Hadits

Terjemah Kitab Jawahirul Bukhari Karya Syeikh Mustafa Imarah

19. PENENTUAN WAKTU-WAKTU OLEH NABI SAW UNTUK MENASEHATI DAN MENGAJAR PARA SAHABATNYA

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud r.a.: la berkata: “Adalah Nabi SAW menetapkan waktu-waktu tertentu dalam beberapa hari untuk memberi nasihat supaya kami tidak merasa jemu.”

20. RASA IRI DALAM MENDAPATKAN ILMU DAN HIKMAH

Umar ibnul Khaththab r.a. berkata: “Tuntutlah ilmu sebelum kalian diangkat menjadi pemimpin.”

Penjelasan hadits

Ibnu Baththal berkata: Umar mengatakan itu, karena siaapa yang diangkat orang- orang menjadi pemimpin, ia pun merasa malu duduk belajar, karena takut terganggu kepemimpinannya di antara orang-orang.

Yahya bin Ma’in berkata: Barangsiapa terburu-buru menjadi pemimpin, ia pun kehilangan ilmu yang banyak. Ada yang mengatakan: Sesungguhnya kepemimpinan itu tercapai dengan ilmu. Semakin bertambah ilmunya, semakin bertambah kepemimpinannya.

Umar r.a. bermaksud mendorong pertambahan ilmu sebelum menjadi pemimpin untuk mengagungkan kepemimpinan dengan ilmu.

Para sahabat Nabi SAW telah belajar ilmu dalam usia lanjut. Demikian dikatakan oleh

Karmani.

21. KEUTAMAAN ORANG YANG BERILMU DAN MENGAJAR

Diriwayatkan dari Abi Musa dari Nabi SAW, beliau bersabda: Perumpamaan petunjuk untuk ilmu yang Allah mengutusku untuk menyampaikannya adalah seperti hujan yang banyak menimpa bumi. Sebagian bumi itu ada yang bersih dan menerima air hingga menumbuhkan tanaman dan rumput yang banyak. Sebagian lagi ada yang tandus dan menahan air, maka Allah memberi manfaat  orang-orang dengannya hingga mereka minum dan memberi minum ternak mereka serta menanam tanaman. Sebagian tanah lainnya adalah tanah tandus yang tidak menahan air dan tidak menumbuhkan tanaman.

Itulah perumpamaan orang yang mengerti tentang agama Allah dan bermanfaat baginya agama yang aku diutus Allah untuk menyampaikannya. Maka ia memahami agama itu dan mengajarkannya.

Dan perumpamaan orang yang tidak mengangkat kepala terhadap pelajaran itu dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus untuk menyampaikannya.

Penjelasan hadits

An-Nawawi berkata: Perumpamaan ini berarti bahwa tanah itu ada tiga macam. Begitu pula orang-orang. Macam tanah yang pertama mendapat manfaat dari hujan hingga hidup setelah dulunya mati dan menumbuhkan tanaman sehingga orang-orang dan ternak dapat mengambil manfaatnya.

Macam pertama dari orang-orang itu menerima petunjuk dan ilmu, lalu menyimpannya dan hidup hatinya.

la pun mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain hingga ia mendapat manfaat dan memberi manfaat.

Macam tanah yang kedua adalah yang tidak bisa mengambil manfaat, tetapi menghasilkan faedah, yaitu menyimpan air untuk selainnya hingga orang-orang dan ternak memanfaatkannya.

Begitu pula macam manusia yang kedua, mereka mempunyai hati yang bisa menyimpan, tetapi tidak mempunyai akal yang cerdas maupun ilmu yang kokoh untuk menghasilkan hukum-hukum dan makna-makna serta tidak bergiat dalam mengamalkannya. Mereka menyimpannya hingga datang ahli ilmu untuk memberi manfaat dan mengambilnya. Maka engkau bisa mengambilnya dari mereka dan mendapat manfaat dengannya. Mereka ini memberi manfaat dengan apa yang sampai pada mereka.

Macam tanah yang ketiga adalah tanah tandus yang tidak menumbuhkan tanaman. Tanah itu tidak bisa mengambil manfaat dari air dan tidak bisa menyimpannya untuk dimanfaatkan oleh lainnya.

Begitu pula macam ketiga dari manusia tidak mempunyai hati yang bisa menerima maupun pemahaman yang mengerti.

Apabila mendengar ilmu, mereka tidak mendapat manfaat dengannya dan tidak menyimpannya untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Yang pertama adalah untuk pengambil manfaat yang memberi manfaat. Yang kedua untuk pemberi manfaat yang tidak mendapat manfaat dan yang ketiga untuk lainnya.

Yang pertama adalah isyarat bagi para ulama. Yang kedua adalah isyarat kepada para pembawa ilmu. Dan yang ketiga kepada orang yang tidak berilmu dan tidak pula membawanya. Demikian dikatakan oleh Karmani.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker