13. KEUTAMAAN ORANG YANG MEMBERSIHKAN AGAMANYA
Diriwayatkan dari Amir, ia berkata: Aku mendengar An-Nu’man bin Basyir r.a. berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
Segala sesuatu yang halal itu adalah jelas dan yang haram adalah jelas, sedangkan di antara keduanya ada hal-hal yang tersamar dan banyak orang yang tidak mengetahuinya.
Maka siapa yang menghindari hal-hal yang tersamar, ia pun telah membersihkan agama dan kehormatannya.
Dan siapa yang terjerumus dalam hal-hal yang tersamar, ia pun seperti penggembala di sekitar tempat terlarang dan nyaris masuk di dalamnya.
Ketahuilah, sesungguhnya setiap raja mempunyai tempat terlarang dan sesungguhnya tempat terlarang Allah di bumi-Nya adalah perbuatan maksiat yang dilarang-Nya.
Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh menjadi baik. Dan apabila daging itu rusak, maka seluruh tubuh menjadi rusak. Sesungguhnya daging itu adalah hati.
Penjelasan hadits
Nabi SAW ingin membimbing muslim sempurna untuk mencari makanan, minuman dan pakaian yang halal dengan bekerja secara halal serta menikahi perempuan yang halal.
Dan orang muslim patut meninggalkan perkara-perkara yang tersamar untuk melindungi agama dan kehormatannya.
An-Nawawi berkata: Artinya segala sesuatu itu ada tiga macam: halal yang jelas dan tidak tersembunyi kehalalannya seperti roti, buah-buahan, berbicara, berjalan dan lainnya.
Dan haram yang jelas seperti khamar, bangkai, darah, zina, dusta, dan semacam itu.
Kemudian yang tersamar, yaitu yang tidak jelas kehalalan dan keharamannya dan diketahui para ulama. Orang yang wara’ menjauhi perkara yang tersamar supaya selamat.
14. AGAMA ADALAH NASIHAT
Nabi SAW bersabda: “Agama adalah nasihat bagi Allah dan rasulNya, para imam
muslimin, dan kaum awam mereka.
Allah Ta’ala berfirman: “Idza nashahuu lillahi wa rasuulihi (apabila mereka berlaku
ikhlas kepada Allah dan rasul-Nya).” At-Taubah: 91. Penjelasan hadits
Tonggak agama adalah nasihat (keikhlasan). Nasihat bagi Allah Ta’ala ialah beriman pada-Nya dan mensifatkan-Nya sebagaimana mestinya, tunduk kepada-Nya lahir batin, mencintai-Nya dengan melakukan ketaatan kepada-Nya dan menjauhi perbuatan yang dilarang-Nya dan berjihad dalam mengembalikan orang-orang durhaka kepada-Nya.
Nasihat bagi Nabi SAW ialah dengan mempercayai risalahnya, beriman pada semua ajaran yang dibawanya, mengagungkan dan membelanya dalam keadaan hidup dan mati.
Selanjutnya menghidupkan sunnahnya dengan mempelajari dan mengajarkannya, mengamalkan akhlak dan adabnya, mencintai ahli baitnya, para pengikut dan orang- orang yang dicintainya.
Nasihat bagi para imam (pemimpin) adalah dengan membantu mereka dalam menegakkan kebenaran, menaati mereka, mengingatkan mereka di saat lalai dengan lemah lembut, memaafkan kesalahan mereka dan mengembalikan kepada mereka hati orang-orang yang membangkang.
Adapun para imam mujtahid, maka nasihat kepada mereka adalah dengan menyiarkan ilmu dan riwayat hidup mereka serta berbaik sangka kepada mereka.
Nasihat bagi kaum awam muslimin adalah dengan menyayangi mereka, memberi manfaat kepada mereka, mengajari mereka ilmu yang berguna dan mencegah berbagai macam gangguan terhadap mereka.
Diriwayatkan dari Jarir bin Abdillah, ia berkata: “Aku membai’at Rasulullah SAW untuk
mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan menasehati setiap muslim.”
Penjelasan hadits
Nasihat itu hukumnya fardhu kifayah sesuai dengan kemampuan bilamana diketahui bahwa nasihatnya akan diterima dan ia pun merasa aman dari gangguan atas dirinya. Jika merasa takut, maka ia bebas memilih.
Maka siapa yang mengetahui adanya cacat pada barang yang dijual, ia pun wajib menjelaskannya, baik sebagai penjual atau orang lain. Dan ia harus menasehati dirinya dengan mematuhi perintah dan menjauhi larangan.
Al-Qadhi Iyadh berkata: la membatasi pada shalat dan zakat lantaran kemasyhuran kedua perkara itu dan tidak menyebut puasa serta lainnya, karena sudah termasuk dalam perbuatan mendengar dan taat.
Adalah Jarir r.a. apabila membeli atau menjual sesuatu, ia berkata kepada temannya: Ketahuilah bahwa apa yang kami ambil darimu lebih kami sukai daripada apa yang kami berikan kepadamu, maka pilihlah.
Al-Qurthubi berkata: Pembai’atan Nabi SAW terhadap para sahabatnya adalah sesuai keperluannya untuk memperbarui janji atau menegaskan perintah. Oleh sebab itu kata-kata mereka berbedabeda.
Ibnu Baththal berkata mengenai hadits ini bahwa nasihat dinamakan agama dan Islam, sedangkan agama berlaku atas perbuatan sebagaimana berlaku atas perkataan.
Ada yang mengatakan: Penasihat tidak dianggap menasihati. kecuali bila ia menasihati dirinya dan bergiat dalam menuntut ilmu untuk mengetahui apa yang wajib dilakukannya.
Sayyidina Jarir berkata pada hari meninggalnya Mughirah bin Syu’bah setelah memuji syukur kepada Allah: Hendaklah kalian takut kepada Allah sendiri, tiada sekutu bagi- Nya dan bersikap sabar dan tenang hingga datang kepada kalian seorang pemimpin.
Jarir menasihati mereka karena takut terjadi kekacauan dan pergolakan serta huru hara selama menunggu pemimpin baru.









One Comment