11 ADZAN SESUDAH HILANGNYA WAKTU
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abi Qatadah, ia berkata: Kami pergi bersama Nabi SAW pada suatu malam. Kemudian salah seorang di antara rombongan berkata: Kiranya anda berhentikan kami, ya Rasulallah (supaya kita beristirahat).
Nabi SAW berkata: Aku takut kalian tidur hingga meninggalkan shalat. Bilal berkata: Aku akan membangunkan kalian, maka berbaringlah. Ternyata kedua matanya tidak bisa menahan kantuk hingga tertidur.
Kemudian Nabi SAW terbangun di saat matahari sudah tinggi. Maka beliau berkata: Hai Bilal, mana bukti perkataanmu?
Bilal menjawab: Aku belum pernah tertidur seperti itu.
Nabi SAW berkata: Sesungguhnya Allah mencabut arwahmu ketika Dia menghendaki dan mengembalikannya kepadamu ketika Dia menghendaki. Hai Bilal, berdirilah dan serukan adzan kepada Orang-orang untuk menunaikan shalat.
Maka Nabi SAW berwudhu. Ketika matahari telah tinggi dan menjadi putih, beliau berdiri dan mengimami orang-orang (shalat Subuh).
Penjelasan hadits
Allah Ta’ala berfirman:
“Allah memegang jiwa (orang) ketika ia mati dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia menahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” Az-Zumar: 42.
Al-Karmani berkata: Pencabutan nyawa tidak harus berarti kematian.
Beda antara kematian dan tidur ialah kematian adalah terputusnya roh dari badan dan batinnya sedangkan tidur adalah terputusnya roh dari lahirnya badan saja.
Mengenai seruan adzan sesudah keluarnya waktu, Ahmad berpendapat: Boleh.
An-Nawawi berpendapat: Tidak ada adzan dan Iqomat dalam shalat yang lewat waktunya.
Asy-Syafi’i berpendapat: Tidak ada adzan bagi shalat yang lewat waktunya.
12 KEWAJIBAN SHALAT JAMA’AH
Al-Hasan berkata: Jika ibunya melarangnya menunaikan shalat Isya” dalam jama’ah
karena sayang padanya, ia tidak boleh mentaatinya. ,
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Demi Allah yang nyawaku berada di tangan-Nya, aku telah ingin menyuruh orang mendatangkan kayu bakar, kemudian aku menyuruh menyerukan adzan untuk shalat. Kemudian aku menyuruh seorang lelaki mengimami orang-orang, kemudian aku mendatangi orang- orang (yang tidak menunaikan shalat dalam jama’ah), lalu membakar rumah-rumah mereka.
13 KEUTAMAAN SHALAT JAMA’AH
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri r.a. bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda:
“Shalat jama’ah melebihi shalat sendirian sebanyak 25 derajat.”
Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari, ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Orang yang paling banyak pahalanya dalam shalat ialah yang terjauh, lalu yang terjauh jaraknya ke masjid. Dan orang yang menunggu shalat hingga mengerjakannya bersama imam lebih besar pahalanya daripada yang mengerjakan shalat kemudian tidur.”
14 KEUTAMAAN PERGI DI AWAL WAKTU UNTUK MENGERJAKAN SHALAT DHUHUR, MEMELIHARA SHALAT ISYA’ DAN FAJAR
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: Di saat seorang lelaki berjalan di suatu jalan, ia menemukan sebatang ranting berduri di jalan itu, lalu menyingkirkannya, maka Allah mensyukuri dan mengampuninya.
Kemudian beliau berkata: Syuhada ada lima: orang yang mati karena sakit sampar, orang yang mati karena sakit perut, orang yang mati tenggelam dan orang yang mati tertimpa reruntuhan, serta orang yang mati di jalan Allah.
Dan beliau berkata: Andaikata orang-orang mengetahui keutamaan yang terdapat dalam adzan dan saf pertama, kemudian mereka tidak menemukan jalan kecuali dengan mengadakan undian untuk mendapatkannya, niscaya mereka mengadakan undian.
Dan andaikata mereka mengetahui pahala yang terdapat dalam shalat diawal waktu, niscaya mereka berlomba-lomba melakukannya.
Dan andaikata mereka mengetahui pahala yang terdapat dalam shalat Isya’ dan
Subuh (berjama’ah), niscaya mereka mendatanginya, walaupun dengan merangkak. Penjelasan hadits
Berikut ini akan kami kemukakan sebagian tentang figh shalat:
Syarat-syarat keabsahan shalat ada lima perkara: kesucian anggota badan dari hadats dan najis, menutup aurat dengan pakaian yang suci, berdiri di atas tempat yang suci, mengetahui masuknya waktu dan menghadap kiblat.
Boleh meninggalkan kiblat dalam dua keadaan, yaitu dalam keadaan sangat takut dan dalam perjalanan di atas kendaraan.
Rukun-rukun shalat ada delapan belas rukun, yaitu: niat, berdiri bila mampu, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah termasuk Bismilllahir rahmanir rahiim sebagai salah satu ayatnya, ruku’ dan thuma’ninah di dalamnya, bangkit dari ruku’ dan berdiri tegak serta thuma’ninah di dalamnya, duduk di antara dua sujud dan thuma’ninah di dalamnya. duduk yang terakhir dan membaca tasyahhud serta mengucapkan shalawat untuk Nabi SAW di dalamnya, mengucapkan salam pertama dan niat keluar dari shalat serta mengerjakan rukun-rukun itu secara tertib sebagaimana yang kami sebutkan.
Sunnah-sunnahnya sebelum masuk di dalamnya ada dua perkara, yaitu adzan dan iqomat. Dan sesudah masuk di dalamnya ada dua perkara, yaitu membaca tasyahhud pertama dan qunut dalam Shalat Subuh serta shalat Witir dalam pertengahan kedua dari bulan Ramadhan.
Hai’ahnya ada lima belas perkara, yaitu mengangkat kedua tangan di waktu mengucapkan takbiratul ihram, ketika ruku’ dan bangkit dari ruku’, meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri, membaca doa iftitah, mengucapkan isti’adzah, membaca keras pada tempatnya dan membaca pelan pada tempatnya, mengucapkan Amin, membaca surah sesudah Al-Fatihah, mengucapkan takbir ketika bangkit dan turun, mengucapkan sami’allahu liman hamidahu robbana lakal hamdu, mengucapkan tasbih (subhana robbiyal “adhiimi) di dalam ruku’ dan (subhana robbiyal a’laa) di dalam sujud, meletakkan kedua telapak tangan di atas kedua paha di waktu duduk dengan membuka telapak tangan kiri dan menggenggam telapak tangan kanan, kecuali jari telunjuk, karena ia memberi isyarat dengannya ketika membaca tasyahhud, duduk iftirasy dalam semua duduk dan tawarruk dalam duduk yang terakhir serta ucapan salam kedua.
15 KEUTAMAAN MASJID -MASJID DAN TUJUH ORANG YANG DINAUNGI ALLAH
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW, belia, bersabda: Tujuh macam
orang yang dinaungi Allah dengan naungan. Nya pada hari di mana tidak ada naungan, kecuali naungan-Nya. yaitu: pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Tuhannya, seorang lelaki yang hatinya bergantung pada masjid, dua orang lelaki yang saling mencintai karena Allah. keduanya berkumpul dalam keadaan itu dan berpisah dalam keadaan itu.
Seorang lelaki yang diminta berbuat zina oleh seorang wanita yang berkedudukan dan cantik, namun ia menjawab: Aku takut kepada Allah.
Seoranglelakiyangmengeluarkansedekahdanmenyembunyikannya hngga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dinafkahkan oleh tangan tangannya.
Dan seorang lelaki yang mengingat Allah sendirian hingga berlinang air matanya.
16 APABILA MAKANAN TELAH HADIR
Diriwayatkan dari Hisyam bin Urwah, ia berkata: Aku mendengar Aisyah r.a. mengatakan dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: “Apabila makanan malam telah dihidangkan dan shalat didirikan, maka dahulukanlah makanannya.”
Diriwayatkan dari ibnu Umar, ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Apabila seseorang dari kamu menghadapi makanan, janganlah ia terburu-buru hingga ia selesaikan keperluannya dari makanan itu, meskipun telah diserukan igamat untuk shalat.”
17 APABILA IMAM DIPANGGIL UNTUK MENUNAIKAN SHALAT DI SAAT IA MEMEGANG MAKANAN
Diriwayatkan dari Jabir bin Amru bin Umayyah bahwa ayahnya berkata: Kulihat Rasulullah SAW memakan daging sampil yang akan dipotongnya, kemudian beliau dipanggil untuk menunaikan shalat. Maka beliau berdiri, lalu meletakkan pisau dan mengerjakan shalat serta tidak berwudhu.
18 HENDAKLAH ADZAN DALAM PERJALAN DISERUKAN OLEH SATU ORANG Diriwayatkan oleh Malik ibnul Huwairits, ia berkata: Aku mendatangi Nabi SAW
bersama beberapa orang kaumku. Kami tinggal di tempatnya selama 20 malam. Adalah beliau seorang yang penyayang dan berhati lembut.
Ketika beliau melihat kerinduan kami kepada keluarga kami, ia berkata: Kembalilah dan tinggallah besama mereka, ajarilah mereka dan kerjakanlah shalat. Apabila waktu shalat telah tiba, hendaklah salah seorang dari kamu menyerukan adzan untuk kalian dan yang menjadi imam adalah yang tertua di antara kalian.
19 PERGI MENUJU SHALAT
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Apabila kalian mendengar Iqomat, berjalanlah menuju shalat dan hendaklah kalian berjalan dengan tenang dan sopan dan jangan terburu-buru. Mana yang kamu dapati dari shalat, maka kerjakanlah. Dan mana yang tertinggal darimu, maka sempurnakanlah.”
20 SIAPA YANG TERGANGGU OLEH SESUATU DALAM SHALATNYA
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang terganggu oleh sesuatu kejadian dalam shalatnya, hendaklah ia mengucapkan tasbih (subhanallah).”









One Comment