Hadits

Terjemah Kitab Jawahirul Bukhari Karya Syeikh Mustafa Imarah

3. MUSLIM SEMPURNA, CINTA DAN BENCI KARENA ALLAH

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Orang muslim sejati ialah orang yang tidak mengganggu kaum muslimin dengan lidah dan tangannya, sedangkan Muhajir ialah orang yang meninggalkan larangan Allah.”

4. MEMBERI MAKANAN TERMASUK PENGAMALAN ISLAM

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru r.a. bahwa seorang lelaki bertanya kepada Nabi

SAW: Pengamalan Islam mana yang paling baik?

Nabi SAW menjawab: Engkau beri makanan dan engkau ucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal (dari kaum muslimin).

Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: Tidaklah seseorang dari kamu beriman hingga ia menyukai pada saudaranya (sesama muslim) apa yang ia sukai pada dirinya (dalam hal kebaikan).

5. CINTA RASULULLAH SAW TERMASUK IMAN

Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. bahwa ia berkata: Nabi SAW bersabda: Tidaklah seseorang dari kaum beriman hingga aku lebih dicintainya daripada ayah dan anaknya dan semua manusia.

6. KEMANISAN IMAN

Diriwayatkan dari Anas dari Nabi SAW, beliau bersabda: Tiga perkara yang bilamana ada pada seseorang, ia pun merasakan manisnya iman, yaitu: Allah dan rasul-Nya lebih dicintainya daripada lainnya. Dan bilamana ia mencintai manusia karena Allah dan tidak suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dimasukkan ke dalam neraka.

Kecintaan kepada Allah diwujudkan dengan menaati-Nya dan mengamalkan syari’atnya serta menjauhi larangan-Nya di samping banyak menyebut nama-Nya dan memohon ampun kepada Nya. Cinta Rasulullah SAW diwujudkan dengan menegakkan syi’ar-syi’ar agamanya, banyak mengucapkan shalawat untuknya, membela    agamanya    dan    menyeru    orang-orang    untuk    mengikutinya    dan

mengamalkan sunnahnya. Mencintai manusia karena Allah diwujudkan dengan mencintai makhulk Allah (manusia), menyayangi dan membela mereka dan condong kepada orang-orang shalih. Yang ketiga ialah menjauhi sifat-sifat tercela, membenci maksiat dan membuang akidah kufur serta tidak menyekutukan Allah.

7. PEMBAI’ATAN NABI SAW TERHADAP PARA SAHABATNYA

Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit r.a, – seorang yang pernah Ikut perang Badar dan salah seorang pemimpin pada mal Aqabah bahwa Rasulullah SAW berkata kepada sejumlah sahabatnya di sekelilingnya: “Bai’atlah aku dengan syarat kamu tidak menyekutukan sesuatu apapun dengan Allah, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anakmu, tidak melancarkan tuduhan dusta yang kamu adakan di antara tangan dan kakimu dan tidak mendurhakai Allah.

Maka siapa yang memenuhinya di antara kamu, Allah akan memberinya pahala. Dan siapa yang melakukan sebagian dari itu (selain syirik) dan dihukum di dunia, maka hukuman itu menjadi tebusan baginya.

Dan siapa yang melakukan sebagian dari itu, kemudian Allah menutupinya, maka terserah kepada Allah. Jika Allah menghendaki, Dia akan memaafkannya. Dan jika Dia menghendaki, Dia akan menghukumnya.”

Maka kami membai’atnya dengan syarat-syarat itu.

8. MENYEBARKAN SALAM TERMASUK PENGAMALAN ISLAM

Diriwayatkan dari Ammar bin Yasir, ia berkata: “Tiga perkara yang apabila dimiliki oleh seseorang, ia pun telah mengumpulkan iman: yaitu berlaku adil terhadap dirimu, memberi salam kepada setiap orang mukmin dan memberi nafkah (sedekah) dalam keadaan miskin.”

9. MAKSIAT DARI PERBUATAN JAHILIYAH DAN PELAKUNYA TIDAK DIHUKUMI KAFIR, KECUALI DENGAN SYIRIK

Abu Dzarr r.a. berkata: Sesungguhnya aku telah memaki seorang lelaki dan menjelekkannya dengan ibunya. Maka Nabi SAW berkata kepadaku: Hai Abu Dzarr, apakah kau menjelekkannya dengan ibunya? Sesungguhnya engkau seorang yang masih mempunyai sifat jahiliyah. Hamba sahayamu adalah saudaramu. Allah menjadikan mereka di bawah kekuasaanmu.

Maka siapa yang saudaranya berada di bawah kekuasaannya, hendaklah ia memberinya makan dari makanan yang dimakannya dan memberinya pakaian dari apa yang dipakainya.

Janganlah kamu paksa mereka melakukan pekerjaan yang tidak mampu mereka lakukan. Jika kamu paksa mereka, maka bantulah mereka.

10. PENGAMALAN ISLAM YANG BAIK OLEH MANUSIA

Diriwayatkan dari Abi Said Al-Khudri r.a. bahwa ia  mendengar Rasulullah  SAW bersabda: “Apabila hamba masuk Islam dan mengamalkan Islam dengan baik, maka Allah menghapus darinya setiap dosa yang dulu dilakukannya. Dan sesudah itu kebaikan dibalas dengan pahala sepuluh kali lipat hingga 700 kali, sedangkan perbuatan dosa dibalas setimpal, kecuali Allah memaafkannya.

Allah Ta’ala memaafkan dosa dengan kehendak-Nya. Hal ini merupakan dalil bagi Ahlus Sunnah bahwa hamba berada di bawah kehendak Allah. Jika Allah Ta’ala menghendaki, Dia memaafkannya. Dan jika Allah menghendaki, Dia menghukumnya. Keyakinan ini menolak pendapat yang memastikan bahwa pelaku dosa besar masuk neraka, seperti Mu’tazilah.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker