PERADABAN
Peradaban yang benar adalah suatu perilaku yang dapat membuat orang yang beradab sehat fisik dan akal pikirannya serta membungkusnya dengan pakaian yang membuatnya tampak indah mempesona di kalangan keluarga, golongan dan masyarakat lingkungannya serta bakal menjadikannya bahagia di dunia dan akhiratnya.
Barangsiapa yang mengenakan pakaian peradaban dan berusaha sesuai dengan arti peradaban yang sebenarnya, maka dia pantas disebut orang beradab. Sebaliknya, barangsiapa yang memahami arti peradaban tidak sebagaimana semestinya -berbaju peradaban yang tidak seperti aslinya-, maka dia termasuk orang yang keblinger (tertutup hatinya): Telah berdiri tegak sesuatu tembok penghalang antara mereka dengan kebahagiaan yang hendak dicapai, yang penghalang tersebut tidak dapat diterobos oleh dorongan-dorongan cita-cita. Bahkan cita-cita untuk mencapai keberhasilan menjadi kabur dan melemah, yang akhirnya putus asa.
Peradaban tidak lain adalah akhlak terpuji, yang dapat membuahkan kerukunan antarindividu dan persatuan antargolongan. Ia merupakan usaha dan amal perbuatan yang melahirkan kemajuan negara dan meningkatkan kondisi sosial, upaya secara intensif membersihkan jiwa dari sifat-sifat tidak terpuji, untuk memperoleh kemuliaan, menahan diri dari perbuatan yang membahayakan manusia, menghindari perangaiperangai yang buruk, dan ia (peradaban) merupakan usaha maksimal meringankan penderitaan orang yang susah serta upaya membangun sekolah-sekolah (lembaga-lembaga pendidikan).
Bangsa Timur (Asia), dahulu terkenal memiliki peradaban yang sangat tinggi dan memiliki kekuasaan meneguhkan sendi-sendinya. Kemudian, jaman berubah dan terjadilah apa yang menimpa peradaban bangsa timur itu, sehingga hancur leburlah kemakmuran yang telah dicapainya dan koyaklah kemajuannya. Itulah Sunatullah, yang telah ditetapkan-Nya kepada orang (bangsa) yang tidak mengamalkan normanorma sosial kemasyarakatan dan mereka tidak lagi berjalan di atas rel peradaban yang benar. Akhirnya, khazanah ilmu pengetahuan dan peradaban mereka (bangsa timur) itu berbalik pada suatu bangsa yang mengerti nilai keutamaan peradaban (bangsa barat). Mereka menempatkan pada tempat yang tinggi: melapangkan dadanya untuk mengembangkan peradaban itu, serta meningkatkannya berdasarkan tuntutan kemajuan dan kebutuhan, sehingga mereka dapat mencapai kesempurnaan yang luar biasa dalam bidang peradaban, mereka terus mengalami kemajuan yang pesat dan berhasil menguasai bangsa-bangsa yang mundur dan mengendalikannya.
Hanya saja, peradaban mereka (bangsa barat) itu juga tidak sunyi dari cela dan kekurangan, yang terdapat pada setiap bangsa yang meluas kemakmurannya dan berkembang pesat peradabannya. Meskipun mereka tidak senang terhadap rintangan-rintangan yang menimpa mereka di luar kesadaran mereka itu. Tetapi, engkau melihat mereka berusaha menyingkirkan roda dan cela mereka itu dan berusaha menurunkan peradabannya.
Bangsa timur sekarang ini telah mulai sadar dari kelengahannya, mulai bangun dari tidurnya dan meniru kemajuan peradaban barat. Sebagaimana bangsa barat meniru peradaban bangsa timur dahulu, hanya saja, perjalanannya lamban dan usahanya lambat. Sebagian besar orang-orang yang mencontoh peradaban orang barat tersebut hanya terbatas pada sisi atau kulitnya saja dan mengabaikan inti yang sebenarnya. Apa yang mereka pelajari, hanyalah teori-teori yang tidak bisa menggemukkan dan menghilangkan kelaparan. Ilmu itu tidak lain harus diamalkan, padahal mereka tidak mau mempraktikkan apa yang mereka (orang-orang barat) praktikkan. Manfaat ilmu pengetahuan kosmologi (ilmu modern) itu adalah untuk mencapai apa yang telah dapat dicapai bangsa barat, berupa tercipta lapangan kerja dan pabrikpabrik yang mengucurkan kekayaan berlimpah pada negara, mengurangi kemiskinan dan menghapus pengangguran.
Di kalangan bangsa timur masih ada sekelompok orang lagi yang mengaku mencontoh bangsa barat, tetapi mereka itu tidak mengikutinya dalam mengkaji ilmu pengetahuan yang berguna dan tidak pula mencontoh dalam usahanya yang menghasilkan kemanfaatan. Namun, mereka itu hanya meniru tingkah laku orang-orang barat yang rusak dan bejat moralnya, tidak mengerti tentang peradaban selain menuruti kesenangan, berbuat kemungkaran, berpakaian dengan beraneka mode pakaian, berperang pada adat kebiasaan yang hina dan menghamburhamburkan harta untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang hina dan mesum.
Waspadalah, hai, pemuda, terhadap pemahaman tentang peradaban yang tidak sesuai dengan hakikat peradaban, sehingga menyebabkan engkau rugi di dunia dan kahirat, badanmu sakit dan akal pikiranmu menjadi rusak.
Ketahuilah, peradaban yang sebenarnya adalah sebagaimana yang telah saya terangkan di atas. Pegang teguhlah dengannya, amalkanlah tuntutan-tuntutannya, maka jiwamu yang berpikiran akan dapat mencapai tujuan, yang selanjutnya dapat memperoleh kebahagiaan yang kalian inginkan.









One Comment