Kecaman Terhadap Bersolek dan Ajakan Menundukkan Pandangan
Allah Swt berfirman, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orangorang jahiliyah dahulu, dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah takat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya” Dia Swt berfirman, “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar nereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka”!
Diwajibkan bagi kalian wahai para wanita, agar mematuhi firman Allah Swt. Dia berfirman, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu”, maknanya, tinggallah kalian di rumah kalian, karena sesungguhnya kebesaran dan kemuliaan seorang wanita terletak pada menetapnya mereka di rumah mereka. Sebab itu Rasulullah Saw bersabda, “Seorang wanita tidak memiliki hak untuk keluar dari rumahnya kecuali jika dalam kondisi darurat dan tidak memiliki hak di jalan kecuali di tepinya”” (HR. Ath-Thabrani dalam kitab al-Kabir)
Lalu Dia Swt berfirman, “Dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliyah dahulu”. Jahiliyah, mereka adalah orang-orang kafir yang hidup sebelum Islam. Allah telah melarang wanita-wanita (muslimah) menyerupai mereka. Karena itu, janganlah kalian berpaling dari adab yang dijelaskan ayat ini. Bagaimana seorang wanita muslimah menyukai pakaian yang bukan merupakan wanita yang beriman dan shalihah? Bagaimanakah hatinya menjadi condong kepada hal-hal yang dikenakan oleh wanita-wanita eropa dan menyerupai mereka dalam pakaian dan perhiasan? Mengapa kalian keluar berpergian dengan wajah-wajah yang tak tertutup? Apakah kalian tak pernah mendengar firman-Nya Swt, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak berempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian Itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Paling utama dan baik bagi seorang wanita ialah tinggal di rumahnya dan tidak keluar kecuali dalam kondisi darurat dan keperluan yang mendesak. Dalam berdiam di rumah terdapat kebaikan dan kemuliaan bagi wanita. Wanita adalah aurat yang selalu diikuti setan di saat dia keluar dari rumahnya. Telah diriwayatkan oleh ath-Thabraniy dengan sanad yang hasan bahwa Nabi Saw bersabda, “Wanita adalah aurat. Sesungguhnya seorang wanita keluar dari rumahnya untuk keperluan yang tidak penting, lalu ia diikuti oleh setan” Lalu beliau Saw bersabda, “Sesungguhnya kalian (wanita) tidaklah melewati seseorang kecuali kalian menjadikannya kagum. Sesungguhnya seorang wanita akan mengenakan kainnya lalu ditanyakan kepadanya, “Kau ingin kemana?” Lalu ia menjawab, Aku ingin menjenguk orang sakit, atau menghadiri jenazah, atau shalat di masjid? Padahal tidak ada yang lebih baik bagi wanita dalam menyembah Tuhannya, seperti ia menyembah-Nya di rumahnya.”
Maka hendaklah seorang wanita memuliakan dirinya dengan selalu menetap di rumahnya, khususnya bagi mereka yang telah dimudahkan oleh Allah melalui orang-orang yang mencukupi keperluan hidupnya, seperti melalui ayah, anak, atau suaminya. Jika ia memiliki hajat yang mengharuskannya keluar, maka hendaklah ia keluar dengan menutupi dirinya, menundukkan pandangannya, tidak berpaling atau melihat kecuali jalan yang ditempuhnya, dan lidak mengenakan wewangian di saat dia keluar. Karena larangan tentang hal ini telah diriwayatkan. Beliau Saw bersabda, “Siapapun wanita yang mengenakan wewangian lalu keluar, dan melewati Sekelompok orang yang mencium aroma wanginya, maka ia adalah Seorang pezina” (HR. Abu Daud dan Turmudzi) Maksudnya, karena perbuatannya itu, ia sedang menjerumuskan dirinya kepada Perubatan zina dan mendekati sebab-sebabnya.





One Comment