Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Bidayatul Hidayah

Memelihara Telinga

Telinga merupakan bagian dari tujuh anggota tubuh yang harus kita belihara. Oleh karena itu, setelah membahas masalah menjaga mata, kita juga membicarakan bagaimana memelihara telinga dari segala berbuatan maksiat yang dilarang Islam.

Tentu telah kita maklumi, telinga merupakan nikmat dan amanat dari Allah swt. yang wajib disyukuri dan dipelihara setiap manusia. Alangkah bahagiarnrya orang yang memiliki telinga dapat digimakan untuk mendengar ayat-ayat Allah, mendengarkan kesyahduan dan kemerduan alunan musik, mendengar lagu gasidah, mendengar tuntunan dan petunjuk ajaran agama. Namun demikian, Allah memberikan telinga kepada manusia bukankah digunakan untuk mendengar setiap suara. Tetapi, Islam telah memberikan ketertuan dalam penggunaan telinga tersebut, yaitu

  1. Mendengarkan firman-firman Allah swt.
  2. Mendengarkan sabda Rasulullah saw.
  3. Mendengarkan hikmah para kekasih Allah.

Disamping itu, hendaklah digunakan scbagai sarana untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang dapat mengantar kesuatu kebahagiaan yang kekal dan kenikmatan yang abadi, yang telah Allah sediakan kelak di akhirat, berupa surga.

Karena itu janganlah digunakan mendengarkan sesuatu yang bid’ah, ucapan ghibah (mengumpat), berguman, provokasi, perkataan keji, ucapan mengadu domba, mendengarkan penuturan kejelekan orang lain. Hendaklah sermnua itu dihindari semaksimal mungkin, apalagi bagi kita yang mengaku sebagai muslim yang tunduk dan patuh pada ajaran agama. Disamping menghindari mendengarkan perkataan-perkataan tersebut, juga harus menghindari dari mengucapkannya pula.

Andaikata telinga kita digunakan untuk mendengar sesuatu dibenci oleh Islam, yang mestinya aku mendatangkan kemanfaatan, malah berbalik menjadi suatu yang membahayakan. Dan sesuatu yang sernestinya akan mendatangkan keutamaan, berbalik menjadi sesuatu yang mendatangkan kerusakan dan kebinasaan. Akibatnya akan mendatangkan kerugian yang amat besar.

Janganlah beranggapan bahwa perbuatan dosa harrya menimpa orang yang berbicara saja, sedangkan yang mendengarkannya tidak mendapatkan dosa. Sebab Rasulullah saw. dengan tegas memberikan keterangan sebagai berikut:

“Sesungguhnya orang yang mendengarkan adalah sekutu orang yang berbicara (dalam dosa), dan dia merupakan salah satu dari dua orang yang berbuat ghibah (mengumpat).”

Oleh sebab itu hendaklah kita selalu berhati-hati dalam mendengarkan perkataan, jangan ikut-ikutan mendengarkan sesuatu yang dilarang oleh syariat Islam. Semoga Allah memberikan perlindungan dan pertolongan kepada kita, agar dapat memelihara telinga dari sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Sehingga kita dapat selamat disepanjang masa.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker