Fiqh

Terjemahan Kitab Tazkirah Hadramiyah

IMAN

Iman adalah rukun kedua dari rukun agama. Defenisi iman adalah pembenaran dari hati atas apa-apa yang disampaikan oleh junjungan kita Muhammad Saw.

Rukun-Rukun Iman

Rukun iman ada enam, beriman kepada Allah, malaikatmalaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan ketetapan yang baik maupun buruk dari Allah Swt.

Pertama: beriman kepada Allah, yaitu beriman dan percaya bahwa Allah Swt Maha Ada, Maha Esa, dan Dia memiliki sifatsifat yang sempurna. Dia Maha Suci dari segala kekurangan, Maha Berkehendak dan Memilih, Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya. Tidak ada yang terjadi di dalam kerajaan-Nya kecuali yang Dia izinkan.

Kedua: beriman kepada malaikat-malaikat Allah, yaitu percaya bahwa Allah menciptakan malaikat dari cahaya. Tidak makan, tidak minum, tidak tidur, tidak bermaksiat kepada Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan melaksanakan segala perintah-Nya. Mereka tidak berjenis kelamin sebagai lakilaki atau wanita. Dan jumlah mereka banyak sekali, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Swt.

Malaikat-malaikat yang wajib diketahui ada sepuluh. Mereka adalah Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, dan Ridwan.

Ketiga: beriman kepada kitab-kitab Allah, yaitu percaya bahwa Allah menurunkan kitab-kitab kepada para rasul-Nya. Diantaranya adalah lembaran-lembaran Ibrahim As al-Khalil (kekasih Allah), dan lembaran-lembaran Musa As al-Kalim (yang berdialog langsung dengan Allah)

Kitab-kitab yang wajib ketahui ada empat. Kitab-kitab itu adalah: Taurat yang diturunkan kepada junjungan kita Musa, Injil diturunkan kepada junjungan kita Isa, Zabur diturunkan kepada junjungan kita Daud, dan al-Furgan (pembeda yang benar dan batil) yaitu al-Ouran diturunkan kepada junjungan kita Muhammad Saw.

Keempat: beriman kepada Rasul-rasul Allah, yaitu percaya bahwa Allah Swt mengutus rasul-rasul untuk memberi petunjuk kepada umat manusia dan membimbing mereka kepada hal-hal yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Mereka berjumlah banyak. Rasul yang pertama adalah bapak seluruh manusia yaitu Adam As. Sedangkan Rasul yang terakhir adalah junjungan kita Muhammad Saw.

Rasul-rasul yang wajib kita ketahui ada dua puluh lima rasul. Mereka adalah: Adam, Idris, Nuh, Hud, Shaleh, Ibrahim, Ismail, Ishag, Ya’gub, Yusuf, Luth, Ayyub, Syu’aib, Musa, Harun, al-Yasa’, Dzulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, dan nabi kita Muhammad. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada mereka semuanya.

Kelima: beriman kepada hari akhir, yaitu percaya bahwaakan datang hari Allah akan mengumpulkan di dalamnya manusia yang pertama hingga akhir untuk menerima balasan dan perhitungan, hari manusia dibangkitkan menghadap Tuhan alam semesta. “Barangsiapa beramal baik sekecil-kecilnya maka dia akan melihatnya (dampaknya). Dan barangsiapa beramal buruk sekecil-kecilnya maka dia akan melihatnya (dampaknya).”?

Diwajibkan bagi kita percaya atas kejadian dikumpulkannya kelak manusia, kebangkitan, timbangan amal, jembatan shirath, hisab (perhitungan amal), telaga haudh, surga, neraka, dan halhal lainnya yang disebutkan di dalam al-Ouran atau disabdakan oleh pemimpin anak Adnan (kakek Nabi Saw) junjungan kita Muhammad yang benar dan dibenarkan Saw.

Keenam: beriman kepada ketetapan yang baik atau buruk dari Allah Swt, yaitu percaya dengan benar-benar bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi di bumi dan langit kecuali dengan ketetapan dan ketentuan Allah. Apa yang dikehendaki oleh Allah akan terjadi dan apa yang tidak dikehendaki-Nya, maka tidak akan terjadi.

IHSAN

Ihsan adalah rukun ketiga dari rukun agama. Defenisinya sama dengan yang diriwayatkan di dalam hadits, “Kau menyembah Allah seakan-akan kau melihat-Nya, Jika kau tak mampu melihatnya maka sesungguhnya Dia yang melihatmu.” Allah Swt

berfirman, “Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiadalah pembicaraan antara lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada pula pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Hendaklah setiap orang yang beriman waspada terhadap Allah (yang selalu memantau dirinya) dan melaksanakan ibadahnya disertai ihsan. Sebab Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang berbuat ihsan (kebajikan). Dan Dia Allah tidak akan menghilangkan pahala mereka yang berbuat amal yang baik.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker