Balaghah

Terjemah Kitab Durusul Balaghah

3). : digunakan untuk mencari:

– Kejelasan dari suatu nama atau menanyakan nama dari suatu perkara. Seperti :

“apa yang dinamakan asjad atau lujain? Dijawab: “Asjad adalah sejenis emas, Lujain adalah sejenis perak”

– Menanyakan hagikat dari sesuatu seperti :

  “manusia itu apa? Dijawab jenis yang tertentu dari hewan (hewan Natig, hewan yang berakal)

– Menanyakan keadaan-keadaan sesuatu yang berada di dekatnya. Seperti menanyakan pada seseorang yang baru datang

“Bagaimana keadaanmu?

Dijawab: “Aku sedang berkunjung di rumahmu.”

4)  : digunakan untuk menanyakan sesuatu yang berakal seperti:   “Siapa yang membuka kota mesir?

Dijawab: “Amr bin “Ash pada zaman khalifah Umar bin Khattab”

5) : digunakan untuk menanyakan zaman madhi (waktu yang telah lewat) atau zaman Istigbal (waktu yang akan datang), seperti :

” Kapan kamu datang? Tadi pagi, semisal.

“kapan kamu akan berangkat! Besok pagi, semisal.

6)   : digunakan untuk menanyakan zaman Istigbal secara khusus dan tempat yang mengkhawatirkan, seperti firman Allah:

Artinya: “Dia bertanya: kapankah hari kiamat itu?” (QS. Al Niyamah: 6)

7)  : digunakan untuk memperjelas suatu keadaan, seperti:   “Bagaimana keadaanmu ?” Dijawab: sehat, semisal

8) : di gunakan untuk menanyakan suatu tempat, seperti :   “ Kemana kamu pergi? Dijawab ke pasar, semisal.

9) : digunakan makna ( Bagaimana), seperti firman Allah :   Artinya: Uzair berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” (QS. Al-Baqarah : 259)

– yang menggunakan makna   (dari mana) seperti :

Artinya: “Zakariya berkata: “Wahai Maryam, darimana ini kau peroleh?” (QS. Ali Imran: 37)

– yang menggunakan makna  (kapan) seperti:   “Kapan sungai nil bertambah?”

10) : digunakan untuk menanyakan suatu bilangan yang belum jelas (samar), seperti firman Allah :    Artinya: “Berkata salah seorang di antara mereka: “Berapa lama kamu berdiam (tidur di gua)?” (QS. Al-Kafhi: 19)

11)  : digunakan untuk membedakan salah satu dari dua perkara yang masih umum. Seperti firman Allah:

Artinya: “Berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman: “Manakah di antara dua golongan yang lebih baik tempat tinggalnya?”(QS. Maryam: 13)

  juga digunakan untuk menanyakan suatu tempat, waktu, keadaan, dan bilangan, dan sesuatu yang berakal, atau yang lain, tergantung yang di sandari oleh  .

Lafadz-lafadz Istifiham terkadang juga keluar dari makna asalnya menuju makna yang lain, dimana hal itu bisa diketahui dari runtutan kalam. Di antaranya adalah :

  1. a) “Taswiyah (menyamakan suatu hal) :

Artinya: “Sama saIa bagi mereka apakah engkau (muhammad)peringatkan mereka ataupun tidak engkau peringatkan, mereka tidak akan beriman.” (QS. Al-Baqarah : 6)

  1. b) Nafi (meniadakan) : Artinya: “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula.” (QS. Ar-Rahman: 60)
  1. c) Ingkar : Artinya: “Apakah kepada selain allah kalian meminta pertolongan.” (QS. Al-An’am: 40) yakni tidak ada yang patut dimintai pertolongan kecuali allah
  1. d) Amar (memerintahkan) : ”Sudahkah kamu masuk islam ” yakni masuk islamlah kalian semua .
  1. e) Nahi (melarang) : Artinya: “Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allahlah yang lebih berhak untuk kamu takuti.” (QS. AtTaubah: 13) yakni janganlah takut kepada mereka :
  1. f) Taswiq (membuat penasaran pada suatu perkara):

Artinya: “Wahai orangorang yang beriman, maukah kamu aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih.” (QS. As-Shaf: 10) yakni aku tunjukkan suatu amalan yang dicintahi Allah. Allah menamai amalan tersebut dengan perdagangan, karena seseorang yang mau mengambil perdagangan tersebut pasti akan mendapatkan keuntungan, yakni mendapatkan ridho Allah, surga-Nya, dan diselamatkan dari panasnya api neraka .

  1. g) Ta’dim (mengagungkan) :

Artinya: “Siapakah yang dapat memberi pertolongan disisiNya kecuali dengan izinnya.” (QS. Al-Baqarah : 225) yakni tidak ada yang dapat memberi pertolongan kecuali orang-orang yang diberi izin oleh Allah, mereka adalah Nabi Muhammad, sebagian para nabi, malaikat, orang mukmin kepada orang mukmin lainnya.

  1. h) Tahgir (meremehkan atau mengangap hina) :

“Apakah orang ini yang banyak kau puji.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker