Balaghah

Terjemah Kitab Durusul Balaghah

Majaz Murokkab

Majaz Murokkab adalah suatu kalam yang digunakan pada selain makna aslinya karena adanya Alagoh yang tidak Musyabbahah (tidak ada keserupaan antara makna majazi dan makna hagigi). Seperti menggunakan Jumlah Khobariyyah tetapi yang dikehendaki adalah Jumlah Insyaiyah, seperti yang terdapat di bawah ini. “kekasihku beserta rombongan Yaman menjauh (dariku) sedang tubuhku terbelanggu di kota Makkah”

Adapun tujuan dari syair di atas tidak memberikan kabar akan tetapi menampakkan kesusahan dan kesengsaraan.

Dan apabila Alagohnya Musyabbah (ada keserupaan antara makna majazi dan makna hagigi) dinamakan Isti’aroh Tamsiliyyah. Seperti perkataan yang diucapkan pada orang yang ragu.

“Sesungguhnya aku melihatmu (sedang melangkah) maju mundur.” Yakni aku melihatmu dalam keadaan binggung.

Majaz Aali

Majaz Agli adalah menyandarkan Fiil atau lafadz yang menunjukkan makna fi’il tidak pada Shohibul Fi’il menurut Mutakallim. Karena pada dasarnya Fi’il disandarkan pada Fa’il atau Naibul Fa’il.

Sehingga dapat diambil kesimpulan: “Menyandar suatu pekerjaan (Fi’il) pada selain pelaku aslinya (atau fail hagigi)”, Seperti:

“Sesuatu yang menjadikan anak kecil beruban dan menjadikan orang tua mati adalah bergantinya waktu pagi dan lewatnya waktu sore”

Menyandarkan beruban dan matinya seseorang kepada bergantinya hari dan lewatnya waktu malam, berarti menyandarkan suatu perkara pada selain pelaku asli, yakni Allah. Karena sebenarnya yang menjadikan beruban dan matinya seseorang adalah Allah.

Di antara Majaz Agli adalah :

– Menyandarkan Fi’il Mabni Fail pada Fi’il Mabni Maful. Seperti:

(Makna majazi) “Kehidupan yang ridha”

(Makna asli) “Kehidupan yang diridhai”

– Menyandarkan Fi’il Mabni Maful pada Fiil Mabni Fail. Seperti:

(Makna majazi) “Banjir yang dipenuhi”

(Makna asli) “Banjir yang memenuhi”

– Menyandarkan Fi’il Mabni Fail pada Masdar. Seperti:.

(Makna majazi) “Kesungguhan yang bersungguh-sungguh”

(Makna asli) “Orang yang bersungguh-sungguh”

– Menyandarkan Fi’il Mabni Fail pada Isim Zaman. Seperti:

(Makna majazi) “Siang hari yang berpuasa”

(Makna asli) “Orang yang berpuasa di siang hari”

– Menyandarkan Fi’il Mabni pada Isim Makan. Seperti:

(Makna majazi) “sungai yang mengalir”

(Makna asli) “sungai yang mengalir”

– Menyandarkan Fi’il Mabni Fail pada Sabab. seperti:

(Makna majazi) “Sang raIa membangun”

(Makna asli) “Sang raIa memerintahkan pasukannya membangun”

Dan dari keterangan di atas bisa diketahui, bahwasanya Majaz Lugowi itu terjadi pada lafadz. Sedangkan Majaz Agli itu terjadi pada Isnad.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker