Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim

Ka’ab Al Akhbar berkata: “Seandainya pahala majelis ulama’ itu terlihat oleh manusia, niscaya mereka akan saling berperang (memperebutkan majelis tersebut) berebut pahala, sampai- sampai setiap orang yang berpangkat meninggalkan jabatannya dan para pemilik pasar akan meninggalkan pasarnya.

Sebagian ulama’ salaf berkata: “Sebaik-baik pemberian adalah akal, sedangkan sejelek-jelek

musibah adalah kebodohan”.

Sebagian ulama’ salaf yang lain juga berkata: “Ilmu itu sebagai pengaman dari tipu daya setan,

juga sebagai benteng dari tipu daya orang yang dengki dan sebagai petunjuk akal”.

Kemudian sang ulama’ membacakan syair:

» Alangkah bagusnya akal dam alangkah terpujinya erang yang berakal # Alangkah jeleknya kebodohan dan alangkah tercelanya orang bodoh.

» Tak ada ucapan seseorang yang pantas dalam suatu perdebatan # Sedangkan kebodohan itulah yang akan merusaknya pada hari nanti ketika ia ditanya

» Ilmu adalah sesuatu yang paling mulia yang diperoleh seseorang # Barangsiapa tidak berilmu

, maka ia bukanlah laki-laki (tokoh).

» Wahai saudara kecilku Pelajarilah ilmu dan amalkanlah, Ilmu itu merupakan sebuah perhiasan bagi orang yang benar-benar telah mengamalkannya.

Diriwayatkan dari Muadz Bim Jabal   ia berkata: “Pelajarilah ilmu, karena mempelajarinya adalah suatu kebajikan, mencarinya adalah suatu ibadah, mendiskusikannya adalah tasbih, membahasnya adalah jihad, menyerahkannya adalah upaya pendekatan diri kepada Allah SWT dan mengajarkannya kepada orang yang tidak berilmu adalah shadagah.

Fuzdall bin I’yadi   telah berkata: “Orang yang alim yang mengajarkan ilmunya kepada orang lain, maka ia akan diundang di kerajaan langit sebagai orang besar”.

Sufyan bin “Uyainah telah berkata: “Manusia yang paling tinggi derajatnya disisi Allah adalah orang yang berada di antara Allah dan di antara hamba-hamba-Nya. Mereka itulah para nabi dan para ulama”.

Beliau juga mengatakan: “Di dunia ini seseorang tidak akan diberi sesuatu yang lebih utama dari pada derajat kenabian dan tidak ada sesuatu pun setelah derajat kenabian yang lebih utama dari pada ilmu dan pemahaman (agama)”. Kemudian Sufyan ditanya: “Dari siapa perkataan ini? “”.la menjawab: “Dari seluruh para ahli fiqh”.

Imam as Syafi’i telah berkata: “Seandainya para ahli fiqih yang selalu mengamalkan ilmunya

bukan sebagai kekasih Allah, niscaya Allah tidak akan mempunyai seorang wali”.

Ibnu al Mubarak berkata: “Seseorang itu masih dianggap pandai selama ia mencari ilmu. Apabila ada seseorang menganggap bahwa dirinya pandai, maka ia benar-benar telah bodoh”.

Imam Wagi’ berkata: “Seorang laki-laki tidak akan dikatakan orang alim, sehingga ia mau mendengarkan orang yang lebih tua, mau mendengar orang yang sebanding dengannya, dan mau mendengar orang yang lebih muda darinya.

Sufyan Al Tsauri berkata: “Keajaiban-keajaiban itu merata ada dimana-mana. Pada akhir zaman seperti sekarang ini lebih merata lagi, bencana yang menimpa manusia banyak. Sedangkan musibah masalah keagamaan sekarang ini lebih banyak lagi. Bencana-bencana itu merupakan peristiwa yang besar, namun kematian para ‘ulama merupakan peristiwa yang lebih besar. Sesungguhnya hidup orang alim itu adalah rahmat bagi umat, sedangkan kematiannya agama Islam menyebabkan suatu cacat”.

Dalam kitab Shahih Al Bukhari dan Al Muslim terdapat sebuah badits yang diriwayatkan dari Abdullah Ibn Amr Ibn al “Ash am ia berkata: “Aku mendengar dari Rasulullah if, beliau bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabut ilmu tersebut dari manusia, akan tetapi Allah mencabut ilmu dari muka bumi ini dengan cara mencabut nyawa orang-orang yang para ulama”, sehingga jika seorang alim sudah tak tersisa, masyarakat mengangkat para pemimpin   yang   bodoh.   Maka   ditanyalah   pemimpin-pemimpin   itu   (tentang   masalah

keagamaan), kemudian mereka memberikan fatwa tanpa berlandaskan ilmu pengetahuan,

sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain”,

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker