Sahabat yang paling utama dari sepuluh orang tersebut adalah para khulafa’ rasyidin. Mereka adalah empat orang yang terdahulu dan urutan keutamaan mereka sesuai urutannya dalam kekhalifahan.
Orang yang pertama kali memegang kekhalifahan setelah wafat Nabi saw adalah Abubakar ra dengan pemilihan dari kaum muhajirin dan anshar. Beliau ra memegang tampuk kekhalifahan selama dua tahun tiga bulan sepuluh hari. Beliau ra wafat dalam usia 63 tahun. Kemudian kekhalifahan dipimpin oleh Umar bin Khaththab ra dengan pilihan Abubakar ra. Beliau ra memegang kekhalifahan selama sepuluh tahun enam bulan delapan hari. Beliau ra terbunuh sebagai syahid dalam usia 63 tahun. .
Kemudian Utsman bin Affan ra memegang kekhalifahan selama 12 tahun dengan voting hasil permusyawarahan orang-orang yang ditunjuk oleh Umar bin Khaththab ra. Beliau ra terbunuh sebagai syahid dalam usia 82 tahun.
Ali bin Abi Thalib kmw memegang tampuk kekhalifahan setelah itu selama empat tahun sembilan bulan dengan pembaiatan sebagian besar sahabat. Beliau ra terbunuh sebagai syahid dalam usia 63 tahun.
* Makna (ajma’iin) merupakan penekanan dari kata sebelumnya, yang artinya seluruhnya.
Makna kalimat di atas adalah semoga Allah merahmati keluarga Sayyiduna Muhammad dan sahabatnya secara keseluruhan dengan rahmat yang diiringi pengagungan dan penghormatan.
* Makna (al haul) adalah kekuatan
* Makna (al quwwah) adalah kemampuan
*Makna (al-aliyy) adalah Maha Tinggi, yang dimaksud adalah ketinggian maknawi bukan ketinggian tempat, karena Allah bersifat
* Maha Dahulu sedangkan tempat bersifat makhluk dan baru. Dia Allah telah ada sebelum adanya tempat, dan sekarang Dia berada sebagaimana dahulu kala telah ada.
* Makna (al-‘adhiim) adalah Maha Agung
Makna kalimat di atas adalah tidak ada kemampuan bagi setiap makhluk untuk melakukan apapun kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Sebagian berpendapat bahwa maknanya adalah -dengan menyebutkan suatu riwayat hadits tidak ada kekuatan menjauhkan diri dari maksiat dan tidak ada kemampuan melakukan ketaatan kecuali dengan taufig Allah. Taufig adalah kemampuan seorang hamba untuk melakukan ketaatan.
* Makna (fashl) secara bahasa adalah penghalang antara dua hal. Secara istilah adalah suatu nama dari lafadz-lafadz tertentu yang menunjukkan makna tertentu, biasanya terdiri dari beberapa far’, mas-alah, tanbiih.
* Makna (rukun) secara bahasa adalah bagian sesuatu yang terkuat. Secara istilah adalah bagian dari sesuatu yang tidak dapat mencapai hakikatnya kecuali dengan rukun tersebut.
* Makna (Islam) secara bahasa adalah pasrah dan patuh. Secara istilah adalah tunduk dan patuh sesuai hukum-hukum syari’at.
Makna kalimat di atas adalah bahwa bagian-bagian yang menunjukkan hakikat Islam itu terdapat lima hal.
Ketahuilah, bahwa tidak sah seseorang masuk ke dalam agama Islam, kecuali dengan enam syarat, yaitu : berakal, baligh, tanpa paksaan, mengucapkan dua kalimat syahadat, terus menerus dalam mengucapkannya dan tertib antara dua kalimat syahadat.
* Makna (syahadat) adalah meyakini dan mempercayai
* Makna (ilaah) menurut kata dasarnya adalah sesuatu yang disembah, walaupun secara tidak benar. Tetapi yang dimaksud dalam hal ini adalah yang disembah dengan benar.
Makna kalimat di atas adalah, bahwa rukun Islam yang pertama yaitu meyakini dan mempercayai bahwa tidak ada yang patut disembah secara benar di alam semesta ini kecuali Allah, dan bahwasanya Sayyiduna Muhammad adalah utusan Allah bagi manusia dan jin menurut kesepakatan ulama, dan begitu pula bagi malaikat menurut pendapat yang kuat.
* Makna (iqamah) adalah melaksanakan secara terus menerus.
* Makna (shalat) secara bahasa adalah do’a. Sebagian berpendapat do’a secara mutlak, namun sebagian menyatakan do’a yang baik. Secara syari’at shalat berarti suatu hal yang biasanya terdiri dari ucapan dan perbuatan, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Makna kalimat di atas adalah, bahwa rukun Islam yang kedua yaitu melaksanakan shalat secara terus menerus dengan terpenuhi seluruh rukun dan syaratnya.
* Makna (iitaa-u) adalah mengeluarkan
* Makna (zakat) secara bahasa adalah tumbuh dan menyucikan. Secara syari’at adalah sesuatu yang dikeluarkan dari harta atau badan sesuai ketentuan tertentu.
Makna kalimat di atas adalah, bahwa rukun Islam ketiga yaitu mengeluarkan zakat bagi orang yang mampu kepada orang-orang yang ada dari mereka yang berhak.
* Makna (shaum) secara bahasa adalah menahan diri, dan secara syari’at adalah menahan diri dari hal-hal tertentu sesuai ketentuan tertentu dan dengan niat tertentu.
* Makna (ramadhan) adalah nama bulan ke sembilan dari tahun hijriyah. Dinamakan semacam itu karena mereka tatkala ingin menetapkan nama-nama bulan bertepatan dengan cuaca yang sangat panas. Ramdha’ artinya tanah yang sangat panas.
Makna kalimat di atas adalah, bahwa termasuk rukun Islam yang ke empat adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa di setiap siang hari di bulan Ramadhan.
* Makna (hajj) secara bahasa adalah bermaksud, dan secara syari’at adalah bermaksud menuju rumah Allah dengan niat ibadah.
* Makna (istitha”) adalah bagi orang yang kuat dan mampu.
* Makna (sabiil) adalah jalan.
Makna kalimat di atas adalah, bahwa rukun Islam yang kelima adalah bermaksud menuju Ka’bah untuk melakukan ibadah haji bagi orang yang mempunyai bekal pulang dan perginya, dan mempunyai nafkah bagi orang-orang yang wajib dinafkahi olehnya selama dalam perjalanan, dan terdapat kendaraan jika jarak menuju Makkah dua marhalah (83km) atau lebih, dan terpenuhi pula syarat-syarat lain yang akan disebutkan dalam pembahasan berikut.
Sebagaimana haji itu wajib bagi yang terpenuhi syarat-syarat dj atas, diwajibkan pula melakukan umrah, yang secara bahasa artinya berziarah, dan secara syari’at artinya berziarah menuju rumah Allah dengan niat ibadah.
Iman secara bahasa adalah pembenaran, dan secara syari’at adalah tunduk dan patuhnya hati dalam menerima hal-hal pokok yang “ termasuk agama Muhammad saw.
Bagian pokok yang tidak dapat dinyatakan sebagai hakikat iman kecuali dengan keberadaannya ada enam hal.
Rukun iman yang pertama adalah beriman bahwa Allah swt itu ada, dan bahwasanya Allah itu Maha Esa baik dalam Dzat, sifat atau perbuatan-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia-lah yang berhak disembah, wajib bagi-Nya segala kesempurnaan yang layak dengan Dzat-Nya yang Maha Tinggi dan mustahil bagi-Nya seluruh kekurangan.









Minta pdfnya min
Dengan adanya kitab terjemah ini, Alhamdulillah saya bisa membaca kitab para ulama…
Jasa yang sangat luar biasa bagi admin yang menyediakan kitab terjemahan ini, banyak kitab yang sudah diterjemahkan dan gratis.
Saya mohon lanjutkan terus membagikan terjemah kitabnya agar siapapun bisa membaca kitab ulama.
Karena kendala orang saat ini adalah ingin mengambil ilmu dari sebuah kitab tapi tidak paham bahasa arab dan cara membacanya.