Balaghah

Terjemah Kitab Durusul Balaghah

Mahasinatul Lafdzi

  1. Badi” Jinas : Dua lafadz yang serupa dalam pengucapannya, tetapi memiliki perbedaaan makna. Badi Jinas di bagi menjadi dua, yaitu: 1) Jinas Tam, 2) Jinas Ghairu Tam.

1) Jinas Tam Suatu lafadz (dua lafadz tersebut) huruf hurufnya cocok dalam:

– Ha’iah (bentuk) “ sama dalam segi berharokat dan sukunnya.

– Na’u (macam) » sama dalam segi jenis huruf hijaiyah yang berjumlah 28

– Adad (hitungan) masing-masing dari dua lafad tersebut jumlahnya sama, semisal jika lafad yang pertama berjumlah 3 huruf maka lafad yang kedua juga berjumlah 3 huruf.

– Tartib (urutan) – yakni urutan dua lafad tersebut sama.

Semisal jika pada lafad pertama huruf di dahulukan, maka pada lafad kedua huruf juga didahulukan. Seperti sya’ir di bawah ini :

“Kami tidak menemukan orang yang bisa dijadika tempat berlindung selain dirimu,semoga engkau tidak henti-henti menjadi biji mata masa”

“Bersikaplah yang baik pada mereka selama engkau berada di desa mereka dan buat mereka ridho selama engkau berada ditanah mereka.”

2) Jinas Ghoiru Tam : Adanya ketidak cocokan dari masingmasing dua lafad tersebut. Baik dari segi Hai’ah, Na’u, Adad atau tertibnya. Seperti sya’ir di bawah ini :

“Mereka mengeluarkan tangan-tangan yang bisa melindungi, dan menyerang dengan pedangpedang yang membunuh dan memutus”

  1. Badi’ Saja” Sesuainya dua fasilah (kalimat akhir) atas satu huruf yang mana hal ini terjadi pada kalam Natsar (selain Syair, baik Al Qur’an atau selainnya). Seperti :

“Manusia itu terlatak pada adabnya, bukan pada perhiasan dan bajunya. ”

“Lalu kami jadikan mereka gadis gadis perawan, yang penuh cinta padanya dan sebaya umurnya.” (QS. AlWaqi’ah: 36-37)

“Santri menurutku orang yang belajar dan berkhidmah.”

  1. Badi’ Iqribas Memberikan kandungan (ayat ) Al Qur’an atau hadist dalam sebuah kalam (baik berupa kalam natsar ataupun nadhom). Tapi dengan syarat kalam tersebut tidak bertujuan sebagai Al Qur’an atau hadist.

– Contoh sya’ir yang mengandung ayat Al Qur’an:

“Janganlah berbuat dholim dan jangan sampai ridho dengan kedholiman dan ingkarilah semua perkara yang kau mampui”

“Pada hari perhitungan amal nanti (yakni hari kiamat ) tidaklah ada seorang teman setia bagi orang dholim dan tidak ada baginya Seorang penolong”

Keterangan :

pada sya’ir yang berupa:

“Tidaklah ada seorang teman setia bagi orang dholim dan tidak ada baginya seorang penolong”

Sebenarnya sya’ir ini mengandung ayat Al Qur’an yang berbunyi :

“Tidak ada seorang pun teman yang setia bagi orang yang dolim dan tidak ada baginya seseorang penolong yang diterima pertolongannya.” (QS. Ghafir: 18)

– Contoh sya’ir mengandung sebagian hadist:

“Janganlah kamu memusui manusia ketika berada dinegaranya, sedikit sekali seorang pendatang yang mejaga tanah kelahirannya”

“Dan jika kamu menghendaki hidup di antara mereka, Dan bersikaplah terhadap manusia dengan ahklag yang bagus.”

Keterangan :

Sebenarnya sya’ir di atas mengandung hadist Rasulullah yang berbunyi : ,

“Bertagwalah kepada Allah dimanapun kamu berada. Ikutkan kebaikan setelah kejelekan karena kebaikan itu bisa menghapus kejelekan. Dan bersikaplah terhadap manusia dengan ahklag

Diperbolehkan merubah sedikit ayat Al Qur’an atau hadist yang digunakan sebagai kandungan suatu nadham, karena memang adanya kebutuan Wazan atau lainnya, seperti sya’ir berikut:

“Sungguh telah terjadi apa yang aku khawatirkan sesungguhnya kita akan kembali kepada Allah”.

Keterangan : Al Qur’an yang dikandung pada sya’ir di atas, sedikit ada perubahan yang mana pada asalnya berupa :

“Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepadanya”. (QS. Al-Baqarah : 156)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker