Hadits

Terjemah Kitab Jawahirul Bukhari Karya Syeikh Mustafa Imarah

28 MEMANDANG KE LANGIT (KE ATAS)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Apa perlunya orang-orang  mengarahkan  pandangan  mereka  ke  langit  (ke  atas)  dalam  shalat

mereka. Hendaklah mereka berhenti melakukan itu atau biarlah penglihatan mereka dicabut.

29 MENOLEH DALAM SHALAT

Diriwayatkan dari Aisyah r.a., ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang menoleh dalam shalat? Beliau menjawab: Itu adalah pencurian yang dilakukan syaitan dari shalat hamba.

30 UCAPAN “AMIN” IMAM DENGAN SUARA KERAS DAN KEUTAMAANNYA

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi SAW bersabda: Apabila imam mengucapkan: Amin, maka ucapkanlah: Amin, karena siapa yang ucapannya “Amin” bertepatan dengan pengucapan “Amin” oleh malaikat, diampunilah baginya dosanya yang terdahulu. Ibnu Syihab berkata: Adalah Rasulullah SAW mengucapkan Amin.

31 KEUTAMAAN SUJUD

Diriwayatkan dari Said ibnul Musayyab dan Atha’ bin Yazid bahwa Abu Hurairah r.a. memberitahu keduanya bahwa orang-orang berkata: Ya Rasulallah, apakah kita bisa melihat Tuhan kita pada hari kiamat?

Nabi SAW menjawab: Apakah kalian ragu ketika melihat bulan pada malam purnama tanpa ada awan di depannya?

Mereka menjawab: Tidak, ya Rasulallah.

Nabi SAW berkata: Apakah kalian ragu ketika melihat matahari tanpa ada awan di depannya?

Mereka menjawab: Tidak.

Nabi SAW berkata: Sesungguhnya kalian akan melihat-Nya seperti itu.

Kemudian   Allah   berkata:   Barangsiapa   menyembah   sesuatu,   hendaklah   ia mengikutinya.

Maka di antara mereka ada yang mengikuti matahari, di antara mereka ada yang mengikuti taghut (syaitan atau segala sembahan selain Allah).

Setelah itu tinggallah dalam umat ini kaum munafiknya.

Kemudian Allah azza wa jalla mendatangi mereka, lalu Dia berkata: Aku adalah

Tuhanmu.

Mereka berkata: Ini adalah tempat kami hingga Tuhan kami datang. Apabila Tuhan kami datang, kami akan mengenali-Nya.

Kemudian Allah datang kepada mereka, lalu Dia berkata: Aku adalah Tuhanmu. Mereka berkata: Engkau Tuhan kami.

Allah memanggil mereka, lalu dipasanglah shirat di tengah jahannam.

Maka aku adalah Rasul pertama yang lewat bersama umatnya. Tiada seorang pun yang berbicara pada hari itu selain para Rasul.

Perkataan para rasul pada waktu itu adalah: Allahumma sallim, sallim (Ya Allah, selamatkan, selamatkan).

Di jahannam terdapat kail-kail seperti duri Sa’daan.

Nabi SAW berkata: Apakah kalian pernah melihat duri Sa’daan!

Mereka menjawab: Ya.

Nabi SAW berkata: Sesungguhnya kail-kail itu seperti duri Sa’daan, hanya saja tidak ada yang mengetahui ukuran besarnya, kecuali Allah.

Kail-kail itu menyambar orang-orang sesuai dengan amal-amal mereka. Di antara mereka ada yang dibinasakan karena amalnya dan di antara mereka ada yang dipotong-potong kecil, kemudian selamat.

Hingga ketika Allah azza wa jalla ingin mengasihi orang yang dimasukkannya ke dalam neraka, Allah menyuruh para malaikat mengeluarkan siapa yang menyembah Allah.

Maka para malaikat mengeluarkan mereka dan mengenali mereka dengan bekas- bekas sujud, sedangkan Allah mengharamkan atas api neraka untuk memakan bekas sujud. Kemudian mereka keluar dari neraka.

Setiap manusia dimakan api, kecuali bekas sujudnya. Mereka keluar dari api neraka setelah hangus terbakar.

Kemudian dituangkan air kehidupan di atas mereka. Maka mereka tumbuh seperti biji yang tumbuh di tanah bekas banjir.

Kemudian Allah selesai mengadili para hamba dan tinggallah seorang lelaki di antara surga dan neraka.

la adalah penghuni neraka yang terakhir masuk surga. Ia hadapkan mukanya ke arah neraka. ia berkata: Ya Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka, baunya telah meracuniku dan nyalanya telah membakarku.

Allah berkata: Tidak. Apakah jika hal itu dilakukan terhadapmu, engkau akan meminta yang lainnya?

Orang itu menjawab: Tidak, demi keperkasaan-Mu.

Maka ia pun berjanji kepada Allah apa saja yang ia inginkan. Kemudian Allah memalingkan wajahnya dari neraka.

Ketika Allah menghadapkannya ke surga dan melihat keindahannya, ia pun terdiam’selama yang dikehendaki Allah.

Kemudian ia’berkata: Ya Tuhanku, majukan aku di depan pintu surga.

Kemudian Allah berkata kepadanya: Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta selain yang telah engkau minta?

Orang itu menjawab: Ya Tuhanku, aku tidak ingin menjadi makhluk-Mu yang paling sengsara.

Allah  berkata: Apakah kiranya  jika  engkau diberi seperti itu, engkau  tidak akan meminta lainnya?

Orang itu menjawab: Tidak, demi keperkasaan-Mu, aku tidak akan meminta selain itu. Maka ia pun berjanji kepada Tuhannya sebagaimana yang diinginkannya.

Kemudian Allah memajukannya ke pintu surga. Ketika tiba di pintu surga dan melihat keindahannya dan kesegaran serta kegembiraan yang terdapat di dalamnya, ia pun terdiam selama yang dikehendaki Allah.

Kemudian ia berkata: Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga.

Maka Allah berkata: Kasihan kamu, hai anak Adam, alangkah curangnya kamu, bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta selain yang telah diberikan kepadamu?

Orang itu berkata: Ya Tuhanku, jangan jadikan aku makhluk-Mu yang paling sengsara.

Maka Allah azza wa jalla tertawa (ridha) kepadanya, kemudian mengizinkannya masuk surga. Allah berkata kepadanya: Sebutkan keinginanmu.

Maka orang itu menyebut keinginannya.

Setelah berhenti menyebut keinginannya. Allah azza wa jalla berkata: Tambahilah begini dan begini.

Tuhannya azza wa jalla terus mengingatkannya hingga ketika semua keinginannya telah habis, Allah Ta’ala berkata: Semua itu untukmu dua,kali lipat.

32 MENGUCAPKAN TASBIH DAN BERDOA DI DALAM SUJUD

Diriwayatkan dari Aisyah r.a.. ia berkata: Adalah Nabi SAW banyak mengucapkan dalam ruku’ dan sujudnya: Subhanakallahumma robbana wa bihamdika Allahummaghfir li (Maha suci Engkau ya Allah Tuhan kami dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah ampunilah aku). Beliau menakwilkan Al-Qur’an.

Diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW berdoa dalam shalat: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al- Masihid Dajjal. aku berlindung kepada-Mu dari cobaan semasa hidup dan cobaan sesudah mati. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan hutang.”

Ada orang berkata kepadanya: Betapa seringnya anda memohon perlindungan dari hutang.

Nabi SAW menjawab: Sesungguhnya apabila seseorang berhutang, ia pun berbicara, lalu berdusta. Dan berjanji. lalu mengingkari.

Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. bahwa ia berkata kepada Rasulullah

SAW: Ajarilah aku doa supaya aku mengucapkannya dalam shalatku.

Nabi SAW berkata: Katakanlah: “Ya Allah, sesungguhnya aku telah banyak menganiaya diriku dan tiada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

33 DZIKIR SETELAH SHALAT

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: Kaum miskin datang kepada Nabi SAW. Mereka berkata: Orang-orang kaya telah mendapat derajat yang tinggi dan nikmat yang kekal. Mereka shalat sebagaimana kita shalat, mereka puasa sebagaimana kita puasa.

Mereka mempunyai kelebihan harta dan mereka menggunakannya untuk pergi haji, menunaikan umrah, berjihad dan mengeluarkan sedekah.

Nabi SAW berkata: Maukah  kuberitahukan  kepada kalian tentang  sesuatu  yang apabila kalian amalkan, niscaya kalian bisa menyusul Orang yang mendahuluimu dan tidak bisa disusul oleh seorang pun sesudah kalian, sedangkan kalian adalah yang terbaik di antara Orang-orang, kecuali siapa yang melakukan seperti itu.

Kalian ucapkan: Subhanallah. dan Alhamdulillah serta Allahu Akbar setiap habis shalat. tiap-tiap ucapan 33 kali.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker