Firman Allah SWT.:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu …”. (An-Nisa ayat 163)
Ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. yang telah menceritakan, bahwa Adi ibnu Zaid telah berkata: “Kami belum pernah mengetahui bahwa Allah SWT. telah menurunkan sesuatu (wahyu) kepada seorang pun sesudah Musa”. Kemudian Allah SWT. menurunkan ayat: “Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu —tetapi Allah mengakui Al-Qur’an yang diturunkan-Nya kepadamu (An-Nisa ayat 166)
Ibnu Ishaq telah meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas, bahwa segolongan orang-orang Yahudi datang berkunjung kepada Rasulullah SAW.,, lalu Rasulullah SAW. bersabda kepada mereka: “Sesungguhnya aku telah mengetahui bahwa kamu sekalian mengetahui aku adalah utusan Allah”. Mere. ka menjawab: “Kami tidak mengetahui hal itu”, kemudian Allah SWT. menurunkan ayat: “Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu —tetapi Allah mengakui Al-Qur’an yang diturunkan-Nya kepadamu … sampai akhir ayat. (An-Nisa ayat 166).
Firman Allah SWT.:
“Mereka meminta fatwa kepadamu —tentang kolalah—.
Katakanlah:
“Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah …”. (An-Nisa ayat 176)
Imam Nasa-i telah meriwayatkan sebuah hadis dari jalur Abu Az-Zubair dari Jabir r.a. yang telah bercerita: “Aku sedang terserang penyakit, tiba-tiba masuklah Rasulullah SAW. menjengukku. Lalu aku berkata kepadanya: “Wahai Rasulullah, aku mewasiatkan sepertiga hartaku kepada saudara-saudara perempuanku’. Rasulullah SAW. menjawab: Sangat baik’. Aku berkata lagi: (Bagaimana) dengan separo hartaku? Beliau menjawab: “Sangat baik’. Setelah itu ia keluar, akan tetapi tidak lama kemudian masuk lagi menemuiku seraya bersabda: “Aku mempunyai firasat bahwa engkau tidak akan mati dalam sakitmu kali ini. Sesungguhnya Allah SWT. telah menurunkan wahyu —atau Ia telah menjelaskantentang bagian saudara-saudara perempuanmu yaitu sebanyak dua pertiga”.
Jabir sesudah peristiwa itu sering mengatakan, bahwa ayat: “Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: ‘Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah ….” (An-Nisa ayat 176), adalah diturunkan sehubungan dengan kasusku itu.
Al-Hafiz ibnu Hajar telah berkata: “Kisah tentang Jabir yang ini adalah berbeda dengan kisahnya yang telah disebutkan di awal surat ini”.
Ibnu Mardawaih telah mengetengahkan sebuah hadis dari Umar r.a., bahwa Umar r.a. pernah menanyakan tentang cara bagi waris kalalah (seseorang yang mati meninggalkan ahli-ahli waris yang terdiri atas saudara-saudara perempuan, pent.) kepada Nabi SAW. Kemudian Allah SWT. menurunkan ayat: “Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah … sampai dengan akhir ayat” (An-Nisa ayat 176)
Sebuah Peringatan
Apabila Anda renungkan dalam-dalam tentang latar belakang turunnya ayat yyat surat ini (Surat An-Nisa) yang telah kami jelaskan dengan panjang lebar, maka secara tidak langsung berarti Anda telah menemukan sanggahan terhadap orang-orang yang mengatakan, bahwa surat ini Makkiyyah.









One Comment