MUKADDIMAH
Tentang Rukun Agama dan Makna Syahadatain (Dua Kesaksian)
Rukun! agama ada tiga: islam, iman, dan ihsan. Hal itu ditanyakan oleh Jibril kepada Nabi kita Muhammad Saw, pada waktu dia datang dalam bentuk seorang arab pedalaman di antara banyak para sahabat. Pada saat dia meninggalkan ruangan, Rasulullah Saw bertanya kepada sahabat, “Di manakah orang itu?” Tetapi mereka tidak mendapatkannya. Maka beliau Saw bersabda, “Dia adalah Jibril, yang datang kepada kalian, untuk mengajarkan kepada kalian tentang perkara agama kalian.”
ISLAM
Islam adalah tunduk kepada hukum-hukum syariat praktis? yang disampaikan oleh junjungan kita Muhammad Saw.
Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam’.” Dia juga berfirman, “Barangsiapa menginginkan agama selain Islam, maka Allah tidak akan diterima darinya, dan dia kelak di akhirat tergolong orang-orang yang merugi.”
Sedangkan rukun Islam terbagi menjadi lima, pertama bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah. Kedua, mendirikan shalat. Ketiga, mengeluarkan zakat. Keempat, berpuasa Ramadhan. Kelima, menunaikan ibadah haji bagi yang mampu menempuh jalan itu.
Makna Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Sesembahan Selain Allah
Makna aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan selain Allah adalah bahwa aku mengetahui, mendalami, meyakini dengan hatiku, dan aku nyatakan kepada selain diriku bahwa sesungguhnya tak ada yang pantas disembah dengan benar di semesta ini kecuali Allah, yang Maha Esa dan Maha Satu. Maha Tunggal dan tempat bergantung. Pencipta langit berserta isirnya dan Pencipta bumi berserta segala yang di atasnya. Pencipta makhluk seluruhnya. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak pula ada yang menyerupaiNya. “Tak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Para Nabi, Rasul, wali, raja, orang Islam, kafir, setan, jin, dan para malaikat, semuanya adalah hamba-Nya dan di bawah aturan dan kerajaan-Nya. Di bawah kuasa dan kehendak-Nya. Allah Swt berfirman, “Hai para manusia, kalian fakir kepada Allah, dan Allah Dialah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”
Maka Dia adalah yang Maha Esa dan Maha Tunggal dalam menciptakan seluruhnya. Di tangannya kerajaan segala sesuatu. Dari-Nya segala sesuatu bermula dan kepada-Nya segala sesuatu kembali. Tak tersembunyi dari-Nya segala sesuatu yang terdapat di bumi dan langit. “Dia mengetahui. Mata yang berkhianat dan apa yang disembunyikan dada (hati).” “Dia mengetahui rahasia dan yang tersembunyi.” “Apakah Tuhan yang menciptakan tidak mengetahui sedangkan Dia Maha Halus lagi Maha Waspada.”
Makna Aku Bersaksi Bahwa Muhammad adalah Utusan Allah
Makna aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah adalah: Aku mengetahui, mendalami, meyakini dengan hatiku, dan aku nyatakan kepada selain diriku bahwa sesungguhnya Junjungan kami Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf al-Ourasyiy, adalah utusan dari sisi Allah. Dia mengutusnya kepada seluruh makhluk dengan membawa agama Islam. Maka diwajibkan bagi kita untuk mengimaninya. Membenarkan semua yang disampaikannya dari Allah Swt, tentang perkara agama, dunia, dan akhirat.
Ringkasan Sejarah
Nabi Beliau Saw dilahirkan di kota yang aman Makkah al-Mukarramah. Ayahnya wafat saat beliau masih di perut ibunya. Lalu kakeknya, Abdul Muthalib bin Hasyim, memelihara dan merawatnya. Ibunya, Aminah binti Wahab bin Zuhrah bin Hakim, menyusuinya. Lalu beliau disusui oleh Tsuwaibah al-Aslamiyyah, dan kemudian disusui oleh Halimah as-Sa’diyyah.
Ketika beliau mencapai usia enam tahun, ibu beliau, Aminah binti Wahab, wafat. Kemudian wafat pula kakeknya yang bernama Abdul Muthalib. Lalu pamannya yang bernama Abu Thalib yang merupakan saudara sekandung ayahnya memeliharanya. Di masa kecilnya tampaklah pada diri Saw tanda-tanda yang banyak, yang menunjukkan bahwa dirinya kelak akan memiliki kedudukan yang agung.
Ketika mencapai usia empat puluh tahun, Allah menurunkan firman-Nya kepada beliau melalui perantara Jibril yang terpercaya a.s, “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Maha Mulia. Yang mengajarkan melalui perantara pena. Mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tidak mereka ketahui.”? Lalu wahyu demi wahyu turun berkelanjutan, dan Allah memerintahkannya agar menyampaikannya kepada seluruh manusia. Maka beliau pun menyampaikan firman-Nya dan menjalankan amanat. Orang-orang yang membenarkan dan beriman kepadanya adalah mereka yang telah ditentukan dalam ilmu Allah sebagai orang-orang yang bahagia. Dan mereka yang mendustakannya adalah orang-orang yang bagi mereka celaka.
Setelah turun wahyu yang pertama tersebut, beliau Saw bermukim di kota Makkah selama tiga belas tahun. Lalu Allah mengizinkannya hijrah (ke kota Madinah al-Munawarah), maka beliau pun hijrah meninggalkan kota kelahirannya Makkah al-Mukaramah menuju ke Madinah al-Munawarah di usia lima puluh tiga tahun.
Setelah hijrah (ke Madinah), Allah memerintahkannya untuk memerangi orang-orang kafir yang menghalanginya dalam menyampaikan pesan Tuhannya dan yang menyerangnya serta mengusirnya dari tanah kelahirannya. Maka beliau berjuang dengan dirinya, dan begitu pula para sahabatnya berjuang bersamanya dengan gigih. Hingga pertolongan Allah dan fath (kemenangan saat berhasil merebut kota Makkah – Penerj.) datang. Manusia berbondong-bondong masuk ke agama Islam. Di saat itu Allah memilihnya agar kembali kepada-Nya dan Allah ingin berjumpa dengannya. Maka Dia mencabut ruhnya agar kembali kepada-Nya.
Beliau wafat di Madinah al-Munawarah pada umur enam puluh tiga tahun. Wafat pada bulan Rabiul awwal di tahun sebelas hijriyah.
Beliau Saw dikubur di rumahnya di kota Madinah. Namun beliau hidup di dalam kuburnya mendengar shalawat orang-orang yang bershalawat kepadanya dan ucapan salam orang-orang Islam kepadanya. Wahai Allah limpahkan shalawat dan salam serta keberkahan kepada beliau Saw dan keluarganya.
Allah telah mengutamakannya di antara seluruh makhluk dan menjadikannya sebagai penutup segala kenabian dan kerasulan. Allah menjadikan umatnya sebagai umat terbaik yang dimunculkan di tengah-tengah manusia dan memerintahkan umatnya agar menaati dan mengikutinya. Tentang kedudukannya ini Allah Swt berfirman, “Katakanlah (Muhammad Saw): Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, maka Allah akan mencintai kalian.”? Dia Swt berfirman, “Apa yang telah diberikan kepada kalian oleh Rasul, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian, maka tinggalkanlah.”
Maka diwajibkan bagi kita agar melaksanakan segala yang diperintahkan oleh sang Rasul yang mulia ini kepada kita, dan meninggalkan segala perbuatan tercela yang dilarangnya, agar kita menjadi hamba yang taat dan dekat di sisi Allah. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita atas semua itu dengan pemberianNya yang murni dan keutamaan-Nya. Amin.









One Comment