Berhati-hatilah kalian wahai para wanita, sesungguhnya Allah yang Maha Besar dan Maha Tinggi telah memperingatkan kalian dan berfirman, “janganlah kamu terperdaya dengan oleh kehidupan dunia” seorang wanita janganlah tertipu dengan emas, perak, pakaian dan lain-lainnya yang dimilikinya. Janganlah kalian menyangka bahwa kesuksesan dan kebahagiaan dalam berbangga-bangga dan bermegah-megahan. Hal itu tidak baik baginya jika ia berkumpul bersama sebagian wanita lalu mereka melihatnya mengenakan sesuatu yang tak mereka miliki, kemudian kembali ke rumahnya dengan marah dan memaksa suaminya agar mendatangkan baginya sesuatu yang dilihatnya tadi.
Apakah ia menyangka hal itu dapat menyelamatkannya dari neraka? Atau apakah hal itu akan memasukkannya ke surga? Mengapa ia tidak bersedekah kepada lelaki dan wanita yang miskin walaupun dengan seperspuluh harta yang dibanggakannya di hadapan saudari-saudarinya yang beriman? Padahal sedekah adalah sesuatu yang akan bermanfaat baginya di akhirat, dan ia akan memetik hasilnya pada saat ia mati. Sedangkan wanita yang mengenakan bermacam-macam perhiasan dan pakaian, atau mereka wariskan kepada ahli warisnya, maka ia tak akan mendapat pahala. Bahkan jika saat mengenakannya ia pamer dan sombong, maka semua itu akan mengakibatkan bencana dan kerugian dalam agama.
Maka berhati-hatilah wahai wanita beriman jika kalian benarbenar beriman, dari kesesatan yang mengakibatkan masuk ke dalam api neraka. Berzuhudlah kalian dengan hati di dunia ini, dan bergana ‘ahlah (merasa cukup) dengan apa yang dimudahkan bagi kalian. Janganlah seorang wanita merasa dirinya lebih besar dan mulia dari junjungan kami Fathimah binti Rasulullah Saw, pemimpin seluruh wanita di surga. Dulu beliau menumbuk, mengadoni, membuat roti, dan melayani sendiri. Suatu ketika beliau datang kepada ayahnya Saw dan mengadu kepadanya perihal rasa berat yang dialaminya saat melayani di rumahnya. Beliau ingin agar ayahnya memberikan baginya seorang pembantu yang menolongnya. Maka beliau Saw bersabda kepadanya, “Maukah jika aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari pembantu?” Maka beliau menjawab, “Mau.” Beliau Saw bersabda, “Jika kau telah berada di tempat tidurmu, maka bertasbihlah tiga puluh tiga kali, bertahmidlah tiga puluh tiga kali, dan bertakbirlah tiga puluh tiga kali, lalu sempurnakanlah hingga berjumlah seratus dengan ucapan la ilaaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu, yuhyi wa yumiit, wa huwa ‘ala kulli syai’in gadiir (Tiada sesembahan selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya ksegala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.). Begitulah sabda Saw atau seperti yang diucapkan oleh beliau Saw.
Lihatlah bagaimana Rasulullah Saw menjawab permintaan putrinya. Padahal beliau adalah manusia yang kepadanya gunung menawarkan dirinya berubah menjadi emas untuk dimilikinya, namun beliau Saw menolaknya. Bahkan beliau bersabda, “Aku ingin sehari lapar dan sehari kenyang.” Apakah kalian tak pernah mendengar hadits yang telah kita sebutkan dari beliau Saw? “Andaikata dunia senilai di sisi Allah dengan sayap (nyamuk), maka tak seorang kafirpun dapat meminum darinya seteguk air pun.”
Setiap orang di antara kalian hendaklah melihat dengan mata hatinya, maka akan mendapati bahwa dunia yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang kafir dan fasik lebih banyak daripada dunia yang diberikan kepada orang-orang Islam dan saleh. Tapi apakah semua itu menunjukkan kemuliaan mereka di sisi Allah? Sekali-kali tidak demi Allah. Bahkan hal itu merupakan musibah dan bencana. Apakah kalian tak pernah mendengar firman Allah Swt, “Maka janganlah harta dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir.” Dan juga firman-Nya di ayat yang lain, “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.”‘! Dan firmanNya, “Dan bukanlah harta atau anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami.”
Jika kalian telah mengetahui hal ini, maka kalian telah mengetahui bahwa setiap wanita yang menginginkan dunia dan condong kepadanya secara lahir dan batin, lalu melalaikan akhirat dan tidak beramal untuknya, maka ia adalah wanita yang bodoh dan merugi. Kelak ia akan menyesal dengan penyesalan yang besar, pada kondisi penyesalan tak berguna. “(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap orang datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi setiap orang diberi (balasan) penuh sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).”?





One Comment