Balaghah

Terjemah Kitab Durusul Balaghah

Balaghoh

Fashohah dan Balaghoh A. Fashohah

Fashohah secara bahasa : Menunjukan akan adanya kejelasan. Fashohah secara istilah merupakan sifat yang bisa ditemukan pada suatu kalimat, kalam, dan mutakalim (tergantung mausufnya)

  1. Fashohatul kalimat : kalimat yang terhindar dari Tanafurul huruf, Mukholafatul Qiyas, dan Gorobah.
  1. a) Tanafurul huruf : sifat pada suatu kalimat yang menyebabkan kalimat itu berat dan sulit untuk diucapkan . seperti: (suatu tempat yang kasar) (air tawar)  (tumbuh tunbuhan yang di jadikan tempat mengembala unta)
  1. b) Mukholafatul Qiyas : kalimat yang tidak sesuai dengan koidah-koidah shorof. Seperti jamaknya lafad dengan menggunakan lafad yang terdapat pada syair di bawah ini:

“Jika sebagian manusia ada yang menjadi pedang bagi suatu negara , maka dalam orang-orang juga ada yang menjadi terompet dan kendang .”

Keterangan :

Pokok pambahasan pada syair di atas adalah  . Ketika diikutkan Qiyas seharusnya lafad   jama’nya mungikuti wazan   sehingga menjadi   serta lafad   yang terdapat padasya’irdi bawah ini, ketika mengikuti Qiyas seharusnya diidghomkan, karena dalam lafadz tersebut ada dua huruf yang sama sehingga akan menjadi

 Sungguh anak-anakku adalah orang-orang yang keji, (mereka) juga benci (padaku), tidak ada rasa cinta terhadapku dalam hati mereka.”

  1. c) Gorobah : kalimat yang tidak jelas maknanya karena sangat jarang digunakan oleh orangorang arab yang masih murni, sehingga banyak orang yang tidak tahu dengan makna lafad tersebut. Seperti :

: yang menggunakan makna  (berkumpul)

 yang menggunakan makna  (Selesai)

Seperti ucapan Isa bin Umar kepeda orang-orang yang mengerumunginya tatkala ia terjatuh dari Khimarnya (keledai) ,

”Apa maksud kalian semua mengerumuniku yang sedang terjatuh, seperti mengerumuni orang gila saja, silahkan kalian semua bubar dan menjauh dariku”

Keterangan : lafad  yang menggunakan makna  dan lafad   yang menggunakan makna   .

  1. Fashohatul Kalam : Kalam yang terhindar dari Tanafurul kalimat, Do’fu ta’lif, dan Ta’gid baik lafdhi atau maknawi serta kalimat-kalimatnya fasihah.
  1. a) Tanafurul kalimah : Sifat yang terdapat dalam kalam yang menyebabkan kalam itu berat dan sulit untuk diucapkan seperti :

Kuburan Harb (Harb bin Umayyah ) itu terletak ditanah lapang (yakni tanah tak berpenghuni ) dan tiada kuburan lagi didekat kuburannya. Keterangan : Berkumpulnya beberapa kalimat yang hampir sama sehingga menyebabkan berat dan sulit untuk diucapkan .

  1. b) Do’fi Ta’lif : kalam yang tidak sesuai dengan goidah-goidah nahwu yang masyhur, seperti membuat dhamir sebelum menyebutkan marji nya secara lafad dan rutbahnya, seperti:

Adapun susunan yang benar

Keterangan : Subyek pembahasan lafadz di atas adalah   dimana marji” lafadz tersebut kembali kepada lafadz sesudahnya yakni lafadz  . Maka otomatis susunan lafadz tersebut telah keluar dari susunan goidah nahwiyyah. Karena adanya dhomir itu setelah menyebutkan marji’nya yakni :  dan ketika ada susunan yang keluar dari goidah-goidah nahwu maka lafadz tersebut tidak bisa dinamakan kalam yang fasih (fashohatul kalam).

  1. c) Tagkid Kalam yang tidak jelas dalam menunjukkan makna yang dikehendaki (Murad). Yang mana ketidak jelasan ini adakalanya dari segi lafad seperti mendahulukan lafad yang seharusnya diakhirkan, dan mengakhirkan lafad yang seharusnya didahulukan atau fasol. Dan Ta’gid seperti ini dinamakan Ta’gid Lafdi seperti :

“Budi pekerti atas kemuliyaan leluhur telah berbangga diri, sedang mereka tidak berbangga dengannya, dengan mereka yang hanya bisa menunjukkan,”

Takdirnya :

Dan ketidak jelasan adakalanya dari segi makna seperti menggunakan makna majaz atau kinayah, yang tidak mudah difaham maknanya. Ta’kid seperti ini dinamakan Ta’kid maknawi. Seperti:

“RaIa menyebarkan mulut mulutnya di kota”

Keterangan : Adapun yang dikehendaki dari lafadz di atas adalah RaIa menyabarkan mata-matanya di kota madinah. Tetapi karena Mutakalim salah menggunakan makna Majaz, sehingga menyebabkan lafadz tersebut menjadi sangat sulit diketahui maknanya (murod). Sedangkan lafad yang benar adalah:   (RaIa menyebarkan mata-matanya)

  1. d) Fashohatul mutakalim : talenta yang dimiliki mutakalim sehingga mampu mengungkapkan segala makna yang dimaksud dengan kalam yang fasih.
  1. Balaghoh

Balaghoh secara bahasa adalah Sampai. Dan secara istilah merupakan sifat yang bisa ditemukan Kalam dan Mutakalim (dalam arti tergantung mausufnya).

  1. Balaghotul kalam (kalam yang baligh) : Kalam yang fasih dan sesuai dengan Mugtadhol hal.

Penjelasan Tarif:

– Hal yang disebut juga Magom : Perkara yang mendorong mutakallim untuk mendatangkan ibarot dengan bentuk yang khusus.

– Mugtadhol yang disebut juga I’tibarul munasib : Sifat yang khusus yang dibuat untuk mendatangkan ibarot. Seperti:

»  (Memuji) adalah Hal yakni perkara yang mendorong terhadap mutakallim untuk mendatangkan ibarot dengan bentuk “  “ yakni mendatangkan makna yang dimaksud tetapi dengan katakata yang lebih banyak, karena ada tujuan yang tertentu, yaitu Memuji.

»  (kecerdasan mukhotob) adalah hal yang mendorong mutakallim untuk mendatangkan makna murod, dengan ibarot dalam bentuk  yakni dengan kata kata yang ringkas tetapi padat.

Dan masing masing dari gall Dan  ini dinamakan sebagai hal, dan bentuk  dan  ini adalah mugtadhol, Dan mendatangkan kalam berbentuk  itu sesuai dengan mugradhol.

  1. Balaghoh mutakallim (mutakallim yang balig) : talenta yang dimiliki mutakallim, Sehingga mutakallim mampu mendatangkan makna murod (yang dikehendaki) dengan kalam yang balig dalam tujuan apapun.

Cara mengetahui tanafurul huruf,mukholafatul Qiyas, gurobah, dofu ta’lif, ta’gid:

– Tanafurul Khuruf dan kalimat itu bisa di ketahui dengan (  ) perasaan atau intuisi. 

– Mukholafatul Qiyas bisa diketahui dengan ilmu Shorof. 

– Dofu Ta’llif dan Ta’kid Lafdzi bisa diketahui dengan ilmu nahwu.

– Gurobah bisa diketahui dengan sering melihat kalam Arob.

– Ta’kid Maknawi bisa diketahui dengan ilmu Bayan.

– Hal dan Mugtadhol itu bisa di ketahui dengan ilmu Ma’ani.

Maka bagi semua orang yang ingin mendalami ilmu Balagoh haruslah mengetahui Lugot, Shorof, Nahwu, Ma’ani, dan Bayan. Disamping itu dia harus mempunyai   (intuisi selamat) dan sering melihat kalam Arob.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker