PENUTUP
Uraian ini kami kira cukup untuk kalian semua hai pemuda, yang sedang mempelajari ilmu tasawuf untuk dijadikan sebagai pedoman dasar dalam perjalananmu menuju tercapainya hidayat (petunjuk-petunjuk Allah). Dan praktekkanlah keterangan tersebut pada dirimu sendiri. Kami katakan, bahwa kitab ini telah cukup untuk dijadikan pedoman bagi pemuda yang mulai mempelajari ilmu tasawuf, karena kitab ini berisi tiga bab: Bab I: Tata cara menjalankan perintah Allah Bab II : Tata cara menjauhi larangan Allah Bab III : Tata cara pergaulan dengan sesama manusia
Dengan demikian, kitab “Bidayah Al-Hiadayah” ini telah mencakup semua tata cara pergaulan yang diperlukan oleh semua orang, baik pergaulannya dengan sang Pencipta maupun dengan sesama manusia. Apabila engkau memandang kitab ini cocok untuk dirimu dan engkau merasakan, bahwa hatimu cenderung padanya dan ingin sekali mengamalkannya, maka ketahuilah bahwa hatimu telah diberi cahaya keimanan oleh Allah. Ini baru permulaan dan tentunya permulaan itu pasti ada kesudahannya yang dibaliknya terdapat banyak rahasia, masalah-masalah yang sangat halus, ilmu-ilmu yang dalam dan almukasyafah yang semuanya telah kami uraikan dalam Al-Ihya AlUlumuddin. :
Apabila engkau melihat, bahwa hatimu merasa berat mengamalkan semua amalan dan bacaan yang telah disebutkan dalam kitab ini dan engkau mengesampingkan bidang ilmu tasawuf ini, kemudian hatimu berkata : Apa manfaat ilmu ini terhadap dirimu terutama jika engkau duduk bersama para ulama’. Kapan engkau bisa maju jika mempelajari ilmu ini, bagaimana ilmu ini bisa mengangkat kedudukanmu dan meningkatkan penghasilanmu, bagaimana engkau bisa sampai memperoleh jabatan?, maka ketahuilah, bahwa engkau telah tertipu oleh syetan. Syetan telah berhasil menyesatkanmu dan melupakanmu terhadap urusan akhiratmu. Kalau dugaanmu seperti itu, maka cobalah mencari apa yang engkau duga dapat memberi manfaat kepadamu dan dapat mengantarkanmu menduduki jabatan mulia. Sungguh engkau tidak akan dapat memperoleh kedudukan dan kemuliaan yang murni yang engkau inginkan dan akhiratpun engkau akan kehilangan nikmat surga yang kekal di sisi Tuhanmu sekalian alam.





One Comment