Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Bidayatul Hidayah

TATA CARA MASUK KE DALAM MASJID

Apabila engkau hendak masuk masjid, maka dahulukan kakimu yang sebelah kanan dengan membaca doa:

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam sejahtera-Mu kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya. Ya Allah ampunilah dosa-dosa saya dan bukakanlah pintu rahmatMu untuk saya.”

Apabila engkau melihat seseorang menjual sesuatu didalam masjid, maka berkatalah: “Semoga Allah tidak memberi keuntungan dari perdaganganmu.” Dan apabila engkau melihat seseorang mencari sesuatu miliknya didalam masjid, maka katakanlah: “Semoga Allah tidak mengembalikan barangmu.” Begitulah yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw.

“ Apabila engkau telah masuk masjid, maka jangan duduk sebelum shalat Tahiyyatul Masjid sebanyak dua rakaat. Jika engkau masuk kedalam masjid dalam keadaan tidak menyandang wudlu atau memang tidak berkeinginan melakukan shalat, maka bacalah ucapan-ucapan mulia sebanyak tiga kali, atau empat kali. Ada juga yang berpendapat, bacaan tersebut dibaca tiga kali untuk orang yang berhadas dan satv kali untuk orang yang berwudlu. Apabila engkau belum melakukan shalat sunah Oabliyah Subuh, maka kerjakanlah dan sudah dianggap sebagai shalat Tahiyyat Masjid. Jika engkau telah selesai mengerjakan shalat tersebut, maka berniatlah i’tikaf didalam masjid dengan membaca doa yang selalu dibaca oleh Rasulullah saw. setelah beliau selesai shalat Qabliyah Subuh. Doa itu ialah:

“Ya Allah, sesungguhnya saya memohon rahmat dari-Mu yang dapat memberi petunjuk kepada hati saya, dapat menyatukan golongan saya, mengkonsentrasikan pikiran saya, dapat menolak segala fitnah, membaikkan agama saya, menjaga batin saya, meninggikan derajat zhahir saya, membersihkan amal perbuatan saya, menyinarkan wajah saya. Dan saya mohon kepada-Mu rahmat yang dengan rahmat ini engkau memberikan petunjuk kepada saya, memenuhi. kebutuhan .saya dan memelihara saya dari segala kejelekan.”

“Ya Allah, saya mohon kepada-Mu keimanan yang murni yang memenuhi hati saya, dan saya mohon kepada-Mu pula keyakinan yang lurus, sehingga saya menyadari apa saja yang menimpa kepada saya itu merupakan sesuatu yang telah Kau putuskan dan merasa ridla terhadap pemberianmu.”

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang benar dan penuh keyakinan. Yang setelah beriman tidak melakukan kekufuran. Dan memohon pula kepada-Mu untuk mendapatkan keramahan-Mu di dunia dan di akhirat.”

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar dapat bertemu dengan keridhaan-Mu yang mengantar kepada kebahagiaan, bersabar dalam menghadapi cobaan, dan mendapatkan tempat disisi para syuhada. Hidup yang penuh kebahagiaan lahir batin, terhindar dari musuh dan permusuhan dan dapa! melaksanakan sunnah para Nabi.”

“Ya Allah, berilah kecukupan atas segala kebutuhanku di dunia dan di akhirat, sekalipun kemampuan akal pikiran dan amalku sangat terbatas dan lemah. Namun rahmat dari sisi-Mu selalu aku harapkan dan aku nantikan. Aku memohon kepada’ Mu wahai Allah Yang Mengadili segala perkara dan wahai Dzat yang mengobati setiap hati yang gundah gulana. Selamatkanlah diriku dari simbah dosa sebagaimana engkau telah menyelamatkan samudera dari noda jamur. Selamatkan diriku dari neraka Syair dan siksa kubur, serta dari segala kecelakaan.”

“Ya Allah, kemampuan berpikirku dan amalku sangat terbatas dan sangat lemah sekali, sehingga niatku tidak dapat mencapai kepada kebaikan yang engkau janjikan kepada salah seorang hamba-hamba-Mu. Atau kepada suatu kebaikan yang engkau janjikan kepada salah seorang makhluk. Sedangkan aku sangar mencintai dan mengharapkan keridhaan-Mu. Karena itu aku memohon kepada-Mu, agar dapat memberikan semua itu, wahai Dzat yang menguasai seluruh alam.”

“Ya Allah, jadikanlah diriku orang yang mendapat petunjuk dan memberi petunjuk. Yang tidak tersesat dan tidak menyesatkan. Jadikanlah aku orang yang selalu memerangi musuh-musuh-Mu dan yang selalu berbuat baik kepada kekasih-kekasih-Mu. Jadikanlah diriku orang yang mengasihi kepada seluruh umat manusia sebagaimana Engkau telah mencintai mereka. Dan jadikanlah orang yang memusuhi mereka sebagaimana Engkau memusuhi mereka yang ingkar kepada perintah-Mu.”

“Ya Allah, doa ini datang dariku, sedangkan Engkaulah yang berhak mengabulkannya. Ya Allah, doa yang aku panjatkan ini merupakan kekuatan bagiku, yang hanya kepada-Mu aku berserah diri. Sesungguhnya diriku hanya milik Allah, dan hanya kepadaNya aku akan kembali. Tiada daya kekuatan untuk melakukan ibadah, melainkan atas pertolongan Allah semata Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

“Ya Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Benar, selamatkanlah diriku di hari kiamat dan jadikanlah surga sebagai tempat bersemayam yang abadi bersama orang yang selalu beribadah mendekatkan diri kepada-Mu. Mereka yang selalu melakukan ibadah sunnah, yang melakukan shalat dan mereka yang selalu menempati janji. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Penyayang lagi Maha Mencintai. Dan sesungguhnya Engkau adalah berkuasa untuk berbuat apa saja yang Engkau kehendaki.

“Dengan mensucikan Dzat Yang Maha Menang. Yang dengan sifat kemenangan itu Allah mengalahkan orang-orang yang mengaku menang. Maha Suci Dzat Yang Maha Agung. Yang dengan keagungan itu Allah memberikan anugerah dan rahmat kepada seluruh hamba-Nya. Maha Suci Dzat yang tiada sesuatu pun patut diakui kesuciannya melainkan Dia. Maha Suci Dzat yang memiliki anugerah yang telah mencurahkan nikmat-Nya, dan Dia yang dermawan, yang banyak memberikan sesuatu kepada hambahamba-Nya. Maha Suci Dzat yang dengan ilmu pengetahuan-Nya dapat menghitung apa saja yang ada di alam.”

Ya Allah, jadikanlah cahaya penerang dalam hatiku dan alam kuburku. Dalam telinga, mata, kulit dan rambutku. Dalam daging dan tulang-tulangku. Dikanan kiri, muka belakang dan sisiku. Dan jadikanlah cahaya penerang yang lebih agung. Dan jadikanlah pula diriku orang yang berkilauan dihiasi dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Paling Maha Penyayang.”

Seusai membaca doa sepanjang itu, bila waktu masih ada, gunakanlah untuk tafakkur, bertasbih atau membaca Al-Qur’an. Gunakanlah waktu yang tersisa untuk memperbanyak dzikir pada-Nya.

Bila adzan telah berkumandang, maka dengarkanlah ia dengan seksama. Dzikir dan doa hendaknya dihentikan sementara, untuk mendengarkan adzan itu. Tirukanlah suara adzan itu dengan suara pelan. Ketika muadzin mengucapkan: Hayya ‘ala ash-shalah atau Hayya ‘ala al-falah, maka sahutlah dengan ucapan: Laa baula wala qawwata illa billah.

Ketika muadzin sampai pada lafazh:

“Shalat lebih baik daripada tidur.” . – Makajawablah dengan mengucap:

“Benar dan bagus yang kau ucapkan, aku ada saksinya.”

Begitu pula ketika iqamah dikumandangkan, tirukanlah ia. Ketika lafazh:

“Sesungguhnya hampir didirikan shalat.”

Maka jawablah dengan ucapan:

“Semoga Allah mendirikan dan melanggengkan selama langit dan bumi masih kekal abadi). Setelah adzan dan igamat dikumandangkan, baik muadzin maupun jamaah disunnahkan membaca doa:

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ketika waktu shalat tiba dan adzan dialunkan. Ketika senja menjelang dan fajar membentang, curahkanlah wasilah dan anugrah-Mu pada Muhammad saw. dan berilah beliau derajat yang tinggi, dan fempatkanlah ia pada tempat yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya, Engkau tidak akan mengingkari janji wahai Dzat Yang Maha Penyayang diantara segala sesuatu yang punya kasih sayang.”

Setelah melakukan shalat berjamaah, bacalah wirid berikut ini:

“Ya Allah, curahkanlah rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya, Ya Allah, Engkau adalah Dzat Pelamat. Dari sisi-Mu keselamatan datang dan Kepada-Mu pula keselamatan kembali. Karena itu berilah kami kehidupan yang penuh keselamatan. Masukkanlah kami ke surga yang penuh keselamatan. Maha Suci Engkau wahai Dzat yang Maha Agung lagi Maha Mulia. Aku mengakui kesucian Tuhanku Yang Maha Tinggi lagi Maha Luhur, yang banyak memberikan anugerah. Tiada Tuhan yang pantas disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan dan segala puji, yang telah menghidupkan dan mematikan makhluk. Dan hidup selamanya, tidak akan mati. Segala kebajikan berada dalam kekuasaan-Nya, dia menguasai segala sesuatu. Tiada Tuhan yang pantas disembah kecuali Allah, Dzat yang banyak memberikan curahan nikmat dan anugerah, serta yang pantas menerima pujian yang baik. Tiada Tuhan yang pantas disembah kecuali Allah, yang aku tidak beribadah melainkan kepada-Nya. Dengan penuh keteguhan dan keikhlasan, aku memeluk agama-Nya sekalipun orang-orang kafir membencinya.”

Lalu bacalah doa yang diajarkan Rasulullah kepada Aisyah:

“Ya Allah, saya mohon kepada-Mu seluruh kebaikan padaku, baik seketika maupun dengan ditangguhkan, yang aku ketahui maupun yang aku tidak ketahui. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan, baik yang seketika maupun yang ditanggguhkan, yang aku ketahui maupun yang aku tidak ketahui. Berilah aku jalan menuju surga dan segala sesuatu yang mendekatkannya, baik berupa perkataan, perbuatan, niat maupun i’tikad. Aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala yang mendekatkannya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, niat atau itikad. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu segala yang telah dimohon hamba dan utusan-Mu Muhammad saw., dari segala kebaikan aku berlindung kepada-Mu sebagaimana hamba dan utusan-Mu Muhammad berlindung dari segala kejahatan. Ya Allah, apa saja yang telah Engkau gariskan terhadap diriku, maka Jadikanlah keberakhiran yang baik, yang mengantar kepada jalur yang lurus.”

Baca pula doa Rasulullah saw. yang diajarkan pada Fatimah:

“Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Mulia lagi Maha Agung. Tiada Tuhan yang pantas disembah kecuali Engkau. Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Dan dari siksa-Mu aku memohon keselamatan. Janganlah Engkau menyerahkan segala urusanku kepada diriku sendiri dan jangan pula Engkau serahkan kepada salah seorang makhluk-Mu sekalipun hanya sebentar. Semoga Engkau memberikan keberhasilan dalam segala urusanku, sebagaimana Engkau telah memberikan kesuksesan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.”

Pembacaan doa bisa dilanjutkan sebagaimana yang pernah dipanjatkan oleh Nabi Isa as. yang oleh Rasulullah saw., diajarkan pula pada umatnya:

“Ya Allah, sungguh aku tidak dapat menolak sesuatu yang menyusahkan, dan tidak dapat mengambil manfaat dari segala sesuatu yang aku harapkan. Sebab segala sesuatu berada dalam kekuasaan-Mu, tidak dalam kekuasaan yang lain. Ya Allah, sungguh diriku ibarat barang gadaian amalku. Tiada seorang pun yang lebih membutuhkan pertolongan melainkan diriku. Dan tidak ada seorang pun yang melebihi kekayaan-Mu. Ya Allah, jangan Engkau turunkan petaka atas diriku yang menyebabkan musuh-musuhku merasa gembira. Janganlah Engkau menurunkan kesusahan kepada sahabat karena aku, dan jangan pula musibah yang menimpa diriku menjadi musibah pula bagi agamaku. Janganlah Engkau jadikan niat, cita-cita dan ilmu pengetahuan yang aku miliki semata-mata hanya sebagai sarana mencari kemewahan dunia. Jangan pula Engkau kuasakan diriku kepada orang yang tidak menyayangiku, orang yang membenciku, karena banyaknya dosa yang kulakukan.”

Bila masih ada waktu, sebaiknya ditambah dengan bacaan doa yang dihafal. Doa-doa itu telah kami tulis dalam kitab Ihya “Ulumuddin pada bab Da’wat. Seusai melaksanakan shalat Subuh, sambil menanti matahari terbit, sebaiknya dimanfaatkan untuk empat hal, yakni:

  1. Memperbanyak doa.
  2. Memperbanyak dzikir dan membaca tasbih, hingga doa yang dipanjatkan mendapat ijabah dari Allah.
  3. Memperbanyak tadarus Al-Ouran. Sebab dengan banyak membaca Al-Ouran, hati yang beku menjadi cair dan ingat kepada Allah. Dengan demikian, ia akan meningkatkan pengabdiannya pada Allah, dan menjauhi segala larangannya.
  4. Bertafakur. Memikirkan dosa-dosa yang telah diperbuat dan keingkaran kepada Allah yang selama ini dilakukan, baik dalam peribadatan maupun yang lain. Juga memikirkan kemungkaran yang menyebabkan kemurkaan Allah swt.

Dalam mengarungi hidup ini, hendaklah anda dapat mengatur waktu sebaik-baiknya. Lakukanlah amalan secara rutin. Cara ini akan memberikan kemudahan dalam menambal amaliah maupun ibadah sunnah yang mungkin tertinggal. Hendaknya anda berupaya agar selalu menghindari perbuatan yang menyebabkan murka Allah. Oleh sebab itu, hendaknya anda setiap hari mempunyai niat memberikan pertolongan kepada sesama muslim. Juga semaksimal mungkin menjauhi segala larangan-Nya.

Bila anda melaksanakan perintah wajib, hendaknya mendahulukan yang lebih penting, lebih wajib. Lalu disusul dengan perintah wajib lainnya. Sarana untuk taat kepada Allah jauh-jauh hari hendaknya sudah dipersiapkan, sehingga dalam perjalanan hidup sepanjang hari akan tergolong dalam kelompok orang-orang yang selalu taat. Terhindar dari segala bentuk kemaksiatan.

Dalam mengarungi perjalanan hidup sehari-hari, setiap muslim harus selalu memikirkan datangnya ajal kematian, yang dapat memutuskan segala angan dan cita-cita. Kematian akan membuka dua rahasia besar. Yakni kesusahan dikarenakan kurangnya bekal amal kebajikan ketika di dunia. Dan penyesalan dikarenakan ketika di dunia terlalu banyak mengikuti tipu daya dan bujuk rayu setan. Banyak melakukan maksiat dan lupa kepada bekal akhirat.

Setiap hari, orang muslim selayaknya tidak pernah mengosongkan kesempatan untuk berdzikir dan bertasbih. Lebih-lebih membaca sepuluh kalimat yang diketengahkan berikut:

“Tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Allah Yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan dan segala puji. Dzat yang menghidupkan dan yang mematikan makhluk. Sedangkan Dia Dzat Yang Maha Hidup tidak akan mati selamanya. Berada dalam kekuasaan-Nya segala kebajikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

“Tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Allah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Benar dalam segala kekuasaan-Nya.”

“Tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Yang menguasai langit dan bumi seisinya. Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.”

“Maha Suci Allah, yang segala puji hanyalah bagi-Nya semata. Tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya untuk melakukan ibadah, kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

“Maha Suci Allah yang menguasai para malaikat dan ruh (malaikat Jibril).”

“Maha Suci Allah, segala puji bagi-Nya semata. Maha Suci Allah Yang Maha Agung.”

“Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. Yang fiada Tuhan melainkan Dia. Yang Maha Hidup dan Maha Kuasa. Aku memohon ampunan dan diterimanya taubat.”

“Ya Allah, tiada ada sesuatu pun yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan. Dan tidak ada sesuatu pula yang dapat menarik apa yang Engkau cegah. Tidak ada pula sesuatu yang dapat menolak ketentuan-Mu. Dan tidak berguna kekayaan seseorang yang kaya raya kelak disisi-Mu.”

“Ya Allah, curahkanlah tambahan anugerah kepada Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabat. Dan curahkanlah pula keselamatan kepada mereka.”

“Dengan menyebut nama Allah, yang dengan nama-Nya sesuatu yang berada di langit dan di bumi tidak akan membuat sesuatu kemadharatan. Dan Dia adalah Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.”

Alangkah baiknya bila anda membaca masing-masing doa tersebut sebanyak 10 kali. Hendaknya anda selalu membaca doa tersebut, dan jangan berbicara yang tidak berguna sebelum matahari terbit. Waktu antara shalat Subuh sampai dengan matahari terbit hendaknya dikhusyu’kan untuk beribadah pada Allah swt.

Dalam suatu hadits disebutkan, keutamaan membaca doa tersebut adalah pahalanya lebih besar daripada memerdekakan 8 orang budak dari keluarga Ismail, keluarga Rasulullah saw.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker