22. PENGANGKATAN ILMU DAN MUNCULNYA KEBODOHAN
Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya termasuk tanda-tanda kiamat ialah bila ilmu diangkat, kebodohan tersebar, banyak orang minum khamar, nampak (banyak) perbuatan zina, wanita menjadi banyak dan laki-laki menjadi sedikit hingga lima puluh orang perempuan untuk satu orang laki-laki.”
Penjelasan hadits
Nabi SAW telah bersabda: Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari para hamba sekaligus, tetapi mencabut ilmu dengan mematikan para ulama. Ketika tidak tersisa seorang alim pun, orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Maka ketika ditanya, mereka berfatwa tanpa ilmu hingga mereka tersesat dan menyesatkan.
Umar bin Abdul Aziz menulis: Hendaklah kalian sebarkan salam dan duduk (mengajar) hingga orang yang tidak tahu bisa mengetahui. Karena ilmu tidak binasa hingga menjadi rahasia (tidak tersiar).
Sesungguhnya ajaran-ajaran syara’ ialah berkata benar, beristigomah (bersikap lurus)
dan rasa malu.
Apabila engkau melihat selain dari sifat-sifat ini dalam suatu lingkungan, maka hukumilah bahwa ia telah melanggar agama, imannya telah rusak dan pengamalan Islamnya telah lemah serta tunggulah dekatnya hari kiamat sebagaimana diberitahukan kepada kita oleh Nabi SAW,
Allah Ta’ala berfirman: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah menampakkan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Ar-Rum: 41.
Yakni manusia akan ditimpa berbagai musibah berupa krisis, paceklik, sedikit hujan atau banjir besar, sedikit produksi dan pendapatan dalam pertanian, perdagangan yang sepi, banyaknya kematian pada manusia dan hewan, banyaknya kebakaran dan
lenyapnya keberkahan dari segala sesuatu disebabkan banyaknya maksiat dan dosa, kejahatan mereka dan kebejatan wanita-wanita mereka.
An-Nasafi berkata: Maksudnya agar mereka merasakan sebagian akibat perbuatan di dunia sebelum Allah menghukum mereka atas seluruh perbuatan itu di akhirat.
23. MENGULANGI PEMBICARAAN TIGA KALI
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. dari Nabi SAW bahwa apabila beliau berbicara dengan suatu perkataan, diulanginya tiga kali supaya bisa dimengerti. Dan apabila mendatangi sekelompok orang, beliau memberi salam kepada mereka tiga kali.
Penjelasan hadits
Al-Khaththabi berkata: Nabi SAW mengulangi perkataannya tiga kali, karena barangkali di antara hadirin ada yang kurang mengerti tentang apa yang dikatakannya, sedangkan Nabi SAW diperintahkan untuk menjelaskan dan menyampaikannya. Dan boleh jadi disebabkan perkataan yang diucapkannya termasuk macam perkataan yang rumit sehingga beliau ingin menghilangkan kerumitan dan kesamaran darinya.
Adapun pemberian salam sebanyak tiga kali, maka sangat besar kemungkinannya hal itu dilakukan ketika meminta izin masuk.
Diriwayatkan dari Sa’ad bahwa Nabi SAW datang kepadanya di rumahnya, lalu memberi salam. Namun Sa’ad tidak menjawabnya. Kemudian beliau memberi salam untuk kali kedua, namun Sa’ad tidak menjawabnya.
Kemudian beliau memberi salam untuk kali ketiga, namun Sa’ad tidak menjawabnya. Maka Nabi SAW pergi. Kemudian Sa’ad keluar dan mengikutinya.
Sa’ad berkata: Ya Rasulallah, aku telah mendengar ucapan salammu dengan kedua telingaku, tetapi aku ingin memperbanyak berkah ucapan salammu. Demikian dikatakan oleh Karmani.









One Comment