Hadits

Terjemah Kitab Jawahirul Bukhari Karya Syeikh Mustafa Imarah

21 WANITA SENDIRIAN BERADA DALAM SATU SHAF

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata: Aku shalat bersama seorang anak yatim di rumah kami di belakang Nabi SAW sedangkan ibuku Ummu Sulaim berada di belakang kami.

Penjelasan hadits

Shafnya terdiri dari dua orang, yaitu Anas bin Malik dan seorang anak yatim dan di belakang keduanya adalah Ummu Sulaim.

Perempuan berbeda dengan laki-laki dalam lima perkara: orang lelaki menjauhkan kedua sikunya dari kedua sisinya dan perutnya dari kedua pahanya di waktu ruku’ dan sujud. la membaca dengan suara keras pada tempatnya dan apabila terjadi suatu kekeliruan dalam shalat, ia mengucapkan subhanallah. Aurat laki-laki adalah di antara pusar dan lututnya.

Orang perempuan merapatkan sebagian anggotanya dengan sebagian yang lain, memelankan suaranya di hadapan para lelaki dan bukan mahramnya dan apabila mengalami suatu kejadian dalam shalat, ia tepukkan tangannya.

Seluruh badan perempuan merdeka adalah aurat, kecuali muka dan kedua telapak tangannya, sedangkan sahaya perempuan seperti laki-laki.

Yang membatalkan shalat ada sebelas perkara, yaitu: bicara dengan sengaja, perbuatan yang banyak, berhadats, terkena najasah, tersingkapnya aurat, perubahan niat, membelakangi kiblat, makan dan minum, tertawa dengan suara keras dan murtad.

Ada lima waktu yang tidak boleh shalat di dalamnya, kecuali shalat yang mempunyai sebab, yaitu: sehabis shalat Subuh hingga matahari naik dan ketika matahari sedang naik hingga menjadi sempurna dan naik sepanjang tombak. Apabila matahari berada di tengah hingga tergelincir, sehabis shalat Ashar hingga matahari terbenam dan ketika terbenam hingga lenyap sama sekali.

22 KEUTAMAAN ORANG-ORANG YANG LEMAH

Rasulullah SAW bersabda: “Carilah aku di antara orang-orang yang lemah di antara kamu, karena sesungguhnya kamu diberi rezeki dengan sebab orang-orang yang lemah itu.”

23 ORANG YANG MENGANGKAT KEPALANYA SEBELUM IMAM

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.  dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Tidakkah seseorang dari kamu merasa takut bila ia mengangkat kepalanya sebelum imam bahwa Allah menjadikan kepalanya kepala keledai atau Allah menjadikan rupanya seperti keledai.”

24 HAMBA SAHAYA MENJADI IMAM

Diriwayatkan dari Anas r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Dengarlah dan taatlah, meskipun kalian dipimpin oleh seorang Habasyah yang kepalanya seperti kismis.”

Penjelasan hadits

Nabi SAW berkata: Mereka shalat untuk kalian. Jika mereka benar, maka kalian dan mereka mendapat pahala. Dan jika mereka salah, maka mereka menanggung kesalahannya. Mereka (imam) wajib menyempurnakan rukun-rukun dan menjaganya dari terjadinya penyimpangan dalam perkara-perkara yang wajib dan sunnah dalam shalat.

Shalat jama’ah hukumnya sunnah muakkadah. Ma’mum harus berniat mengikuti imam, sedangkan imam tidak perlu berniat sebagai imam.

Laki-laki merdeka boleh menjadi ma’mum dari sahaya, laki-laki yang baligh boleh menjadi ma’mum dari laki-laki yang mendekati baligh.

Seorang lelaki tidak boleh menjadi ma’mum dari perempuan, seorang yang pandai membaca tidak boleh menjadi ma’mum dari orang yang buta huruf.

Ma’mum boleh shalat di tempat mana pun di masjid bila ia mengetahui shalat imamnya selama ia tidak mendahuluinya.

Jika imam shalat di masjid dan ma’mum shalat di luar masjid dekat darinya dan mengetahui shalat imamnya sedangkan di situ tidak ada penghalang, maka hal itu dibolehkan.

25 MERINGANKAN SHALAT OLEH IMAM

Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seseorang dari kamu menjadi imam bagi orang-orang, hendaklah ia (imam) meringankan shalatnya, karena di antara mereka ada yang lemah, ada yang sakit, ada orang tua dan orang yang mempunyai keperluan. Dan apabila seorang dari kamu shalat untuk dirinya, ia boleh memperpanjang sekehendaknya.”

Seorang lelaki datang membawa dua ekor unta di saat malam telah gelap. la mendapati Mu’adz sedang shalat. Maka ia tinggalkan untanya dan menghampiri Mu’adz. Mu’adz membaca surah AlBaqarah dan An-Nisa’. Maka orang itu pergi dan ia mendengar bahwa Mu’adz mencelanya.

Kemudian ia mendatangi Nabi SAW dan mengadukan Mu’adz kepadanya. Maka Nabi

SAW berkata: Apakah engkau membuat fitnah (keresahan), hai Mu’adz? tiga kali.

Kenapa engkau tidak membaca Sabbihisma robbikal a’laa dan Wasy syamsi wa dhuhaha, wal laili idza yaghsyaa, karena yang shalat di belakangmu ada orang yang tua, orang yang lemah dan orang yang mempunyai keperluan.

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Mu’adz bin Jabal pernah shalat bersama

Nabi SAW, kemudian kembali. lalu mengimami kaumnya.

Diriwayatkan dari Anas r.a., ia berkata: Adalah Nabi SAW memperpendek shalat dan menyempurnakannya. Nabi SAW bersabda: Jadilah kamu ma’mum terhadap aku dan hendaklah orang-orang yang sesudah kamu menjadi ma’mum terhadap kamu.

26 BERDIRI TEGAK DALAM SHALAT

Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir r.a. bahwa Nabi SAW bersabda: Hendaklah kalian luruskan shaf-shafmu atau Allah akan membalikkan wajah-wajahmu.

Diriwayatkan dari Anas, ia berkata: Iqomat shalat diserukan, kemudian Rasulullah SAW menghadapkan mukanya kepada kami, lalu berkata: Luruskan shaf-shafmu dan merapatlah, karena aku melihatmu dari belakang punggungku.

Diriwayatkan dari Anas dari Nabi SAW, beliau bersabda: Luruskan shaf-shafmu, karena meluruskan shaf-shaf itu termasuk mendirikan shalat.

27 PERKATAAN YANG DIUCAPKAN SESUDAH TAKBIR

Diriwayatkan dari Abu Hurairah: Adalah Nabi SAW diam sejenak di antara takbir dan pembacaan surah (Al-Fatihah). Beliau membaca antara takbir dan pembacaan Al- Fatihah: “Ya Allah, jauhkan aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosa sebagaimana baju yang putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah dosa-dosaku dengan air, salju dan embun. Penjelasan hadits Hadits di atas menunjukkan disunnahkannya doa iftihah (pembukaan) sesudah  takbiratul  ihram dalam  shalat  fardhu  atau  sunnah, berbeda dengan pendapat yang masyhur dari Malik r.a.

Doa iftitah ialah:

(Aku hadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan menjalankan agama yang benar dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan Tuhan. Sesungguhnya shalat dan ibadahku, kehidupan dan kematianku adalah bagi Allah Tuhan penguasa semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker