Hal-hal yang Diharamkan Saat Berhadats Kecil
Jika wudhu seorang wanita batal dikarenakan salah satu hal yang dijelaskan di atas, maka diharamkan baginya empat hal: shalat fardhu dan sunnah, sujud tilawah, sujud syukur, thawaf mengelilingi Ka’bah baik wajib atau pun sunnah, menyentuh mushaf al-Ouran al-Karim dan membawanya.
Dihalalkan membawa Al-Ouran bagi anak kecil yang telah mumayyiz untuk belajar dan mengkajinya.
Tata Cara Wudhu Mencakup Rukun dan Sunnahnya
Tata cara wudhu:
Hendaklah seorang wanita mengguyur kedua telapak tangannya sebelum memasukkannya ke dalam cawan, lalu beristinjak (cebok) jika pada kemaluan dan duburnya terdapat najis. Kemudian mengucapkan basmalah dan mengguyur dua telapak tangannya sambil bertujuan? aku berniat melaksanakan sunnah-sunnah wudhu. Lalu mengunakkan siwak (memegangnya dengan tangan kanan. Meletakkan kelingking dan ibu jari di bagian bawah siwak. Sedangkan jari manis, jari tengah dan jari telunjuk di bagian atas siwak, serta memulai bersiwak dari bagian kanan mulutnya). Kemudian meraup air untuk berkumur-kumur dengan sebagian air itu, lalu ber-istinsyag (menghirup sedikit air ke dalam hidung) dengan sisanya. Hal itu dilakukan sebabnyak tiga kali.
Lalu pada saat mengguyur wajah berniat “aku berniat bersuci untuk melakukan shalat, atau niat yang semacam itu. Setelah itu mengguyur wajah dimulai dari bagian wajah yang paling atas dan meratakannya ke seluruh bagian wajahnya. Hendaklah memperhatikan bagian sudut mata’? dan mengeluarkan kotoran mata. Lalu pertama-tama menghilangkan rias wajah yang terdapat di alis dan bibir dan hal-hal lainnya yang dapat merubah warna air.
Kemudian mengguyur tangan kanan di mulai dari ujung-ujung jari-jari hingga setengah dari lengannya. Begitu juga mengguyur tangan kirinya dimulai dari bagian ujung-ujung jari-jari hingga setengah dari lengannya. Lalu menyela-nyela jari-jari kedua tangan itu dengan cara meletakkan bagian dalam telapak tangan kiri ke atas bagian luar telapak tangan kanan, kemudian melakukan kebalikannya.
Lalu mengusap bagian kepala. Paling utama adalah mengusap seluruhnya, dengan cara meletakkan dua telapak tangan di air lalu meletakkan dua ibu jari pada dua pelipis. Ujung jarijari telapak tangan diletakkan pada bagian depan kepala, kemudian mengusapnya hingga di bagian belakang kepala, lalu mengembalikkannya ke depan.
Kemudian mengusap dua telinga dan daun telinganya dengan air yang baru, dengan cara meletakkan dua telapak tangan ke dalam air. Lalu memasukkan dua ujung jari telunjuk ke daun telinga lalu mengusapnya ke arah bagian telinga yang berada di sudut-sudutnya. Lalu mengusap dengan kedua ibu jari bagian yang tampak luar dari telinga. Kemudian kedua telapak tangan ditempelkan ke bagian telinga dalam kondisi basah. Lalu mengusap tengkuk.
Lalu mengguyur kaki sebelah kanan dari mulai ujung jarijari kaki hingga pertengahan betis. Begitu juga mengguyur kaki sebelah kiri. Kemudian menyela-nyela jari-jari kaki menggunakan jari kelingking tangan kiri dari arah bawah kelingking kaki kanan hingga kelingking kaki kiri.
Disunnahkan untuk mengulang guyuran dan usapan sebanyak tiga kali, dan mengurut setiap anggota wudhu. Melebihkan guyuran ghurrah (wajah), dengan cara mengguyur wajah sampai di permulaan kepala, kedua telinga, dan leher. Melebihkan guyuran tahjiil (tangan dan kaki), dengan cara mengguyur kedua tangan sampai pada sebagian dari lengan dan kaki sampai sampai sebagian betis. Seperti yang diriwayatkan oleh asy-Syaikhain, dari Nabi Saw, beliau bersabda, “Sesungguhnya umatku kelak akan diseru di hari kiamat dalam keadaan putih bercahaya, disebabkan bekas wudhu. Barangsiapa di antara kalian dapat meluarkan cahayanya, hendaklah ia melakukannya.” Maksud dari hadits ini adalah mereka kelak dipanggil di hari kiamat dalam keadaan wajah, tangan dan kaki mereka putih bercahaya.
Hal-hal yang Dianjurkan Setelah Wudhu Setelah wudhu, disunnahkan kita mengucapkan: “Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan selain Allah yang Maha Esa tak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya junjungan kami Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Wahai Allah jadikanlah aku termasuk mereka yang bertaubat, menyucikan diri, dan jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Shalawat dan salam Allah kepada junjungan kami Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.” Lalu membaca surat Inna anzalnaahu fiy lailatil gadar (surat al-Oadar) sebanyak tiga kali.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahihnya dari Rasulullah Saw, sesungguhnya beliau Saw bersabda, “Barangsiapa berwudhu, lalu mengucapkan: ‘Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan selain Allah yang Maha Esa tak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya junjungan kami Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya’, maka aku dibukakan baginya delapan pintu surga dan ia bisa masuk melalui pintu mana saja yang diinginkan.”
Diriwayatkan dari al-Hakim dan telah digolongakan sebagai hadits shahih, dari Rasulullah Saw, bahwa beliau Saw bersabda, “Barangsiapa berwudhu, lalu mengucapkan: ‘Maha Suci Engkau wahai Allah dan pujian bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu, maka akan dicatat di lembaran putih lalu distempel, dan tidak akan hancur hingga hari kiamat sampai ia melihat pahalanya yang agung.”
Diriwayatkan oleh ad-Dailamiy, “Sesungguhnya siapa yang membaca inna anzalnaahu sebanyak sekali setelah wudhunya, maka ja termasuk orang-orang yang memiliki keteguhan di sisi Allah. Barangsiapa membacanya sebanyak dua kali, maka ia dicatat dalam lembaran mereka yang mati syahid. Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali, maka ia akan dibangkitkan bersama para nabi.”
Disunnahkan pula setelah semua itu membaca, “Wahai Allah ampunilah dosaku, luaskanlah tempat tinggalku, berkahilah rezekiku, dan janganlah Kau jadikan aku terkena fitnah (lalai) atas semua yang Kau tampakkan kepadaku.”
Disunnahkan melakukan shalat sunnah dua rakaat setelah wudhu, sebab diriwayatkan: “Sesungguhnya beliau Saw masuk ke dalam surga dan melihat Bilal berada di dalamnya. Lalu beliau bertanya kepadanya, “Dengan apa kau mendahuluiku?’ Bilal menjawab, “Aku tak tahu apa-apa, hanya tak pernah wudhuku batal kecuali aku melakukan shalat dua rakaat setelahnya (setelah wudhu).”









One Comment