Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Bidayatul Hidayah

MENJAUHI LARANGAN SECARA LAHIRIYAH

Kedurhakaan pada Allah, tiada lain, karena sasaran anggota badan. Padahal, anggota badan merupakan kenikmatan dan amanah dari Allah. Ia harus dijaga dan dipelihara oleh setiap manusia. Karenanya, bila anggota badan yang merupakan kenikmatan dari Allah digunakan untuk mendurhakai-Nya berarti menjadi pangkal dari puncak kekufuran. Sedangkan kelalaian dan kecerobohan terhadap amanat Allah yang ada pada diri kita, merupakan puncak kedurhakaan. Padahal, jauh sebelumnya telah diberi peringatan: “Peliharalah selalu anggota tubuhmu.”

Oleh karena hal di atas, maka renungkan dan koreksilah diri. Bagaimana kita menjaga benteng-benteng tersebut? Padahal, sudah menjadi kepastian yang mutlak, bahwa kita tidak akan terlepas dan pasti mempunyai tanggung jawab yang kelak dikemudian hari akan diurus dan dituntut.

Renungkanlah, seluruh anggota badan kita kelak akan menjadi saksi yang tidak akan bohong, dan akan mengadukan segala yang kita perbuat, di pandang Mahsyar, yaitu Mahkamah Hari Kiamat, dengan suara yang lantang, kritis serta benar. Dengan demikian kita pasti akan mendapatkan teguran dan pengaduan, sehingga nampaklah segala amal perbuatan yang pernah diperbuat, sebab pada saat itu segala amal perbuatan akan dipertontonkan di muka umum.

Allah swt. menegaskan dalam firman-Nya:

“Pada hari (ketika) lidah, tangan, kaki mereka menjadi saksi atas mereka, terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (OS. An Nuur: 24)

Di ayat lainnya, Allah swt. telah menegaskan:

“Pada hari kiamat kami tutup mulut mereka, tangan mereka berkatalah kepada Kami dan kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (OS. Yaasiin: 65)

Oleh karena itu, wahai manusia yang dla’if, jaga dan peliharalah seluruh anggota tubuh, terutama tujuh anggota badan dari kemaksiatan. Sebab Neraka Jahannam mempunyai tujuh pintu, yang setiap pintu diatur dan dipersiapakan bagi manusia yang berbuat kesalahan. Yang dimaksukkan ke neraka tersebut adalah mereka yang berbuat maksiat dan durhakan kepada Allah swt. dengan menggunakan tujuh anggota badannya, yaitu: Mata, telinga, lisan (mulut), perut, farji (kemaluan, tangan, kaki.

Maka, hendaklah ketujuh anggota badan tersebut dijaga dengan sebaik mungkin, jangan sampai dipergunakan untuk menuruti kehendak hawa nafsu. Menuruti kehendak hawa nafsu termasuk golongan yang dijerumuskan ke jurang neraka Jahannam.

Oleh karenanya, ketujuh anggota badan perlu sekali untuk dipelihara demi keselamatan diri. Hendaklah kita dapat merenungkan dan memperhatikannya, hingga dapat menjaga sesuai dengan yang telah digariskan oleh ajaran syariat Islam, sehingga kita benar-benar dapat suci dari segala noda dosa. Adapun cara menjaga ketujuh anggota tersebut dipersilahkan mengikuti uraian ataupun pembahasan yang terkandung dalam buku kecil ini. Maksudnya, agar kita dapat selamat dari api neraka Jahannam yang amat pedih itu dan tergolong dalam “Zumratul Muttagin”, tergolong dalam rombongan orang yang jujur dan shahih.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker