Hadits

Terjemah Kitab Jawahirul Bukhari Karya Syeikh Mustafa Imarah

KITAB SHALAT

Ibnu Abbas berkata: Diceritakan kepadaku oleh Abu Sufyan dalam dialog dengan Heraclus, ia berkata: Nabi SAW menyuruh kami mengerjakan shalat, berkata benar dan memelihara diri.

1 KEWAJIBAN SHALAT DENGAN MEMAKAI BAJU

DAN FIRMAN ALLAH TA’ALA:

Diriwayatkan dari Salamah ibnu Akwa’ bahwa Nabi SAW berkata: Hendaklah mushalli

mengancing bajunya, walaupun dengan duri. Dan seseorang boleh mengerjakan shalat dalam baju yang dipakainya ketika menggauli istrinya, asalkan ia tidak melihat najasah padanya. Dan Nabi SAW melarang orang melakukan thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang.

Al-Hasan berkata: Adalah orang-orang bersujud di atas surban dan kopiah sementara kedua tangannya berada dalam lengan bajunya.

Penjelasan hadits

Abu Hanifah membolehkan sujud di atas surban, sedangkan Malik menghukuminya makruh. Ulama Syafi’iyah berpendapat: Tidak boleh sujud di atas surban. Mereka berhujjah bahwa karena mengusap kepala tidak bisa digantikan dengan mengusap surban, maka sujud pun harus pula demikian.

Bukhari menyebutkan hal ini dalam bab sujud di atas baju dalam cuaca yang sangat panas dan bab shalat dengan memakai sandal.

Diriwayatkan dari Syu’bah dari Abi Maslamah bin Said Al-Azadi, ia berkata: Aku bertanya kepada Anas bin Malik: Apakah Nabi SAW pernah mengerjakan shalat sambil memakai kedua sandalnya?

Anas menjawab: Ya. Hal itu dibolehkan bila tidak terdapat najasah pada kedua sandalnya. Apabila terdapat najasah pada kedua sandal, maka hendaklah ia menggosokkannya di tanah, lalu mengerjakan shalat dengan memakainya.

Asy-Syafi’i berkata: Tidak ada yang bisa menyucikan najasah, kecuali air.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Malik bin Buhainah bahwa Nabi SAW apabila mengerjakan shalat, beliau merenggangkan antara kedua tangannya hingga nampak kedua ketiaknya yang putih.

Diriwayatkan dari Abi Said bahwa Rasulullah SAW melihat ingus atau lendir di dinding masjid, kemudian beliau mengambil sebiji batu kecil, lalu menggaruknya. Kemudian beliau berkata: Apakah seseorang dari kamu membuang ingus atau lendir, janganlah ia membuang ingus atau lendir ke arah depannya dan jangan membuangnya ke sebelah kanannya. Dan hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya atau di bawah telapak kaki kirinya.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Meludah di dalam masjid adalah dosa dan tebusannya adalah memendamnya.”

Diriwayatkan dari Ka’ab bin Malik, ia berkata: Adalah Nabi SAW apabila datang dari suatu perjalanan, beliau masuk masjid lebih dulu, lalu mengerjakan shalat di situ.

2 DOSA ORANG YANG LEWAT DI DEPAN MUSHALLI (ORANG YANG SEDANG SHALAT)

Diriwayatkan dari Abi Jahmin, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Andaikata orang yang lewat di depan mushalli (orang yang sedang shalat) mengetahui dosa yang menimpanya, niscaya ia lebih suka berdiri 40 (hari) daripada lewat di depannya. Abu Nadhri berkata: Aku tidak tahu apakah ia mengatakan: 40 hari atau bulan atau tahun.

3 BERHADATS DI DALAM MASJID

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Para malaikat bershalawat (mendoakan) untuk seseorang dari kamu selama ia berada di mushallanya di mana ia shalat selama ia tidak berhadats. Mereka berkata: Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, rahmatilah dia. ( Penjelasan hadits Yang dimaksud dengan shalawat oleh malaikat bagi hamba ialah permohonan ampun dan rahmat oleh para malaikat bagi hamp yaitu selama hamba tidak berhadats di mushallanya.

4 ORANG YANG DUDUK DI TEMPAT TERAKHIR DARI SUATU MAJLIS

Diriwayatkan dari Abi Wasid Al-Laitsi r.a., ia berkata: Di saat Rasulullah SAW berada

di masjid, tiba-tiba datang tiga orang. Yang dua orang datang kepada Rasulullah SAW

dan yang satu pergi.

Salah satu dari keduanya melihat tempat lowong. lalu duduk. Yang satunya lagi duduk di belakangnya dan yang ketiga pergi berlalu.

Setelah Rasulullah SAW selesai, beliau berkata: Maukah kuberitahukan kepada kalian tentang ketiga orang itu?

Salah seorang dari mereka berlindung kepada Allah. lalu Allah memberinya tempat. Yang satunya lagi merasa malu hingga Allah merasa malu (sayang) kepadanya. Yang ketiga pergi hingga Allah berpaling darinya.

5 SALING MENOLONG DI ANTARA KAUM MUKMININ

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: Sesungguhnya orang mukmin itu seperti bangunan yang sebagiannya menguatkan sebagian yang lainnya dan beliau mengaitkan jari-jarinya.

6 ORANG YANG SEDANG SHALAT MENCEGAH ORANG YANG LEWAT DI DEPANNYA

Diriwayatkan dari Abi Said, ia berkata: Aku mendengar Nabi SAW bersabda: “Apabila seseorang dari kamu shalat menghadap sesuatu yang menutupinya dari orang-orang, lalu ada orang ingin lewat di depannya, hendaklah ia mendorongnya. Jika orang itu menolak, hendaklah ia mendorongnya lebih keras, karena sesungguhnya ia adalah syaitan.”

7 KEUTAMAAN SHALAT PADA WAKTUNYA

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra., ia berkata: Aku bertanya kepada Nabi

SAW: Amal apakah yang paling disukai Allah? Nabi SAW menjawab: Shalat pada waktunya. Abdullah berkata: Kemudian apa?

Nabi SAW menjawab: Berbuat baik kepada ibu bapak. Abdullah berkata: Kemudian apa?

Nabi SAW menjawab: Berjihad di jalan Allah.

8 SHALAT LIMA WAKTU ADALAH TEBUSAN

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: Apa pendapat kalian seandainya ada sebuah sungai di depan pintu seseorang dari kamu, lalu ia mandi di situ setiap hari lima kali, apakah kamu mengira akan menyisakan kotorannya?

Mereka menjawab: Tidak ada sedikit pun kotoran yang tersisa.

Nabi SAW berkata: Itulah perumpamaan shalat lima waktu. Allah menghapus dosa- dosa dengannya.

9 DOSA ORANG YANG KETINGGALAN SHALAT ASHAR

Diriwayatkan dari ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang ketinggalan shalat Ashar adalah seperti orang yang keluarga dan hartanya dirampas orang lain.”

Diriwayatkan dari Abi Mulaih, ia berkata: Kami bersama Buraidah dalam peperangan di hari yang mendung. Kemudian Buraidah berkata: Segeralah kalian mengerjakan shalat Ashar, karena Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, ia pun telah sia-sia amalnya.”

10 KEUTAMAAN SHALAT ASHAR

Diriwayatkan dari Jarir Al-Bajali, ia berkata: Kami bersama Nabi SAW. Kemudian beliau memandang bulan purnama pada suatu malam. Beliau berkata: Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhanmu azza wa jalla sebagaimana kamu melihat bulan ini tanpa terhalang, Jika kalian sanggup memelihara shalat sebelum naiknya matahari dan sebelum terbenamnya matahari, maka lakukanlah.

Kemudian beliau membaca:

“Wa sabbih bihamdi robbika qabla thulu’is syamsi wa qablal ghurub.” (Dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya). Qaaf: 39.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker