Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim

Kesebelas, menjauhkan diri dari usaha-usaha yang rendah dan hina menurut watak manusia, juga dari hal-hal yang dibenci oleh syari’at atau adat istiadat (kebiasaan). Seperti berbekam (mengeluarkan  darah  dari  anggota badan  dengan  menggunakan  alat  melaluf kepala  atau tengkuk), menyamak kulit, penukaran mata uang (money changer), tukang membuat emas dan sebagainya.

Keduabelas, menjauhkan diri dari tempat-tempat yang kotor (maksiat), meskipun tempat tersebut jauh dari tempat keramaian, dan tidak berbuat sesuatu yang dapat mengurangi sifat muru’ah (menjaga diri dari hal-hal yang tidak terpuji) dan sesuatu yang secara lahir dianggap munkar, walaupun kenyataannya hukumnya di perbolehkan, karena hal itu akan menimbulkan dampak, ekses yang kurang baik terhadap dirinya, kewibawaannya, dan menjadi bahan perbincangan yang jelek bagi orang lain, sehingga menimbulkan dosa bagi orang yang mengolok-oloknya.

Apabila hal itu terjadi hanya secara kebetulan belaka, karena adanya hajat, keperluan atau yang lainya, maka hendaknya ia memberitahu kepada orang yang melihatnya dan menjelaskannya tentang hukum, alasannya serta maksud kedatangannya, sehingga orang lain tidak merasa berdosa dan lari menjauh (dari perkara jelek): sehingga ia tidak menimba ilmu darinya lagi, dan hendaknya hal itu bisa dipakai pelajaran bagi orang-orang yang bodoh.

Berkenaan dengan hal ini, Rasulullah Saw bersabda: “Suatu ketika ada dua orang laki-laki yang berpapasan dengan Nabi Saw, ketika beliau bersama-sama dengan Shafiyyah binti Huyay, kemudian mereka berdua berjalan dengan pelan-pelan, kemudian ia berkata: perempuan itu adalah Shafiyah binti Huyay. Kemudian nabi berkata: sesungguhnya setan itu masuk kedalam diri manusia (keturunan Adam) melewati peredaran darah, aku kuatir setan menjatuhkan sesuatu dalam diri mereka berdua sehingga mereka menjadi rusak “.

Ketigabelas, menjaga dirinya dengan beramal dengan memperhatikan syiar-syiar islam dan hukum dhahirnya, seperti melakukan shalat berjamaah dimasjid, menyebarkan salam baik kepada orang khusus atau umum, amar ma’ruf nahi munkar dan sebagianya, serta sabar dalam menerima cobaan.

Berkata yang hak, mengatakan kebenaran kepada para penguasa, para pejabat, dan sepenuhnya menyerahkan dirinya kepada Allah dan tidak takut kepada cercaan dan caci makian orang lain, serta terus menerus mengingat firman Allah yang berbunyi:

“Wahai anakkul Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabariah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demiktan itu termasuk perkara yang penting. (QS Luqman :17)

Dan hal-hal yang telah terjadi pada rasul dan para nabi yang lain misalnya mereka selalu bersabar atas cobaan yang menimpa mereka, dan perkara mereka dihadapi dengan sabar karena Allah, seperti ingkarnya pengikut para Nabi seperti kisahnya Nabi Adam dan anak-anaknya, Nabi Tsis serta kaumnya, Nabi Nuh dan Hud beserta kaumnya, Nabi Ibrahim ketika berhadapan dengan  raja Namrud dan  ayahnya,  Nabi  Ya’gub  bersama  anaknya,  Nabi  Yusuf bersama saudarasaudaranya, Nabi Ayyub serta cobaan yang beliau terima dari Allahl, Nabi Musa bersama bani israil ketika mereka telah selamat dari laut merah, Nabi Isa ketika bersama para kaumnya yang mendapat hidangan, santapan makanan langsung dari langit, dan Nabi Muhammad n beserta kaumnya, para sahabatnya ketika membagi harga ghanimah (rampasan) dalam perang hudaibiyah. Kemudian nabi berkata :

“Mudah-mudahan Allah mengasihi saudaraku yakni nabi Musa g ia telah di coba oleh Allah

dengan lebih banyak cobaan dari yang aku terima namun ia tetap sabar”

Kemudian hal-hal yang telah dialami oleh sahabat Abu Bakar, ketika beliau di tinggal mati oleh Nabin dan para sahabatnya, kemudian ketika menghadapi orang-orang yang murtad, kemudian hal-hal yang dialami oleh para sahabat, seperti berbuat kasar pada orang yang kasar karena perbedaan pandangan yang terjadi diantara mereka, kemudian para tabi’in dan pengikutnya tabi’in sampai sekarang ini. Pada diri mereka mengandung suri tauladan, uswah yang baik yang patut di contoh

para pengajar (guru).

Keempatbelas, bertindak dengan menampakkan sunnah: – sunnah yang terbaik dan segala hal yang mengandung kemaslahatan kaum muslimin melalui jalan yang dibenarkan oleh syari’at agama islam, baik dalam tradisi atau pada tabiat.

Seorang guru tidak boleh rela, hanya melakukan perbuatan-perbuatan yang bersifat lahiriah dan bathiniah semata, bahkan ia harus memaksa dirinya untuk melakukan hal yang terbaik dan sempurna,  karena guru merupakan  panutan, mereka di  pakai  sebagai  barometer,  sumber rujukan dalam setiap permasalahan yang berhubungan dengan hukum.

Guru adalah hujjatullah terhadap orang-orang yang tidak mengerti (bodoh), dan terkadang gerak-gerik mereka selalu diawasi, dipantau tanpa sepengetahuan mereka, sehingga nasehat- nasehat mereka selalu diikuti, dianut oleh orang yang tidak mengerti (awam).

Apabila guru tidak bisa mengambil sebuah manfaat dari ilmu yang ia miliki sendiri, apalagi orang lain, tentu lebih tidak bisa memanfaatkan ilmunya. Oleh karena itu kesalahan, kekeliruan walaupun hanya kecil akan berubah menjadi sesuatu yang sangat luar biasa, karena adanya unsur saling keterkaitan dari kerusakan itu karena guru adalah barometer, tolak ukur yang sudah barang tentu ia akan menjadi panutan bagi orangorang awam, kalau ia berbuat salah maka ia akan diikuti orang banyak sehingga menjadi dhollu wa adhollu (sesat menyesatkan) lagi.

Kelimabelas, membiasakan diri untuk melakukan kesunahan yang besifat syari’at, baik gaultyah atau fliyah. Seperti membaca al-Our,an, dzikir kepada Allahlbaik didalam hati atau lisan, membaca do’a dan dzikiran kepada Allahl baik siang atau malam, menunaikan shalat dan puasa, melaksanakan ibadah haji jika mampu dan sebagainya.

Membaca shalawat kepada nabi, mencintainya, mengagungkannya, memuliakannya, dan memakai etika dan sopan santun yang baik ketika mendengar nama beliau, dan tradisi-tradisi (hadis) beliau disebutkan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker