Hadits

Terjemah Kitab Jawahirul Bukhari Karya Syeikh Mustafa Imarah

17. TENTANG ILMU DAN FIRMAN ALLAH TA’ALA

Diriwayatkan dari Syarik bin Abdillah bin Abi Namir bahwa ia mendengar Anas bin Malik berkata: Di saat kami sedang duduk bersama Nabi SAW di masjid, tiba-tiba masuk seorang lelaki yang mengendarai seekor unta, lalu merebahkannya di halaman masjid. kemudian ia mengikatnya. Kemudian ia berkata kepada mereka: Mana di antara kalian yang bernama Muhammad?

Ketika itu Nabi SAW sedang duduk bersandar di antara kami. Kami berkata: Inilah dia orang yang putih dan bersandar itu.

Orang itu berkata kepadanya: Wahai putra Abdul Muththalib. Nabi SAW berkata kepadanya: Aku telah menjawabmu.

Kemudian orang itu berkata kepada Nabi SAW: Aku akan menanyaimu dengan pertanyaan yang berat, namun jangan marah kepadaku.

Nabi SAW berkata: Tanyakanlah apa yang ingin engkau tanyakan. Orang itu berkata: Apakah Allah mengutusmu kepada semua manusia? Nabi SAW menjawab: Allahumma, ya.

Orang itu berkata: Aku bertanya kepadamu demi Allah, apakah Allah menyuruhmu agar kita mengerjakan shalat lima waktu dalam sehari semalam?

Nabi SAW menjawab: Allahumma, ya.

Orang itu berkata: Aku bertanya kepadamu demi Allah, apakah Allah menyuruhmu agar kita berpuasa di bulan ini (Ramadhan) dalam setiap tahun?

Nabi SAW menjawab: Allahummah, ya.

Orang itu berkata: Aku bertanya kepadamu demi Allah, apakah Allah menyuruhmu mengambil sedekah (zakat) ini dari orang-orang kaya kita dan membagikannya kepada orang-orang miskin kita?

Nabi SAW menjawab: Allahumma, ya.

Orang itu berkata: Aku beriman kepada wahyu (agama) yang anda bawa.

Aku adalah seorang utusan dari kaumku di belakangku. Aku adalah Dhimam bin

Tsa’labah saudara bani Sa’ad bin Bakr.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas: la diberitahu bahwa Rasulullah SAW mengutus seorang lelaki untuk membawa suratnya dan menyerahkannya kepada pembesar Bahrain. Kemudian pembesar Bahrain menyerahkannya kepada Kisra. Ketika Kisra selesai membacanya, ia merobek surat itu. Maka aku menduga ibnul Musayyab berkata: Kemudian Rasulullah SAW mendoakan kebinasaan atas mereka hingga mereka dihancurkan oleh Allah.

18. ILMU SEBELUM PERKATAAN DAN AMAL

Al-iImam Bukhari berkata mengenai firman Allah Ta’ala: “Fa’lam annahu laa ilaha illallahu (maka ketahuilah bahwasanya tiada Tuhan selain Allah). Allah Ta’ala memulai dengan ilmu. Para ulama adalah pewaris para nabi. Mereka mewariskan ilmu. Siapa yang mengambilnya, ia pun mengambil bagian yang banyak: Dan siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga.

Allah azza wa jalla berfirman: “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara

hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.” Faathir: 28.

Allah Ta’ala berfirman: “dan tiada yang memahaminya, kecuali orang-orang yang

berilmu.” Al-Ankabut: 43.

Allah Ta’ala berfirman: “Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.” Al-Mulk: 10.

Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui.” Az-Zumar: 9.

Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, Dia menjadikannya pandai tentang ilmu agama. Sesungguhnya ilmu diperoleh dengan belajar.”

Abu Dzar berkata: “Andaikata kalian letakkan pedang yang tajam di atas ini, sambil menunjuk ke belakangnya, kemudian aku mengira bahwa aku bisa melaksanakan perkataan yang aku dengar dari Nabi SAW sebelum kalian mengizinkan bagiku, niscaya aku melaksanakannya.”

Ibnu Abbas r.a. berkata: “Jadilah kalian rabbani yang sabar, fugaha dan ulama.

Dikatakan bahwa rabbani ialah orang yang mendidik orang-orang dengan ilmu yang

kecil sebelum ilmu yang besar.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker