Balaghah

Terjemah Kitab Durusul Balaghah

Majaz Mursal

Majaz Mursal adalah majaz yang Alagoh-nya tidak Musyabbahah (tidak ada keserupaan antara makna majazi dan makna hagigi). Di antara Alaqah tersebut adalah:

  1. Sababiyyah (sebab), seperti:

“Kenikmatan Fulan sangat besar padaku.”

“Yakni kenikmatan Fulan yang disebabkan tangannya.”

Pada contoh ini, menggunakan lafadz sebab yang berupa  sedangkan yang dikehendaki adalah akibatnya (Musabbab) yang berupa  . Sehingga Lafad  tidak diartikan dengan “Tangan” melainkan diartikan “Nikmat”, karena tangan adalah sebab untuk memberikan nikmat pada seseorang. Adapun Qorinah-nya (yakni lafadz yang mencegah untuk mendatangkan makna asli) adalah lafadz .

  1. Musababiyyah (akibat), seperti:

 “Langit menghujani tumbuhan.”

 “Yakni hujan yang menjadi sebab (adanya) tumbuhan”

Pada contoh ini, mengunakan lafadz musabbab (akibat) yang berupa  sedangkan yang dikehendaki adalah lafadz sebab yang berupa  . Karena  (hujan) adalah penyebab tumbuhnya tanaman, sedangkan Qorinah-nya adalah  .

  1. Juz ‘iyyah (bagian) seperti:

“Aku mengirim penyelidik agara mereka memperhatikan keadaan musuh”

“Yakni penyelidik atau mata-mata.”

Pada contoh ini mengucapkan Juz (bagian) yang berupa (mata), sedangkan yang dikehendaki adalah Kul (keseluruhan) yaitu seseorang yang menjadi mata—mata atau penyelidik yakni lafadz ,. Adapun Qorinah-nya adalah keadaan yang tidak mungkin hanya mengirim mata tanpa disertai anggota badan yang lain.

  1. Kuliyyah (keseluruhan), seperti:

“Mereka menjadikan jari-jari tangan mereka (untuk menyumbat) pada telinga-telinga mereka.” (QS. Al-Baqarah : 19) yakni ujung jari mereka.

Pada contoh ini, menggunakan lafadz Kul (keseluruhan) yakni  (jarijemari) sedangkan yang dimaksud hanyalah Juz nya (sebagian) yakni Je! (ujung jarijemari). Adapun Qorinahnya adalah tidak mungkinnya memasukkan semua jarijemari tangan secara bersamaan ke dalam lubang telinga.

  1. (memandang masa yang telah terjadi) seperti :

“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim harta-harta mereka.” (QS. An-Nisa: 2) yakni anak-anak yatim yang sudah baligh.

Karena kewajiban memberikan harta anak yatim, ketika sudah baligh. Dan saat belum balig maka harta tersebut diurusi oleh walinya. Sedangkan pengucapan lafadz:  disini yang di maksud adalah:   .Ini adalah majaz. Adapun Alagoh-nya adalah mengingat adanya yatim sebelum baligh.

  1. (mengingat masa yang akan datang), seperti:

“Sesungguhnya aku bermimpi memeras arak.” (QS. Yusuf: 36) yakni anggur.

Pada ayat ini menggunakan lafadz:  sedangkan yang dimaksud adalah lafadz:  (anggur). Ini adalah majaz mursal. Adapun Alagohnya adalah mengingat masa yang akan datang, yakni perasan dari  (anggur) akan menjadi  (arak). Sedang Qorinahnya adalah tidak mungkinnya lafadz diartikan dengan makna Haqiqi.

  1. Mahaliyyah (tempat), seperti:

 “Majlis telah menetapkan hal tersebut.” Yakni ahli majlis.

Contoh di atas menggunakan Mahal (tempat) yang berupa  tetapi yang dimaksud adalah Hal (keadaan) orang yang menempati tempat tersebut yakni lafadz: . Sedangkan Qorinah-nya adalah lafad  (menetapkan).

  1. Haliyyah (keadaan), seperti :

“Dan adapun orang yang berwajah putih berseri, mereka dalam Rohmat Allah (surga), mereka kekal di dalamnya.” (QS. Ali-Imran: 107)

Lafadz , (kasih sayang) adalah Majaz Mursal dari mengucapkan Hal (keadaan) yang berupa rohmat, nikmat. Akan tetapi yang dikehendaki pada ayat ini adalah Mahal (tempat) yang berupa (Surga). Karena Rahmat, yakni beberapa kenikmatan Allah itu bertempat di dalam surga. Berarti mengucapkan Hal tapi yang dimaksud adalah Mahal. Adapun Qorinah-nya adalah kalimat  (di dalam).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker