Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Idhotun Nasyi’in

TANGGULAH SAAT KEHANCURAN

Keberhasilan suatu pekerjaan itu, apabila yang menangani memang orang-orang yang ahli. Sebaliknya, kegagalan suatu pekerjaan itu apabila pekerjaan tersebut diserahkan kepada orang-orang yang bukan ahlinya.

Kita belum pernah mengetahui suatu pekerjaan dari sekian banyak pekerjaan, yang para pekerjanya merasa cocok dan puas serta membawa hasil yang memuaskan pula, kecuali para pekerja itu. Memang, orang-orang yang ahli dalam bidangnya. Kita juga tidak pernah menyaksikan suatu usaha baik, yang para pekerjanya gagal mewujudkannya, kecuali para pekerjanya itu bukan orang-orang yang ahli, yakni orang-orang yang latah dalam menangani pekerjaan.

Sesungguhnya setiap pekerjaan yang diserahkan kepada orangorang yang bukan ahlinya, maka akan berakhir berantakan dan orangorang yang menanganinya, memperoleh kegagalan dan penyesalan. Persoalan inilah yang telah disinyalir dalam hadis Nabi saw.:

“Apabila suatu perkara itu diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka nantikan saja saatnya.”

Maksud kata saat dalam hadis di atas adalah saat atau masa kegagalan dan kehancurannya.

Manakala dunia ini rusak, karena para penghuninya melakukan berbagai kefasikan dan kemaksiatan, memperlebar jarak (mempertajam) perpecahan sesudah bersatu, lebih suka melakukan tindakan anarki atau penghancuran sesudah giat melakukan pembangunan dan mengufuri hukum-hukum Allah setelah mengimaninya, maka mulailah tampak gejala kehancurannya, makin dekat saja saat kiamat, benturan-benturan mulai menggoyang dan disusul berbagai macam bencana secara bertubi.tubi. Saat itu bumi terasa bergoncang dengan dahsyat sekali, disusul berbagai macam tragedi yang menimpanya, hati semua orang berdebar ketakutan dan semua pandangan tunduk ke bawah.

Peristiwa-peristiwa seperti terjadi dan mengguncang dunia karena para penghuni dan penduduk bumi sudah tidak patut dan tidak layak hidup di atasnya. Mereka telah melakukan berbagai macam penyimpangan dari peraturan-peraturan yang dibuat oleh Allah untuk diamalkan. Tetapi mereka melanggar dan mengikuti jalan lain, dan sesungguhnya Allah masih memberi kesempatan, tetapi tidak membiarkan mereka. Sekiranya sudah tidak ada harapan lain untuk kembali lagi ke jalan yang benar, maka Dia segera menyiksa orang-orang yang menyimpang dari hukum-Nya itu, sebagai siksaan dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Dia mengirimkan orang-orang tersebut ke tempat penyiksaan dan menyiksanya, sesuai dengan dosa dan kesalahan yang telah diperbuatnya.

Semua itu sudah menjadi Sunatullah dan tidak mungkin ada seorang pun yang dapat mengubah Sunatullah.

Tidak ada suatu bangsa yang diserahi suatu urusan, dan mereka tidak dapat mengatur dan memilih orang dengan sebaik mungkin, melainkan urusan itu ditarik kembali oleh orang yang menyerahinya. Selanjutnya, urusan itu diserahkan kepada bangsa lain yang dipandang patut dan layak diserahi. Tetapi apabila urusan itu dibiarkan tetap di tangan orang yang tidak bisa mengaturnya dengan baik, maka nantikanlah saat kehancurannya.

Kesuksesan dalam berbagai pekerjaan itu, apabila diserahkan kepada orang patut atau layak menanganinya.

Persoalan ilmu pengetahuan, apabila diserahkan kepada orangorang yang bodoh, maka kebodohan semakin merata, orang-orang yang bodoh tentu akan leluasa berkuasa dan akibatnya adalah keburukan dan kesengsaraan bertambah merata.

Apabila perindustrian dipercayakan kepada orang-orang yang tidak dapat menjalankannya dengan baik, maka akibatnya adalah kerugian, dan semua pekerjaan menjadi berantakan.

Apabila orang-orang fasik dan bodoh atau dangkal pengetahuan agamanya diserahi memegang posisi penting dalam bidang bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat, diserahi tugas-tugas mengajar atau diberi jabatan yang bertanggung jawab dalam bidang keagamaan, maka orang-orang seperti itu jelas menyesatkan dan membawa orang banyak ke jalan yang tidak benar. Di dalam kasus seperti tersebut, mungkin juga terdapat upaya melemahkan agama dalam pandangan orang awam dan menodai kebaikan agama dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal agama.

Manakala tugas-tugas pemerintahan diserahkan kepada orang-orang yang tidak berpengalaman dalam bidang pemerintahan, bahkan mereka tidak mengetahui tugas-tugas tersebut, kecuali nama-nama pekerjaan itu saja -atau diserahkan kepada orang-orang yang tidak memelihara kemaslahatan bangsa dan tidak pula mengindahkan perjanjian-, bahkan siang malam mereka melakukan perbuatanperbuatan yang menyebabkan negara atau pemerintahan lemah. Mereka juga bekerja siang malam hanya untuk memperkaya diri dan ke perutnya sendiri, meskipun perbuatannya itu Mengarah pada kehancuran, jika keadaan pemerintahan atau ncgara sudah se pada maka nantikanlah kehancurannya. perti itu, maka nantikanlah kehancuran.

Persoalan seperti tersebut di atas sebenarnya telah diisyaratkan oleh Rasulullah saw., dalam hadisnya:

“Mintalah bantuan kalian semua untuk mengatasi semua pekerjaan kepada orang-orang yang ahli dan cocok dalam bidangnya.”

Apabila kita meminta pertolongan untuk mengerjakan segala macam pekerjaan kepada orang-orang yang ahli, sesuai bidangnya, maka pekerjaan itu akan membuahkan kesuksesan besar. Sebaliknya, apabila pekerjaan itu kita serahkan kepada yang bukan ahli dalam bidangnya, maka berarti kita mienyerahkan pekerjaan itu pada kebinasaan dan kita lemparkan pekerjaan itu ke jurang kehancuran.

Wahai, generasi muda, kami pesan kepada kalian, jangan sekali-kali menyerahkan suatu pekerjaan dari banyak pekerjaan kalian, kecuali kepada orang-orang yang telah memiliki keahlian dalam bidang pekerjaan itu. Jika tidak demikian, maka kalian akan merugi dalam usaha. akan mengalami kegagalan dan penyesalan.

Berhati-hatilah kalian, jangan sampai kalian menangani suatu pekerjaan yang bukan bidang keahlian kalian, agar kalian tidak mengalami penyesalan yang mendalam, sedangkan orang-orang yang menyerahkan pekerjaan itu kepada kalian, tentu mengalami kerugian. Di kala kalian mengalami kesialan itu, kalian dan hasil kerja kalian akan terlempar ke lembah kehinaan, dicerca dan dikutuk semua orang. Oleh karena itu, hindarilah hal yang demikian, jangan sekali-kali mencoba mengerjakan pekerjaan yang kalian tidak ahli di bidangnya. Sesungguhnya kami adalah termasuk orang-orang yang mengharapkan baik kepada kalian.

MENYEMPURNAKAN PEKERJAAN DENGAN BAIK

Menyempurnakan suatu pekerjaan dengan baik, meskipun lambat, adalah lebih baik daripada mengerjakan secara cepat, namun hasilnya buruk dan tidak memuaskan.

Kalian berjalan selama satu jam setiap hari dan istirahat penuh pada jam-jam selebihnya sepanjang hari itu, hingga kalian sampai ke tujuan dalam keadaan senang dan segar bugar, itu tentu lebih baik daripada kalian berjalan sehari penuh tanpa istirahat, hingga sampai ke tempat tujuan dengan penuh keletihan dan kepayahan.

Pekerjaan seuap hari yang kalian kerjakan dalam beberapa jam saja dengan teliti dan sempurna, itu lebih baik daripada kalian kerjakan dengan menguras semua tenaga sehari penuh, namun akhirnya merasa jemu dan bosan. Scbab, kejenuhan itu menyebabkan hasil pekerjaan tidak baik, di samping itu menimbulkan kemacetan dan ketiadalangsungan dalam bekerja.

Ibadah kepada Allah swt. itu suatu perbuatan yang baik dan setiap Orang mukmin, pasti gemar melakukannya. Namun demikian, jika dilakukan terus-menerus tanpa berhenti dan tenaganya dihabiskan untuk ibadah saja, maka hal yang demikian itu justru dicela oleh agama. Sebab, berlebihan dalam memperbanyak ibadah itu dapat menimbulkan ketidakbaikan atau ketidaksempurnaan, yang pada akhirnya menimbulkan kebosanan. Dalam hadis Nabi Muhammad saw. disebutkan:

“Sesungguhnya engkau mempunyai kewajiban terhadap Tuhan, engkau mempunyai kewajiban terhadap dirimu sendiri dan engkau mempunyai kewajiban terhadap istrimu, maka penuhilah kewajiban kepada masing yang berhak.”

Kita telah menyaksikan, bahwa banyak orang melakukan pekerjaan yang banyak dalam waktu yang amat singkat. Tetapi di kala menuat hasil pekerjaan itu tiba, maka hasilnya sangat mengecewakan. Hal itu karena sebagian besar orang tidak bisa memilih antara pekerjaan yang baik dengan biaya lebih mahal dalam tempo yang agak lama dan pekerjaan asal-asalan dengan biaya sedikit serta selesai dalam tempo yang singkat. Apabila orang-orang itu mengambil tenaga kerja yang asal-asalan, maka tentu mereka memberi sedikit imbalan kepadanya yang seimbang dengan kualitas kerjanya.

Kita juga telah menyaksikan sebagian orang mengerjakan pekerjaan yang sedikit dalam waktu yang lama, dengan maksud agar pekerjaan yang dilakukan itu tambah baik, sempurna dan memuaskan. Kemudian ketika waktu memetik hasil tiba, mereka dapat meraih hasil pekerjaannya dalam jumlah yang besar dan sangat memuaskan. Hal ini tidak lain adalah hasil kerja secara baik dan sempurna.

Melakukan pekerjaan dengan baik dan sempurna itu merupakan sesuatu yang sangat penting dalam dunia kerja dan merupakan suatu keharusan bagi orang yang menginginkan kesuksesan dalam pekerjaan. Dalam hadis Nabi saw. disebutkan:

“Sesungguhnya Allah swt. telah mewajibkan kepada hamba-Nya, agar berbuat baik terhadap segala sesuatu.”

Kata ihsan dalam hadis tersebut adalah bertindak secara baik dan profesional. Barangsiapa yang melakukan pekerjaannya dengan baik dan profesional, maka dia akan memetik hasil yang hanya diketahui . oleh orang-orang yang biasa mengerjakan pekerjaan dengan baik. Barangsiapa yang jelek (tidak baik) dalam melakukan pekerjaannya, maka hasilnya tidak tampak dan menimbulkan kerugian dan penyesalan.

Pekerjaan itu tidak lain adalah ibarat kebun atau taman.

Apabila kebun atau taman itu dirawat dengan baik oleh tukang kebun dan dirawat dengan semestinya, maka kebun itu akan memberikan hasil buah yang sangat menyenangkan. Demikian pula halnya pekerjaanpekerjaan yang lain. 

Tergesa-gesa menyelesaikan suatu pekerjaan adalah bukan hal yang dapat mengantarkan pada keberhasilan, tetapi justru mengakibatkan kelambatan dan menimbulkan penyesalan. Sebaliknya, bekerja dengan memikirkan kebaikan serta kesempurnaan pekerjaan, itulah yang menjadi faktor penentu kesuksesan.

Tersebut dalam hadis:

“Sesungguhnya agama Islam ini kuat, karena masuk ke dalam dengan sikap ramah, lemah lembut dan disiplin (istikamah), jangan membuat dirimu sendiri jengkel dalam beribadah kepada Allah. Sebab, sesungguhnya yang disebut orang terputus dari rombongan adalah orang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan dan tidak tetap punggungnya.”

Wahai, generasi muda, berhati-hatilah, jangan sekali-kali tergesagesa dalam melakukan pekerjaan, tanpa memperhitungkan kebaikan dan kesempurnaannya. Sebab, sikap tergesa-gesa yang tidak didahului pemikiran yang matang, menyebabkan kegagalan dan kerugian. Sedangkan perlahan-lahan dalam bekerja dengan tujuan agar hasilnya baik adalah menyebabkan kesuksesan. Sesungguhnya manusia sebagaimana dikatakan oleh seorang pujanggatidak bakal ditanyai tentang Cepat atau lambatnya suatu pekerjaan, tetapi mereka hanya ditanyai tentang baik dan buruk amal atas pekerjaannya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker