman Allah SWT.:

“Dan siapakah yang lebih zalim …..” (Surat Al-An’am ayat 93)

Ibnu Jarir telah mengetengahkan melalui Ikrimah sehubungan dengan firman Allah: “Dan siapakah yang lebih zalim dari orang yang membuat kedustaan terhadap Allah, atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya, padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya” (Surat Al-An’am ayat 93). Ikrimah mengatakan bahwa ayat ini diturunkan sehubungan dengan Musailamah dan orang yang mengatakan: “Aku juga diberi wahyu seperti yang telah diturunkan oleh Allah”. Kemudian Ikrimah melanjutkan perkataannya: “Ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abdullah ibnu sa’ad ibnu Abu Sarh, dia adalah sekretaris Nabi SAW. Pada suatu ketika ia disuruh menulis oleh Nabi SAW., kalimah “Azizun Hakim? (Mahaperkasa lagi Mahabijaksana), akan tetapi ia menuliskan “Gafurun Rahim’ (Maha Pengampun lagi Maha Penyayang). Lalu surat hasil tulisannya itu dibaca (dan ia mendapat teguran), akan tetapi ia menjawab: “Ya, itu sama saja”. Tidak lama kemudian ia menjadi kufur kembali dan bergabung dengan orang-orang Quraisy.

Dan telah diketengahkan pula melalui As-Suddi hadis yang sama, akan tetapi di dalam riwayatnya terdapat tambahan, yaitu: Abdullah ibnu Sa’ad ibnu Sarh berkata: “Jika Muhammad telah diberi wahyu, maka sesungguhnya aku pun telah diberi wahyu pula. Dan jika Allah telah menurunkan wahyu kepadanya, maka kepadaku pun telah diturunkan wahyu seperti apa yang diturunkan oleh Allah. Muhammad telah mengatakan Sami’an ‘Aliman (Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui), maka aku katakan ‘Aliman Hakiman (Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana)”.

Firman Allah SWT.:

“Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri …” (Surat Al-An’am ayat 94-107)

Ibnu Jarir dan lain-lainnya telah mengetengahkan melalui Ikrimah yang telah mengatakan, bahwa An-Nadr ibnul Haris telah berkata: “Lata dan ‘Uzza pasti akan memberikan syafaat kepadaku”, kemudian turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya: “Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri … Sampai dengan firman-Nya: bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu” (Surat Al-An’am ayat 94)

Firman Allah SWT.:

“Dan janganlah kamu memaki …..” (Surat Al-An’am ayat 108) Abdurrazzag telah mengatakan, bahwa Mu’ammar telah menceritakan kepada kami melalui Qatadah. Qatadah telah bercerita, bahwa dahulu orang-orang muslim sering memaki berhala-berhala orang-orang kafir, pada akhirnya orang-orang kafir balas memaki Allah, kemudian Allah SWT. menurunkan firman-Nya: “Dan janganlah kamu memaki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah …..” (Surat Al-An’am ayat 108)

Firman Allah SWT.:

“Mereka bersumpah …..” (Surat Al-An’am ayat 109-117)

Ibnu Jarir telah mengetengahkan melalui Muhammad ibnu Ka’ab Al-Qurazi yang telah mengatakan, bahwa Rasulullah SAW., pernah berbicara kepada orang-orang Quraisy, kemudian orang-orang Quraisy menjawab: “Hai Muhammad, engkau telah bercerita kepada kami, bahwa Musa itu memiliki tongkat yang dapat menghancurkan batu (jika dipukulkan), dan Isa itu dapat menghidupkan kembali orang yang telah mati, dan kaum Samud (Nabi Saleh) itu mempunyai unta. Maka datangkanlah kepada kami ayat-ayat (mukjizatmukjizat) sehingga kami dapat mempercayaimu?” Rasulullah SAW. menjawab: “Mukjizat apakah yang kamu sukai agar aku mendatangkannya kepada kamu?” Mereka menjawab: “Engkau harus menjadikan gunung Safa menjadi emas demi kami semua”. Rasulullah SAW., berkata: “Jika aku dapat membuktikannya apakah kamu mau percaya kepadaku”. Mereka menjawab: “Ya, demi Allah”. Kemudian Rasulullah SAW. berdiri dan berdoa, lalu datanglah malaikat Jibril yang langsung berkata: “Apabila engkau menghendakinya pastilah Gunung Safa itu menjadi emas. Akan tetapi apabila sesudah itu mereka masih juga tidak mau beriman, niscaya aku mengazab mereka. Dan jika engkau menghendaki (kebaikan) maka biarkanlah mereka sehingga bertobat orang-orang yang mau bertobat dari kalangan mereka”. Setelah itu lalu Allah menurunkan firman-Nya: “Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan … sampai dengan firman-Nya: tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui” (Surat Al-An’am ayat 109-111)

Firman Allah SWT.:

“Maka makanlah …..” (Surat Al-An’am ayat 118-121)

Abu Dawud dan At-Turmuzi telah meriwayatkan melalui Ibnu Abbas yang telah mengatakan, bahwa ada segolongan orang-orang datang kepada Nabi SAW., lalu mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kami hanya diperbolehkan memakan hewan yang kami bunuh, sedangkan kami tidak diperbolehkan memakan hewan yang dibunuh oleh Allah (mati sendiri, pent.)?” Lalu Allah menurunkan firman-Nya: “Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya … sampai dengan firman-Nya: dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang musyrik” (Surat Al-An’am ayat 118-121)

Abu Dawud dan Al-Hakim serta lain-lainnya telah mengetengahkan melalui Ibnu Abbas sehubungan dengan firman Allah SWT.: “Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu” (Surat Al-An’am ayat 121). Ibnu Abbas mengatakan, bahwa mereka mengatakan: “Apa yang disembelih oleh Allah, jangan kamu makan, dan apa yang kamu sembelih, kamu boleh memakannya”, kemudian setelah itu Allah menurunkan ayat di atas.

At-Tabrani dan lain-lainnya mengetengahkan melalui Ibnu Abbas yang telah mengatakan: bahwa tatkala turun firman Allah: “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya” (Surat Al-An’am ayat 121), orang-orang Persia mengirim surat kepada orang-orang Quraisy, agar mereka membantah Muhammad dan mengatakan kepadanya: “Hewan yang engkau sembelih sendiri dengan pisaumu adalah halal, sedangkan hewan yang disembelih oleh Allah dengan pisau emas, yakni mati sendiri, hewan itu haram”. Kemudian turunlah firman Allah SWT.: “Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu” (Surat Al-An’am ayat 121). Ibnu Abbas memberikan penafsirannya bahwa yang dimaksud dengan setan ialah orang-orang Persia dan yang dimaksud dengan kawan-kawannya adalah orang-orang Quraisy.

Firman Allah SWT.:

“Dan apakah orang yang sudah mati …..” (Surat Al-An’am ayat 122) Abusy Syaikh telah mengetengahkan melalui Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: “Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan ..” (Surat Al-An’am ayat 122). Ibnu Abbas berkata: “Ayat ini diturunkan berkenaan dengan Umar dan Abu Jahal”.

Ibnu Jarir telah mengetengahkan pula hadis yang sama melalui Ad-Dahhak.

Firman Allah SWT.:

Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya, dan janganlah kamu berlebih-lebihan …..” (Surat Al-An’am ayat 141)

Ibnu Jarir telah mengetengahkan melalui Abul Aliyah yang telah mengatakan: bahwa mereka (kaum muslim) memberikan sesuatu dari hasil perkebunannya kecuali hanya zakat, sesudah itu lalu mereka berfoya-foya dengan Selebihnya, kemudian turunlah ayat ini.

Dan telah diketengahkan melalui Ibnu Juraij bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Sabit Ibnu Qais ibnu Syimas yang menebang pohon kurma miliknya, kemudian ia bagi-bagikan buahnya hingga sore hari, sesudah itu ia tidak lagi memiliki buah kurma.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker