Ulumul Quran

Terjemahan Kitab Lubabun Nuqul Fi Asbabin Nuzul

ASBABUN NUZUL SURAT YUNUS

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Firman Allah SWT.:

“Patutkah menjadi keheranan bagi manusia …” (Q.S. 10 Yunus, 2).

.Imam Ibnu Jarir telah mengetengahkan sebuah hadis melalui jalur AdDahhak bersumber dari Ibnu Abbas r.a. yang telah menceritakan bahwa ketika Allah mengangkat Nabi Muhammad menjadi rasul, maka orang-orang Arab mengingkari hal tersebut, atau sebagian dari mereka mengingkarinya. Mereka mengatakan: “Mahabesar Allah dari menjadikan Rasul-Nya seorang manusia”. Maka Allah SWT. menurunkan firman-Nya: “Patutkah menjadi keheranan bagi manusia …” (Q.S. 10 Yunus, 2). Dan Allah SWT. menurunkan pula firman-Nya: “Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki …” (Q.S. 21 Al-Anbiya’, 7).

Ketika Allah mengulang-ulang hujjah-Nya terhadap orang-orang musyrik, lalu mereka berkata: “Jika Rasul itu adalah seorang manusia, maka sudah barang tentu ia bukanlah Muhammad, karena ada orang yang lebih berhak memangku jabatan tersebut selainnya. Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari galah satu dua negeri (Mekah dan Taif) ini?” Mereka mengatakan bahwa ada orang yang lebih mulia daripada Muhammad. Yang mereka maksudkan adalah Al-Walid ibnul Mughirah dari Mekah, dan Mas’ud ibnu Amr As-Saqafiy dari Taif. Maka sebagai sanggahan terhadap mereka, lalu Allah menurunkan firman-Nya: “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu (Q.S. 43 Az-Zukhruf, 32).

ASBABUN NUZUL SURAT HUD

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Firman Allah SWT.:

“Ingatlah, sesungguhnya mereka memalingkan dada mereka …” (Q.S. 11 Hud, 5).

Sehubungan dengan ayat di atas Imam Bukhari di dalam kitab sahihnya telah meriwayatkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang telah menceritakan bahwa ada orang-orang yang merasa malu untuk menunaikan hajat besar karena kemaluan mereka dapat dilihat dari langit, juga merasa malu untuk berjima’ dengan istri-istri mereka karena kemaluan mereka dapat dilihat dari langit. Kemudian turunlah firman Allah di atas tadi mengenai perihal mereka.

Akan tetapi,Imam Ibnu Jarir dan lain-lainnya telah mengetengahkan hadis melalui Abdullah ibnu Syaddad yang telah menceritakan bahwa jika salah seorang di antara orang-orang munafik melihat Nabi SAW.,ia memalingkan dadanya supaya Nabi SAW. tidak melihatnya. Kemudian turunlah ayat int.

Ibnu Abu Hatim telah mengetengahkan sebuah hadis melalui Qatadah yang telah menceritakan bahwa ketika turun firman Allah:

“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka”. (Q.S. 21 Al-Anbiya”, 1).

Maka orang-orang berkata: “Sesungguhnya hari kiamat telah dekat masanya”, Oleh sebab itu, maka mereka saling melakukan nahi munkar. Ada suatu kaum yang melakukan nahi munkar, tetapi hanya sebentar, kemudian mereka kembali melakukan perbuatan jahat yang biasa mereka lakukan. Maka Allah SWT. menurunkan firman-Nya:

“Dan sesungguhnya jika kami undurkan azab dari mereka sampai pada suatu waktu yang ditentukan …” (Q.S. 11 Hud, 8)

Imam Ibnu Jarir telah mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui Jurajj.

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkan sebuah hadis melalui Ibnu Mas’ud yang telah menceritakan bahwa ada seorang laki-laki yang telah mencium perempuan bukan muhrimnya. Kemudian laki-laki itu datang kepada Nabi SAW.,lalu menceritakan semua yang dialaminya itu. Maka Allah menurunkan firman-Nya:

“Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan dari malam hari. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk.” (Q.S. 11 Hud, 114).

Selanjutnya laki-laki itu bertanya: “Apakah hal ini khusus bagi diriku saja?” Maka Nabi SAW. menjawab: “Berlaku untuk semua umatku”.

Imam Turmuzi dan lain-lainnya telah meriwayatkan sebuah hadis melalui Abul Yusr yang telah menceritakan, “Aku kedatangan seorang wanita yang mau membeli buah kurma. Lalu aku katakan kepadanya bahwa di dalam rumah terdapat buah-buah kurma yang lebih baik daripada yang di luar. Kemudian wanita itu masuk ke dalam rumah bersamaku, dan (sesampainya di dalam rumah) aku peluk dia dan kuciumi. Setelah peristiwa itu aku meng:hadap kepada Rasulullah SAW. dan menceritakan semua kisah yang kualami itu kepadanya. Maka Nabi SAW. bersabda: “Apakah engkau berani berbuat khianat seperti itu terhadap istri seorang mujahid yang sedang berjuang di jalan Allah? Selanjutnya Rasulullah SAW. menundukkan kepalanya dalam waktu yang cukup lama hingga Allah SWT. menurunkan wahyu-Nya kepadanya, yaitu:

“Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang)… (Q.S. 11 Hud, 114).

Sampai dengan firman-Nya:

Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat (Q.S. 11 Hud, 114)

Hadis yang serupa telah disebutkan pula melalui hadisnya Abu Umamah, Mu’at ibnu Jabal, Ibnu Abbas, Buraidah, dan para sahabat lainnya. Hadis hadis mereka telah disebutkan secara lengkap di dalam kitab Turjumanul Quran.

ASBABUN NUZUL SURAT YUSUF

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Imam Hakim telah meriwayatkan sebuah hadis, demikian pula imam-imam lainnya, melalui Sa’ad ibnu Abu Waqqas yang telah menceritakan bahwasanya Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi SAW. selama beberapa waktu, kemudian Nabi SAW. membacakannya kepada mereka (para sahabat) selama beberapa masa. Lalu mereka berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau tidak pernah bercerita tentang kisah-kisah kepada kami?” Lalu Allah SWT. menurunkan firman-Nya: “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik.” (Q.S. 39 Az-Zumar, 23). Akan tetapi, menurut hadis yang diketengahkan oleh Imam Ibnu Abu Hatim ditambahkan, maka para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, sudilah kiranya engkau menyebutkan kisah-kisah kepada kami”. Lalu Allah SWT. menurunkan firman-Nya:” Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang berIman untuk tunduk hati …” (Q.S. 57 Al-Hadid, 16). Imam Ibnu Jarir telah mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. yang telah menceritakan bahwa para sahabat berkata kepada Rasulullah SAW.: “Wahai Rasulullah, sudikah engkau menceritakan tentang kisah-kisah kepada kami?”. Lalu Allah menurunkan firman-Nya: “Kami menceritakan ke: padamu kisah yang paling baik …” (Q.S. 12 Yusuf, 3). Ibnu Murdawaih telah mengetengahkan pula hadis yang serupa, dengan mengambil jalur periwayatan yang bersumber dari Abdullah ibnu Mas’ud r.a.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker