Kesebelas, menjaga kesopanan duduk dihadapan guru ketika mengikuti kegiatan belajar dan juga harus memperhatikan kebiasaan, tradisi yang selama ini dipakai, diterapkan oleh guru dalam mengajar.
Santri hendaknya, hendaknya murid duduk dihadapan guru menurut akhlak yang telah dijelaskan secara rinci dalam bab akhlak kepada guru. Murid hendaknya membawa kitab sendiri yang akan dipelajari bersama guru. Tidak meletakkan kitab yang sedang di baca di atas lantai dalam keadaan terbuka, tetapi murid harus memegangnya. Tidak diperbolehkan membaca kitab guru kecuali atas izin sang guru, disamping itu sang santri tidak boleh membaca kitab ketika hati sang guru sedang kalut, bosan, marah, susah dan sebagainya.
Apabila ustazd memberikan izin, maka santri sebelum membaca kitab hendaknya membaca, ta’awwudz, basmalah, hamdalah, sholawat kepada Nabi Saw keluarganya, para sahabatnya, kemudian mendoakan kepada ustazdnya, orang tua para gurunya, dirinya sendiri, kaum muslimin semuanya. Dan memintakan rahmat kepada Allah SWT untuk pengarang kitab ketika membacanya.
Dan apabila pelajar mendoakan gurunya, maka hendaklah la mengucapkan kata-kata: “Semoga Allah meridhoi kalian semua”, “meridhoi guru-guru kita”, “meridhoi pemimpin kita”, dan gelar-gelar senada yang dipanjatkan oleh sang murid yang dikhususkan untuk sang gurunya.
Apabila santri telah selesai belajar, hendaknya ia juga mendoakan terhadap gurunya. Apabila santri tidak memulai dengan hal hal yang telah disebutkan diatas, baik karena lupa atau karena kebodohannya sendiri, maka hendaknya guru mengingatkan terhadap santri tersebut, mengajarinya, dan mengingatkannya, karena hal itu termasuk etika, akhlak yang paling penting.
Keduabelas, menekuni pelajaran secara seksama dan perhatian serta tidak berpindah pada pelajaran yang lain sebelum pelajaran yang pertama bisa difahami dengan baik, tidak boleh pindah baik dari negara ke negara yang lain, atau dari satu madrasah ke madrasah yang lain, kecuali darurat dan ada keperluan yang sangat mendesak,, Karena hal itu akan menimbulkan berbagai macam persoalan, membuat hati menjadi resah, gundah dan menyia-nyiakan waktu dengan percuma tampa ada hasilnya.
Hendaknya santri selalu pasrah dan berserah diri kepada Allahi, ia tidak boleh menyibukkan dirinya dengan masalah rizqi, permusuhan dan bertentangan dengan seseorang, menjauhkan diri dari pergaulan orang-orang yang ahli dalam hal bicara, ahli kerusakan, maksiat dan orang- orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap (pengangguran). Karena berdampingan hidup dengan orang-orang seperti itu pasti menimbulkan pengaruh/dampak yang negatif.
Hendaknya pelajar ketika sedang belajar hendaknya menghadap kearah kiblat, banyak mengamalkan, melakukan tradisi-tradisi Rasululah Saw, mengikuti ajakan ahli kebaikan, menjauhkan diri dari doanya orang yang dianiaya (madzlum), dan memperbanyak shalat dengan segala kekhusukan.
Ketigabelas, murid hendaknya memotivasi temantemanya untuk berusaha mendapatkan ilmu dan menunjukkan kepada mereka tempat-tempatnya: menyingkirkan dari mereka segala keingingan yang melalaikan: membantu memudahkan mereka dalam urusan biaya hidup: menyampaikan kepada mereka pengetahuan-pengetahun tentang kaidah berbagai ilmu dan masalah-masalah yang jarang diketahui dengan sistem belajar bersama, agar pikirannya tambah cemerlang. ilmunya berkah, dan pahalanya bertambah banyak. Adapun teman yang pelit dimintai pendapat tentang pelajaran, hendaknya murid tidak belajar bersamanya, sebab hal itu tidak ada gunanya. Metode belajar seperti di atas merupakan metode ulama salaf.
Murid tidak boleh membanggakan diri di hadapan temantemannya atau memuji-muji pikirannya yang cemerlang. Sebaiknya, dia mengucapkan alhamdulillah dan bersyukur kepada Allah agar ilmunya bertambah. Murid harus memuliakan teman-temannya dengan menebarkan salam, menampakkan kecintaan dan sikap hormat. menjaga hak-hak pertemanan dan persaudaraan seagama dan seprofesi di mana mereka juga tergolong ahlul “ilmi, pembawa dan pencari ilmu, melupakan dan memaafkan kekhilafan dan kesalahan mereka, menutupi
kejelekan mereka, mengucapkan terima kasih kepada teman yang baik dan berhati-hati terhadap teman yang tidak baik.








