Ilmu Bayan
Bagian ini merupakan pembahasan kedua dalam fan ilmu balaghoh yang berjumlah tiga, seperti keterangan di muka.
Ilmu bayan adalah suatu ilmu yang mana di dalamnya membahas tentang Tasbih, Majas, dan Kinayah. Dan ilmu Bayan menjadi bagian kedua dari fan ilmu Balaghoh.
Tasbih
Tasbih secara bahasa adalah menyerupakan. Sedangkan secara istilah adalah menyerupakan suatu perkara dengan perkara lain dalam satu sifat karena adanya tujuan, dengan menggunakan huruf Tasbih.
– Perkara pertama disebut Musyabah (Perkara yang diserupakan)
– Perkara kedua disebut Musyabah Bih (Perkara yang menyerupai)
– Sifat, yakni arah keserupaan dari keduanya disebut Wajah Syabbah (Sisi keserupaan)
– Huruf tasbih adalah atau huruf lain yang menyerupainya, contoh :
“Ilmu laksana cahaya dalam memberi tunjuk.”
Dalam contoh ini dapat diuraikan sebagai berikut:
adalah Musyabbah
adalah Huruf Tasbih
adalah Musyabbah Bih
adalah Wajah Syabbah
Ada tiga pembahasan yang berhubungan dengan Tasbih.
Membahas tentang rukun rukun Tasbih.
Membahas tentang pembagian Tasbih.
Membahas tentang tujuan Tasbih.
Pembahasan Pertama,
Rukun-Rukun Tasbih
Rukun rukun tasbih jumlah nya ada empat :
- Musyabbah (Perkara yang diserupakan)
- Musyabbah Bih (Perkara yang menyerupai). Dua syarat ini disebut sebagai Tharafai Tasbih (Dua sisi tasbih)
- Huruf Tasbih
- Wajah Syabbah (Sifat keserupaan)
Wajah Syabbah adalah sifat khusus yang dijadikan tujuan dari penyerupaan Musyabah dan Musyabah bih. Seperti sifat hidayah dalam menyerupakan ilmu dengan nur.
Huruf Tasbih adalah lafadz yang menunjukkan terhadap makna keserupaan, seperti dan setiap lafad yang memiliki arti yang sama dengan keduanya seperti — . Sedangkan adat tasbih yang berupa harus jatuh sebelum Musyabbah Bih, seperti:
“Ilmu laksana cahaya”
Berbeda dengan huruf Tasbih maka huruf ini harus jatuh sebelum Musyabbah, seperti :
“Seolah-olah bintang Tsuroyya adalah telapak tangan yang menjengkali gelapnya malam, agar engkau bisa melihat apakah malam masih panjang atau sudah pergi”
Huruf Tasbih bisa berfaidah tasbih, kalau memang khobarnya berupa Isim Jamid, seperti:
“Seolah-olah Kholid itu harimau.”
Dan ketika khobarnya berupa Isim Mustag maka berfaidah Syak (ragu-ragu) seperti: “Seakan-akan kamu faham”
Terkadang pentasbihan tidak menggunakan huruf Tasbih, tetapi menggunakan Fi’il yang memberikan pengertian Tasbih, seperti : “Apabila kamu melihat mereka, maka kamu akan kira mereka mutiara yang bertaburan.” (QS. A-Insan: 19)
Dan apabila ada Tasbih yang huruf Tasbih dan Wajah Syabbahnya di buang, maka dinamakan Tasbih Balihg. Seperti : “Dan kami menjadikan malam sebagai pakaian” (QS. An-Naba’: 10)
Yakni “Malam bagaikan pakaian yang sama-sama bisa menutupi.”


One Comment