BAB KEEMPAT: Tentang Hak-hak Orang Tua dan Suami, Serta Tercelanya Perbuatan Bersolek Memamerkan Kecantikan
Hak-hak Orang Tua
Tentang hak-hak orang tua, maka Allah Swt telah berfirman, “Sembahlah Allah dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan apapun, serta berbuat baiklah kepada orang tua?” Allah berfirman, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya Sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil”? Rasulullah Saw “bersabda “Berbaktilah kepada orang tua kalian, niscaya anak.
anakmu akan berbakti kepada kalian” Beliau Saw bersabda, “Surga di bawah kaki ibu.”
Junjungan kami al-Haddad’ ra berkata:
“Dan kedua orang tua, mereka memiliki hak yang harus ditunaikan bagi mereka yang bertakwa, begitu juga hak terdekat karena nasab.”
Diharuskan bagi wanita untuk mengerti hak orang tua, berbakti kepada mereka, dan tidak menentang ucapan mereka. Sesungguhnya Allah Swt telah mewajibkan kepada kita agar patuh terhadap perintah mereka berdua.
Wahai para wanita, renungkanlah firman-Nya (di atas) yang Maha Besar sebutan bagi-Nya, Dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak”, yakni benar-benar berbuat baik kepada mereka berdua dengan sebenar-benarnya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ah, maksudnya jika ayah atau ibumu telah mencapai usia lanjut, maka diwajibkan bagimu untuk menghormati dan mengagungkan mereka berdua serta beradab di hadapan mereka berdua. Bakti itu sampai pada batasan tidak diperbolehkan mengucapkan “ah, maksudnya tidak mengucapkan di hadapan mereka berdua kata-kata seperti yang dicontohkan di atas yang menunjukkan bosan atau gerutu. “Dan janganlah engkau membentak keduanya’, yakni jangan kau bentak mereka berdua, akan tetapi beradablah kepada mereka berdua. Dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik, maksudnya, jika kau berbicara kepada mereka berdua, maka berbicaralah dengan perkataan yang baik. Perkataan yang kau inginkan anak-anakmu nantinya berbicara kepadamu dengannya. ‘Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang, maksudnya merendahlah di hadapan kedua orang tuamu, dan jadilah kau memaklumi mereka sebagai rahmatmu kepada mereka berdua. Dan ingatlah rahmat mereka berdua kepadamu, dan juga belas kasih | mereka berdua kepadamu saat kau masih kecil. “Dan ucapkanlah, Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil’. Ayat ini cukup sebagai dalil atas kemuliaan orang tua dan besarnya hak mereka berdua yang harus Dipenuhi oleh anak-anak mereka.
Renungkanlah makna sabda beliau Saw, “Berbaktilah kepada kedua orang tua kalian, maka anak-anak kalian akan berbakti kepada kalian” Maksud dari sabda ini, jika kalian mendirikan kewajiban berbakti kepada kedua orang tua kalian, maka Allah akan memberikan rezeki kepada kalian, anak-anak yang akan mendirikan kewajiban berbakti kepada kalian. Siapa di antara kalian yang berbakti kepada ayah dan ibunya, maka dia akan mencapai empat kabar gembira ini yang dikabarkan oleh Rasul Saw. Kabar itu adalah, Allah akan memanjangkan umurnya, Allah akan memberikan rezeki kepadanya anak yang hidup dan mendirikan bakti kepadanya seperti dia dulunya berbakti kepada orang tuanya, serta di atas semua ini, dia akan mendapat ridha Tuhan dan Penciptanya.
Telah diriwayatkan dari Nabi Saw, bahwa beliau bersabda, “Ridha Allah terdapat pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah terdapat pada murka kedua orang tua.” Diriwayatkan dari Allah Swt, bahwa Dia berfirman, “Barangsiapa bangun di pagi hari melakukan perbuatan yang mendatangkan ridha-Ku, namun dia menjadikan kedua orang tuanya murka, maka Aku menjadi murka kepadanya. Dan Barangsiapa bangun di pagi hari melakukan perbuatan yang mendatangkan murka-Ku, namun dia menjadikan keuda orang tuanya ridha, maka aku menjadi ridha kepadanya”
Apakah seseorang di antara kalian ingin mendapat murka Allah dan anak-anak yang tak berbakti? Jika kalian dalam kondisi seperti itu, maka janganlah kalian rela kepada diri kalian. Bersegeralah menghormati kedua orang tua kalian, mentaati perintah mereka berdua, berbuat baik kepada mereka berdua. Juga mendahulukan mereka berdua dalam hal bakti, menjaga silaturrahmi, dan perbuatan baik daripada diri sendiri, anak dan selain mereka berdua, serta tidak merasa berat dalam menjalankan perintah mereka berdua.
Berhati-hatilah kalian dari Iblis yang menyesatkan sehingga kalian mengingkari perintah mereka berdua. Sebab durhaka kepada kedua orang tua termasuk dosa besar. Tidakkah kalian mendengar sabda beliau Saw, “Dosa yang terbesar ada tiga, menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, dan kesaksian palsu.” Begitu pula sabda beliau Saw yang lain, “Ada tiga (orang) yang diharamkan oleh Allah Swt dari surga, peminum arak, pendurhaka kepada orang tua, dan dayyuts, yaitu suami yang membiarkan keburukan pada istrinya (membiarkan perbuatan yang mengarah kepada zina pada istrinya – Penerj.).”
Ketahuilah bahwa berbakti kepada ibu berlipat ganda dari berbakti kepada ayah, seperti yang diriwayatkan dalam hadits. Al-Habib Abdullah al-Haddad ra berkata (dalam kitab an-Nasha’ih): Boleh jadi semua itu dikarenakan rasa lelah saat hamil dan kesulitannya yang dirasakan oleh ibu, perjuangannya yang berat saat melahirkan, menyusui dan mendidik, serta kelembutan dan rasa iba yang lebih pada ibu, wallahu a’lam. Seseorang telah bertanya kepada Nabi Saw, “Siapakah manusia yang paling berhak atas persahabatanku yang baik? Maksudnya berhak atas baktiku dan aku sambung silaturrahmi dengannya?” Beliau Saw menjawab, “Ibumu, Dia bertanya lagi, “Lalu Siapa?” Beliau Saw menjawab, “Ibumu” Dia bertanya lagi, “Lalu Siapa?” Beliau Saw menjawab, “Ibumu” Dia bertanya lagi, “Lalu Siapa?” Beliau Saw menjawab, “Ayahmu.
Seperti halnya diwajibkan bagi manusia untuk berbakti kepada mereka berdua di saat mereka hidup, maka diperintahkan pula baginya untuk berbakti kepada mereka berdua setelah wafat. Hal itu dengan cara berdoa, memohonkan ampun bagi mereka berdua, melunasi hutang-hutang, menunaikan wasiat, menyambungkan tali silaturrahmi dengan kerabat mereka, berbakti kepada sahabat-sahabat mereka dan orang-orang yang dekat dengan mereka. Semua itu merupakan kesempurnaan dalam berbakti seperti yang disebutkan dalam hadits. Selain itu, berdoa bagi mayit, beristighfar, dan sedekah baginya, memberikan manfaat yang besar bagi mayit.
Hendaklah manusia tidak lalai dari semua hal di atas, khususnya mengenai hak-hak kedua orang tua. Begitu juga hak-hak selain orang tua, seperti kerabat, dan orang-orang yang berada dalam tanggungannya serta orang-orang Islam secara umum.









One Comment