Hadits

Terjemah Kitab Jawahirul Bukhari Karya Syeikh Mustafa Imarah

11. KETAKUTAN ORANG MUKMIN AKAN KEGAGALAN AMALNYA SEDANG IA TIDAK MERASA

Diriwayatkan  dari Abdullah  bahwa  Nabi  SAW  bersabda:  “Memaki  orang  muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kufur.”

Ibnu Baththal berkata: Bukanlah yang dimaksud dengan kufur itu keluar dari agama, melainkan mengingkari hak-hak orang yang dimaki, karena Allah menjadikan mereka bersaudara dan menyuruh mendamaikan di antara mereka.

Rasulullah SAW melarang mereka saling memutuskan hubungan dan saling memerangi. Maka beliau menyatakan bahwa siapa yang melakukan itu, ia pun telah mengingkari hak saudaranya yang muslim.

Al-Khaththabi berkata: Yang dimaksud dengannya ialah kafir kepada Allah Ta’ala. Hal itu berlaku pada siapa yang melakukannya dengan menganggapnya halal tanpa alasan maupun penakwilan. Adapun orang yang menakwilkan, mereka tidak dihukum kafir maupun fasik, seperti para pembangkang yang melawan imam dengan menakwilkan alasannya.

Nabi SAW ingin agar orang muslim yang sempurna menjauhi sikap saling mencela dan memaki serta menjauhi kata-kata yang buruk dan senda gurau yang kotor di samping meninggalkan pertengkaran, permusuhan dan kebencian.

Sebaliknya beliau menyeru kepada kerukunan. perkataan yang baik, cinta dan kasih sayang yang membuahkan dan mendatangkan kebaikan.

12. PERTANYAAN JIBRIL KEPADA NABI SAW TENTANG IMAN, ISLAM DAN IHSAN

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Pada suatu hari Nabi SAW keluar

menemui orang-orang. Kemudian seorang lelaki mendatanginya dan berkata: Apakah iman itu?

Nabi SAW menjawab: Iman ialah bila engkau beriman kepada Allah. para malaikat dan perjumpaan dengan-Nya, beriman kepada rasul-rasul-Nya serta beriman pada kebangkitan dari kubur.

Orang itu berkata: Apakah Islam itu?

Nabi SAW menjawab: Islam ialah bila engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukannya, engkau dirikan shalat. engkau tunaikan zakat yang diwajibkan dan engkau berpuasa di bulan Ramadhan.

Orang itu berkata: Apakah ihsan itu?

Nabi SAW menjawab: Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya. maka sesungguhnya Dia melihatmu.

Orang itu berkata: Kapan terjadi kiamat?

Nabi SAW menjawab: Orang yang ditanyai tidak lebih tahu daripada yang bertanya. Aku akan memberitahukan kepadamu tentang tanda-tandanya: yaitu apabila sahaya perempuan melahirkan tuannya, apabila para penggembala unta hitam saling berlomba meninggikan bangunan dalam lima perkara yang hanya diketahui Allah.

Kemudian Nabi SAW membaca: “Innallaha indahu ‘ilmus saa’ati (sesungguhnya Allah

mempunyai pengetahuan tentang kiamat). Kemudian orang itu pergi.

Maka Rasulullah SAW berkata: “Kembalikanlah dia. Namun mereka tidak melihat

sesuatu apapun.

Kemudian Nabi SAW berkata: Ini Jibril datang mengajari orang-orang agama mereka. Abu Abdillah berkata: Dia jadikan semua itu termasuk iman.

Penjelasan hadits

Pertama: Beriman kepada Allah artinya percaya kepada-Nya dalam semua urusanmu dan memohon kepada-Nya segala keperluanmu, berlindung dan berharap kepada- Nya, takut kepada-Nya dan mengamalkan kitab-Nya.

Di samping itu engkau beriktikad bahwa Allah memiliki segala sifat sempurna dan bersih dari setiap kekurangan.

Engkau beriktikad bahwa Allah mempunyai malaikat-malaikat yang berbakti dan rasul- rasul yang terpelihara dari kesalahan (ma’shum), sedangkan Muhammad SAW adalah rasul yang penghabisan.

Maka engkau amalkan sunnah-sunnahnya, engkau baca shalawat yang banyak untuknya, engkau agungkan orang-orang yang mengamalkan syari’atnya, berteman dengan mereka dan meneladani mereka.

Kemudian engkau harus mempercayai hari pembalasan: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya.” Az-Zalzalah: 7-8.

Kedua. Yang dimaksud dengan Islam ialah semua amal baik yang lahir dengan arti mentaati Allah dalam seluruh perintah-Nya dan mengamalkannya serta menjauhi semua larangan-Nya.

Iman adalah akidah yang tetap di dalam hati dan menunjukkan pengesaan Allah dan pengagungan-Nya.

Keyakinan itulah yang dinamakan penganut peradaban modern sekarang sebagai

“dhamir” (hati nurani)”.

Ya. kebersihan batin dan rasa takut kepada Allah termasuk jalan yang menyampaikan kepada ridha Allah SWT.

Dan kesimpulan dari semua itu adalah iman kepada Allah SWT.

Islam adalah ketundukan pada lahirnya dan buah yang dekat dengan iman.

Al-Khaththabi berkata: Orang muslim bisa menjadi mukmin dan bisa pula tidak. Orang mukmin adalah muslim selamanya. Orang mukmin pasti seorang muslim, bukan sebaliknya.

Dasar iman adalah membenarkan dan dasar Islam adalah penyerahan diri. Ada kalanya manusia ini muslim, yakni tunduk pada lahirnya, tidak tunduk pada batinnya.

Terkadang ia benar dalam batinnya, namun tidak tunduk pada lahirnya.

Ketiga: Ihsan ialah beramal secara ikhlas karena Allah Ta’ala, sebab orang yang riya’ amalnya menjadi batal hingga ia menganiaya dirinya, yakni membebaninya dengan dosa-dosa.

Maka dikatakan kepadanya: “berbuat baiklah (ihsan) kepada dirimu”, dan beribadahlah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalau tidak, maka engkau akan binasa.

An-Nawawi berkata: Ini (ihsan) adalah dasar agama yang besar dan kaidah penting dari Islam. Ihsan adalah andalan para shiddiq, keinginan para penempuh jalan Allah, harta berharga orang-orang arif dan adab orang-orang shaleh.

Kesimpulan maknanya ialah engkau beribadah kepada Allah sebagai orang yang melihat Allah dan Dia melihatnya. Karena hal itu akan menimbulkan sikap tunduk dan ikhlas, menjaga hati dan anggota tubuh serta memperhatikan adab dalam ibadahnya.

semua amalmu dan milikilah keikhlasan sempurna dalam ibadahmu.

Perhatikanlah Tuhanmu dalam keadaan sembunyi dan terangterangan supaya engkau hidup bahagia di masa hidupmu dan sesudah mati. Semua itu dikumpulkan oleh kata “ad-diin”.

Allah Ta’ala berfirman:

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”. Ali Imran: 85

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama.

Al-Karmani berkata: Maka diketahuilah bahwa Islam, Iman dan Ad-Diin adalah satu dan itulah yang dimaksud oleh Al-Bukhari rahimahullah.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker