Fiqh

Terjemahan Kitab Nailur Roja

Ketahuiah, bahwa wajib bagi mukallaf mengetahui keyakinan imannya terhadap Allah Ta’ala, yaitu sifat wajib, sifat mustahil dan sifat jaiz bagi-Nya, serta beriman atas segala sesuatu yang memang termasuk dalam sifat wajib, mustahil ataupun jaiz.

Sifat wajib bagi Allah ada 20 : wujud (ada), gidam (dahulu), baga’ (kekal), mukhalafah lil hawadits (berbeda dengan makhluk), giyamuhu binafsihi (berdiri sendiri), wahdaniyah (esa), gudrah (mampu), irodah (berkehendak), ilmu (mengetahui), hayat (hidup), sama’ (mendengar), bashor (melihat), kalam (berbicara), kaunuhu gaadiron (Dzatnya Maha Mampu), kaunuhu muriidan (Dzatnya Maha Berkehendak), kaunuhu ‘aaliman (Dzatnya Maha Mengetahui), kaunuhu hayyan (Dzatnya Maha Hidup), kaunuhu samii-‘an (Dzatnya Maha Mendengar), kaunuhu bashiiron (Dzatnya Maha Melihat), kaunuhu mutakalliman (Dzatnya Maha Berbicara).

Sifat mustahil bagi Allah ada 20 -yang merupakan kebalikan sifat wajib-, yaitu : tidak ada, baru, hancur, sama dengan makhluk, membutuhkan yang lain, berbilang, lemah, terpaksa, bodoh, mati, tuli, buta, bisu, Dzatnya Lemah, Dzatnya Terpaksa, Dzatnya Bodoh, Dzatnya Mati, Dzatnya Tuli, Dzatnya Buta, Dzatnya Bisu.

Sifat jaiz bagi Allah hanya satu, yaitu melakukan segala sesuatu yang mungkin atau meninggalkannya. Makna sifat wajib adalah sesuatu yang tidak tergambar oleh akal ketiadaannya. Sifat mustahil artinya sesuatu yang tidak tergambar oleh akal keberadaannya. Sifat Jaiz adalah sesuatu yang tergambar oleh akal keberadaannya dan ketiadaannya.

Malaikat adalah jama’ dari kata (malak). Mereka adalah makhluk yang tercipta dari cahaya, terbebas dari segala keburukan dan mampu berubah menjadi berbagai bentuk.

Rukun iman kedua adalah beriman dengan adanya malaikat Artinya hati tunduk dan patuh bahwa mereka para malaikat adalah hamba Allah yang mulia, tidak melanggar perintah Allah dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Mereka adalah duta Allah yang menjembatani antara diri-Nya dengan makhluk, melakukan berbagai hal sesuai izin-Nya, benar terhadap berita yang mereka bawa, dan

jumlah mereka sangatlah banyak hingga tidak diketahui jumlahnya kecuali Allah Ta’ala.

Wajib pula beriman dengan sepuluh malaikat secara terperinci, mereka itu adalah :

  1. Jibril, penyampai wahyu. Dia adalah malaikat yang paling utama.
  2. Mikail, mendapat tugas menurunkan hujan. 3. Isrofil, bertugas meniup sangkakala di hari kiamat.
  3. Izroil, bertugas mencabut nyawa.
  4. Munkar
  5. Nakir, keduanya bertugas menanyai mayit dalam kuburnya.
  6. Ragib
  7. Atid, keduanya bertugas mencatat amal baik dan buruk.
  8. Ridwan, bertugas sebagai penjaga surga.
  9. Malik, bertugas sebagai penjaga neraka.

Rukun iman ketiga adalah beriman kepada kitab-kitab Allah. Artinya meyakini bahwa kitab-kitab tersebut merupakan firman Allah yang Maha Dahulu, terdapat pada Dzat-Nya, tidak terdiri dari huruf ataupun Suara, dan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya adalah benar dan hag.

Kitab-kitab Allah berjumlah 104 kitab, diturunkan kepada Nabi Syits 50, diturunkan kepada Nabi Idris 30, Nabi Adam menerima 10 kitab, dan Nabi Ibrahim mendapat 10 kitab, Taurat kepada Nabi Musa, Zabur kepada Nabi Daud, Injil kepada Nabi Isa, Al Furgon yaitu Al Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. 

(Rusul) artinya adalah para rasul, mereka adalah para nabi yang diperintahkan menyampaikan wahyu Allah.

Rukun iman yang ke empat adalah beriman kepada para rasul, artinya meyakini bahwa Allah telah mengutus mereka kepada umat agar mendapat petunjuk, menyempurnakan kehidupan dunia dan akhirat mereka. Allah menguatkan para rasul dengan mukjizat yang menunjukkan kebenaran mereka, dan mereka telah menyampaikan risalah Allah, menjelaskan apa yang harus dijelaskan bagi orang-orang mukallaf. Para rasul wajib dihormati dan tidak boleh dipisah-pisah antara mereka, dan mereka adalah orang yang terjaga dari perbuatan dosa kecil dan dosa besar.

Ketahuilah, bahwa jumlah rasul itu sebanyak 313, namun sebagian berpendapat jumlahnya adalah 315 rasul. Diwajibkan bagi seorang mukallaf beriman kepada 25 rasul di antara mereka secara terperinci yaitu : Adam, Idris, Nuh, Hud, Shaleh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishag Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syu’aib, Musa, Harun, Ilyasa’, Daud, Sulaiman, Ilyas, Yunus, Zakaria, Yahya, Uzair, Isa dan Muhammad saw.

Sebagian menambahkan Dzulkifli, tetapi sebagian berpendapat ity adalah Ilyas, pendapat lain menyebukan itu adalah Zakaria, dan adz yang berpendapat lain.

Rasul yang paling utama di antara mereka adalah nabi ulul azmi, artinya nabi yang mempunyai kesabaran dalam menangggung kesulitan. Mereka ada lima rasul, tertulis dalam bait puisi berikut:

Artinya : “Muhammad, Ibrahim, Musa al-Kaliim Lalu Isa dan Nuh, mereka adalah ulul azmi, ketahuilah.”

Urutan kemuliaan yang ada pada mereka, rasul ulul azmi, sesuai urutan mereka dalam penyebutan di atas.

Seorang mukallaf wajib mengetahui keyakinannya terhadap para rasul -shalawat dan salam Allah bagi mereka-, yaitu sifat wajib, sifat mustahil dan sifat jaiz bagi mereka.

Sifat wajib bagi para rasul ada empat, yaitu shidig, tabligh, amanah dan fathonah. Sifat mustahil bagi para rasul ada empat pula, yang merupakan lawan sifat wajib, yaitu : bohong, merahasiakan, khianat dan bodoh. Sifat jaiz bagi para rasul hanya ada satu, yaitu mempunya! sifat manusiawi yang tidak menunjukkan kekurangan, seperti sakit ringan, tidak seperti sakit lepra atau belang, karena hal itu tidak boleh terjadi pada mereka.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58Laman berikutnya
Show More

Related Articles

3 Comments

  1. Dengan adanya kitab terjemah ini, Alhamdulillah saya bisa membaca kitab para ulama…
    Jasa yang sangat luar biasa bagi admin yang menyediakan kitab terjemahan ini, banyak kitab yang sudah diterjemahkan dan gratis.

    Saya mohon lanjutkan terus membagikan terjemah kitabnya agar siapapun bisa membaca kitab ulama.
    Karena kendala orang saat ini adalah ingin mengambil ilmu dari sebuah kitab tapi tidak paham bahasa arab dan cara membacanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker