TATA CARA BERWUDLU
Apabila engkau telah selesai istinja’ (cebok), maka janganlah meninggalkan bersiwak, sebab bersiwak itu dapat membersihkan mulut, menyenangkan Allah dan membencikan syetan.
Satu kali shalat dengan bersiwak lebih utama daripada tujuh puluh kali shalat tanpa bersiwak. Rasulullah saw. bersabda:
“Siwak itu menyucikan mulut, menyebabkan turunnya ridha Allah dan menyebabkan syetan marah-marah.”
“Satu kali shalat dengan bersiwak itu lebih utama daripada tujuh puluh kali shalat tanpa bersiwak.”
“Andaikata aku tidak takut memberatkan umatku, pasti aku perintahkan kepada mereka agar bersiwak setiap hendak melakukan shalat.”
“Aku telah diperintahkan oleh Allah agar bersiwak, sehingga aku khawatir siwak itu akan diwajibkan kepadaku.”
Sesudah engkau bersiwak (menggosok gigi), maka duduklah dengan menghadap kiblat ditempat yang sedikit tinggi agar engkau tidak terkena percikan air yang jatuh ke tanah (lantai yang tidak suci), lalu bacalah:
“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ya Allah saya berlindung kepadamu dari gangguan syetan dan saya berlindung kepadamu pula dari kehadiran mereka disisiku.”
Kemudian basulah kedua tanganmu sebelum memasukkannya kedalam wadah tempat air wudlu, dan bacalah doa:
“Ya Allah, saya mohon kepadamu kekuatan menjalani ketaatan dan barokah, dan saya berlindung dari kesialan dan kebinasaan.”
Sesudah itu berniatlah untuk menghilangkan hadats atau niat supaya diperbolehkan melakukan shalat. Dan niatmu itu tidak boleh berlalu sebelum membasuh wajah agar sah wudlumu. Maksudnya, niat wudlu itu dilakukan bersamaan membasuh muka. Lalu ambillah air untuk berkumur sebanyak tiga kali dengan bersungguh-sungguh memutar air didalam mulut sampai kebagian atas tenggorokan, kecuali jika dalam keadaan berpuasa, (kalau sedang berpuasa, mala berkumurnya harus biasa-biasa saja), ketika hendak berkumur bacalah doa:
“Ya Allah, buatlah saya, sehingga mudah bagiku membaca AlGur’an dan memperbanyak dzikir kepadamu. Dan kuatkanlah saya dengan ucapan yang kokoh (…..) di dunia dan di akhirat.”
Kemudian ambilah air lagi untuk dihirup dengan hidung sebanyak tiga kali, dengan membaca doa:
“Ya Allah, ciumkanlah saya bau surga, sedangkan engkau ridha kepadaku.”
Lalu semprotkanlah keluar air tersebut dengan membaca:
“Ya Allah, saya berlindung kepadamu dari bau neraka dan dari kejahatan tempat tinggal saya.”
Kemudian ambillah air untuk membasuh wajah mulai, dari permukaan dahi sampai ke ujung dagu bagian depan, dari telinga sebelah kanan sampai telinga sebelah kiri. Dalam membasuh wajah ini air harus merata keseluruh wajah sampai pada bagian antara bagian atas telinga dan tepi pelipis, yakni tempat ditepi dahi. Air itu harus sampai pula membasahi empat tempat tumbuhnya bulu di wajah, yaitu tempat tumbuhnya kedua alis, tempat tumbuhnya kumis, bulu-bulu mata dan bulu yang tumbuh dipermulaan jenggot (jambang). Air tersebut wajib pula membasahi tempat tumbuhnya jenggot yang tipis, tidak wajib menyampaikan air ke tempat tumbuhnya jenggot yang lebat. Doa ketika membasuh wajah “Ya Allah, putihkanlah wajah saya dengan nur-Mu pada hari wajah-wajah kekasihmu menjadi bersinar putih, dan jangan engkau hitamkan wajah saya dengan kegelapan-Mu pada hari wajah-wajah musuh menjadi hitam.”
Jangan lupa membiasakan membasahi jenggot yang lebat.
Sesudah itu basuhlah tangan kananmu dan tangan kirimu kedua siku sampai kebagian tengah bahu, sebab perhiasan surga itu dipasang sampai batas akhir anggota wudlu yang biasa dibasuh. Ketika membasuh tangan kanan ini bacalah doa:
“Ya Allah berikanlah catatan amal saya ditangan kananku, dan hisablah saya dengan hisab yang mudah.”
Sedangkan doa yang dibaca ketika membasuh tangan kiri ialah:
“Ya Allah, sesungguhnya saya berlindung kepadamu agar tidak menerima catatan amal saya dengan tangan kiriku atau dari belakang punggungku.”
Sesudah itu usaplah, kepala (rambutmu), dengan cara membasahi kedua telapak tangan terlebih dahulu, lalu mempertemukan ujungjari-jari kedua tangan dan meletakkannya ke kepala bagian depan terus dijalankan ke bagian belakang kepala, lalu dikembalikan lagi ke depan. Ini dihitung sekali. Dan engkau melakukannya sebanyak tiga kali, sama dengan bilangan membasuh anggotaanggota wudlu lainnya. Dan bacalah doa:
“Ya Allah, kerudungilah saya dengan rahmat-Mu, turunkanlah barokah-Mu kepada saya dan naungilah saya dibawah naungan arasy-Mu, ketika pada hari itu telah tiada naungan selain naunganMu. Ya Allah, haramkanlah api neraka menyentuh rambut dan kulit saya.”
Setelah itu, usapkanlah kedua telingamu, bagian luar dan dalamnya, dengan air yang baru diambil (bukan sisa air untuk mengusap kepala), dengan cara memasukan kedua jari telunjuk kedalam dua lubang telinga, lalu usapkanlah bagian luar daun telingamu dengan ibu jari bagian dalam dengan membaca doa:
“Ya Allah, jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang mendengar perkataan nasehat, lalu mengikuti yang terbaik dari ucapan tersebut. Ya Allah perdengarkanlah sayap Suara panggilan masuk di surga bersama orang-orang yangbaik.”
Kemudian usaplah lehermu dengan membaca doa:
“Ya Allah, bebaskanlah leher saya dari sentuhan api neraka dan saya berlindung kepada-Mu dari rantai dan belenggu api neraka.”
Sesudah itu basuhlah kakimu yang sebelah kanan lalu kaki sebelah kiri bersama kedua mata kaki dan menyela jari-jari kaki dengan jari kelingking tangan kiri, dimulai dari jari kelingking kaki sebelah kanan terus sampai ke jari kelingking kaki sebelah kiri. Caranya, jari kelingking tangan tersebut dimasukkan dari bawah jari-jari kaki, ketika membasuh kaki kanan ini bacalah doa:
“Ya Allah, tetapkanlah kedua kakiku diatas Sirat Al Mustaqum bersama telapak kaki para hamba-Mu yang shaleh.”
Dan ketika engkau membasuh kaki kiri bacalah doa:
“Ya Allah, saya berlindung kepada-Mu dari tergelincirnye kakiku kedalam neraka, ketika saya berjalan diatas Sirat Al Mustagim, pada hari tergelincirnya kaki-kaki orang munafig dar musyrik.”
Ketika membasuh kaki kiri ini, hendaklah engkau membasuhnya sampai bagian tengah betis, sebanyak tiga kali. Apabila engkau telah selesai berwudlu, maka angkatlah pandangan ke arah langit dengan membaca doa:
“Saya bersaksi, bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang Esa, fiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi, bahwa Muhammad ialah hamba Allah dan Rasul-Nya. Maha suci Engkau ya Allah dengan segala puji untuk-Mu. Dan saya bersaksi tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Saya telah berbuat kesalahan dan menganiaya pada diri saya sendiri, karena, itu saya mohon ampunan dari-Mu dan saya bertaubat kepada-Mu. Ampunilah dosa saya dan. terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau Tuhan yang menerima, taubat orang-orang yang bertaubat. Ya Allah jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaubat. Jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang suci, golongan hamba. hamba-Mu yang baik, sabar dan selalu bersyukur. Dan jadikanlah saya orang yang selalu dzikir dan ingat kepada-Mu dan bertasbih kepada-Mu diwaktu pagi dan sore.”
Barangsiapa yang membaca doa-doa tersebut diatas, maka semua kesalahan dan dosa-dosa yang telah diperbuat oleh anggota badannya keluar semua dan wudlunya disahkan oleh Allah swt. Amalan wudlu tersebut diangkat dan diletakkan dibawah Arsy, dengan senantiasa bertasbih kepada Allah, yang pahala bacaan tasbih wudlu tersebut diberikan kepada pelakunya hingga hari kiamat.
Ketika engkau berwudlu, maka hindarilah tujuh perkara, yaitu:
- Janganlah engkau mengibaskan tangan yang menyebabkan air memercik kemana-mana.
- Janganlah engkau menamparkan air keatas kepala dan wajah.
- Janganlah engkau berbicara ditengah-tengah mengerjakan wudlu.
- Janganlah engkau membasuh tiap-tiap anggota wudlu lebih dari tiga kali.
- Janganlah terlalu banyak menggunakan air, tanpa ada keperluan, lebihlebih hanya karena was-was. Sebab, orang yang was-was itu sebenarnya dipermainkan oleh syetan yang bernama walahan.
- Janganlah engkau berwudlu dengan air yang telah terkena sinar panas matahari.
- Janganlah engkau berwudlu dengan air yang berada di tempat yang berbuat dari logam seperti kuningan. Menjalankan tujuh perkara tersebut diatas ketika berwudlu it hukumnya makruh. Didalam hadits Rasulullah saw. disebutkan:
“Sesungguhnya orang menyebut-nyebut nama Allah ketika berwudlu, itu jasadnya akan disucikan oleh Allah seluruhnya. Dan barangsiapa yang tidak berdzikir kepada Allah ketika berwudlu, Jasadnya tidak dapat suci kecuali yang bagian yang terkena air saja”.









One Comment