PRAKATA PENULIS
Segala puji bagi Allah Tuhan alam semesta. Pujian yang memenuhi segala nikmat-Nya, dan membalas tambahan dari-Nya. Shalawat dan salam kepada junjungan dan pemberi syafaat kami, Muhammad, yang diutus sebagai rahmat bagi alam semesta. Begitu juga kepada keluarga dan sahabatnya semua, serta setiap pengikut mereka dalam kebaikan hingga hari kiamat.
Wa badu, ini adalah ringkasan penting tentang masalah kesucian, haidh, nifas, dan shalat serta lain-lainnya, yang perlu diketahui oleh wanita yang beriman. Telah disampaikan kepada kami dari junjungan kami al-Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur’ ra, bahwa sesungguhnya beliau menyukai seseorang yang mengumpulkan tulisan seperti ini (seputar figih wanita) agar dibaca oleh para wanita di dalam pertemuan-pertemuan mereka, lalu agar mereka mempelajari makna-maknanya atau makna yang serupa dengan hal itu. Sebab, sesungguhnya mempelajari ilmu hukumnya wajib bagi orang Islam baik laki-laki atau wanita seperti yang tersebut di dalam hadits.
Abu ad-Darda ra mengatakan bahwa dirinya mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa menempuh jalan mencari ilmu di dalamnya, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu sebagai rasa ridha. Sesungguhnya seorang yang berilmu, akan dimintakan ampun oleh siapa yang ada di langit dan bumi hingga ikan-ikan di air. Keutamaan seorang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan di antara planet-planet. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya para Nabi tak mewariskan dinar atau dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Maka barang siapa yang menimbanya, maka ia telah mendapat keberuntungan yang melimpah.” (Hadits di atas diriwayatkan oleh Abu Daud, atTurmudzi dan selain mereka).
Merupakan sesuatu yang masyhur bagi mereka yang berkecimpung dalam ilmu bahwa, menyibukkan diri dengan ilmu termasuk amal taat yang utama dan sarana mendekatkan yang terbaik kepada Allah. Mengajarkan seperti kitab yang ringkas seperti ini dalam pertemuan-pertemuan para wanita, lebih utama daripada kesibukkan lain yang mereka lakukan seperti berzikir, atau berbicara yang mubah. Semua itu karena telah diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr, bahwa Rasulullah Saw keluar dan mendapati dua majelis. Majelis yang di dalamnya mendalami ilmu agama, dan majelis yang di dalamnya berdoa dan meminta kepada Allah. Maka beliau Saw bersabda, “Kedua majelis ini mengarah kepada kebaikan. Mereka berdo’a kepada Allah Swt. Sedangkan mereka, belajar dan memahamkan orang-orang yang bodoh, maka mereka lebih utama. Melalui pembelajaran aku diutus.” Lalu beliau Saw duduk bersama mereka (majelis yang mendalami agama). (HR. Abdullah ibn Majah).
Kitab ini telah aku beri judul At-Tadzkirah Al-Hadramiyyah Seputar Masalah Agama yang Wajib Diketahui Wanita. Kitab ini – alhamdulillah – telah mencakup beberapa hukum syariat Allah yang tidaklah seorang hamba selamat dari bencana hari kiamat kecuali dengan mempelajari dan mengamalkannya.
Jika halini telah diketahui, maka hal-hal yang tergolong wajib bagi kalian wahai wanita, adalah memperhatikan bacaan-bacaan seperti kitab yang berisikan peringatan yang bermanfaat ini insya Allah. Begitu juga dengan membaca, memahami makna-maknanya dan mengamalkannya hingga kalian keluar dari kegelapan kebodohan menuju kepada cahaya ilmu. Allah Swt berfirman, “Katakanlah (Muhammad), apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang-orang yang ingat hanyalah orang-orang yang berakal.”
Ketahuilah wahai para wanita, sesungguhnya Allah Swt menyeru kalian sebagaimana seruan-Nya kepada para lelaki. Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang beriman, laki-laki dan perempuan yang dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, dan laki-laki dan prempuan yang banyak menyebut nama Allah. Maka Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang benar.”
Allah telah memerintahkan Rasul-Nya Saw agar membaiat kalian seperti membaiat kaum lelaki. Dia Swt berfirman, “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anakanaknya, dan tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka (maksudnya mengakui seorang anak yang bukan anaknya), serta tidak akan mendurhakaimu dalam perbuatan yang baik, maka adakanlah baiat dengan mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Telah diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari di dalam kitab shahihnya -seperti telah dijelaskan dengan ucapan beliau (dalam bab “Apakah Sebaiknya Dijadikan Satu Hari Bagi Wanita Agar Menuntut Ilmu) -melalui sanad (mata rantai perawi hadits) beliau, dari Abu Sa’id al-Khudriy ra, beliau berkata, “Para wanita berkata kepada Nabi Saw, “Kaum lelaki menguasaimu Saw dari kami (sehingga para wanita memiliki kesempatan sedikit dengan Nabi Saw), maka jadikanlah untuk kami satu hari agar kami mendapat bagian darimu.” Maka beliau Saw menjanjikan satu hari untuk menemui mereka. Lalu beliau Saw menasehati dan mengajak mereka. Diantara yang disampaikan Nabi Saw kepada mereka para wanita, “Tidaklah seseorang di antara kalian wahai wanita, yang mempersembahkan tiga anaknya”, kecuali mereka akan menjadi tirai baginya dari api neraka.” Seorang wanita bertanya, “Bagaimana jika dua anak?” Beliau Saw menjawab, “Begitu juga dua anak.”
Lalu beliau berkata di dalam (bab. Malu dalam mencari ilmu), bahwa Mujahid berkata, Tak akan mendapatkan ilmu orang yang malu dan sombong. Aisyah berkata, Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Rasa malu tak mencegah mereka untuk mendalami agama.









One Comment