Hadits

Terjemahan Kitab Tanqihul Qoul

BAB XVIII KEUTAMAAN SALAM

Sayid Syeikh Abdul Qadir Al Jilani ra. berkata : “Memulai dengan salam itu adalah sunah, dan menjawabnya lebih istimewa dari pada menjawabnya”. Sighot salam adalah terpilih. Ada yang dengan memasukkan alif dan lam, maka di ucapkan :

السلام عليكم ورحمه الله وبركاته

Ada juga yang membuang “alif” dan “lam” lalu mengucapkan :

سلام عليكم ورحمه الله وبركاته

Dan tidak lebih dari itu. Orang berjalan disunahkan mengucapkan salam kepada orang yang duduk, orang yang naik kendaraan disunahkan memberi salam kepada orang yang berjalan, dan salam salah seorang dari jama’ah kepada selain mereka adalah cukup dibalas.

Demikian pula menjawab salam salah seorang dari jama’ah. Tidak boleh memulai memberi salam kepada orang musyrik.

Maka jija orang musyrik memulai memberi salam, jawablah padanya dengan mengucap : “WA’ALAIKA”.

Adapun menjawab salam kepada seseorang muslim maka mengucapkan : “WA’ALAIKUMUS SALAM” seperti apa yang diucapkan. Jika menambah sampai ucapan : “WA BARAKAATUH” maka lebih utama.

Jika seorang muslim mengucapkan salam kepada seorang muslim dengan ucapan : “SALAMUN” ia tidak menjawabnya dan mengetahuinya bahwa itu bukan penghormatan islam, karena ucapan itu tidak dengan kalimat salam yang sempurna.

Disunahkan kaum wanita memberikan salam kepada sebagian wangi lain. Adpun ucapan salam seorang lelaki kepada wanita muda adalah makruf. Sedangkan memberi salam kepada anak kecil maka disunahkan, karena mengajarkan pendidikan sopan santun kepada mereka.

Demikian pula disunahkan orang yang berdiri dari tempat duduk suatu majlis memberikan salam kepada orang-orang yang masih duduk dalam majlis, begitu pula ia mengucapkan salam kepada mereka apabila kembali kepada mereka.

Jika apabila antara dia dan mereka itu terdapat batas atau tirai seperti pintu atau dinding. Dan demikian halnya memberi salam kepada seorang kemudian bertemu padanya yang kedua kalinya maka bersalamlah kepadanya.

Jangan meberikan ucapan salam kepada orang-orang yang berpakain untuk kemaksiatan, seperti pada suatu kaum yang bermain dengan alat-alat permainan terlarang, orang-orang yang meminum arak (minuman keras), dan bermain dengan permainan judi.

Disunahkan berjabat tangan bagi seorang muslim kepada saudaranya, dan janganlah yang lain melepaskan tangannya apabila ia yang mulai berjabat.

Dan diperbolehkan saling berpelukan serta mencium kepala salah seorang dari keduanya pada yang lain, dan mencium tangan karena arah keberkahan. Adapun mencium mulut maka dibenci.

Nabi saw. bersabda :

السلام قبل الكلام

Artinya : “Mengucapkan salam itu sebelum berbicara”.

Hadits diriwayatkan oleh Turmuzi dari Jabir ra. yaitu Hadits Sahih.

Al ‘Aziz mengatakan : “Makna itu mengandung kepunahan memberi salam sebelum memasuki pembicaraan.

Karena ucapan salam itu merupaka suatu penghormatan umat Islam. Maka jima telab masuk pembicaraan, habislah tempatnya”.

An Nawawi berkata : “Disunahkan bahwa seorang muslim memulai dengan salam sebelum segala pembicaraan”.

Nabi SAW bersabda

من بدا بالكلام قبل السلام فلا تجيبوه

Artinya : “Siapa memulai pembicaraan sebelum salam, Maka jangan kamu semua menjawabnya”.

Hadits diriwayatkan oleh Thabrani dari Ibnu Umar bin Al Khattab ra.

Nabi SAW bersabda :

من بدأ بالسلام فهو اولى بالله ورسوله

Artinya : “Siapa yang memulai salam lebih dahulu maka ia adalah yang lebih utama menurut Allah dan Rasul-Nya”.

Hadis diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Umamah Ra

Al ‘Azizi berkata : Maksud yang terkandung dalam kalimat “Lebih utama menurut Allah dan rasul-Nya” adalah keamanan Allah dan rasul-Nya, karena “Assalamu” artinya “keamanan” atau “keselamatan” maka wajib untuk menjawabnya. Allah Maha Mengetahui.

Nabi. bersabda :

السلام من اسماء الله تعالى وفضعه الله فى الارض فافشوه بينكم فان الرجل المسلم اذا مر بقوم فسلم عليهم فردوا عليه كان له عليهم فضل درجة بتذ كيره اياهم السلام فان لم يرد عليه رد عليه من هو خير منهم واطيب

Artinya : “Assalamu” termasuk nama-nama Allah Ta’ala dimana Allah meletakkannya di bumi, maka sebarkanlah salam itu di antara kamu semua.

Sebab seorang lelaki yang muslim apabila melewati (berjumpa) pada suatu kaum lalu ia mengucapkan salam kepada mereka kemudian mereka menjawab kepadanya, maka lelaki itu memperoleh keutamaan melebihi kaum terpaut satu derajat, karena ia mengingatkannya kepada mereka dalam hal memberi salam.

Adapun jika mereka tidak menjawab, maka ucapan salam lelaki itu dijawab oleh hamba Allah yang lebih baik dan lebih harum daripada mereka”.

(Hadis diriwayatkan oleh Al Bazzar dan Al-Baihaqi dari Ibnu Mas’ud ra yaitu hadis shohih)

Maksud sabda Nabi : “Man huma khairun minhum = hamba Allah yang lebih baik daripada mereka” adalah para malaikat yang mulia. Sebab kekhusyukan para malaikat itu lebih utama daripada umumnya manusia.

Dan disebutkan dalam hadits, bahwa memulai memberi salam itu sekalipun sunnah adalah lebih utama daripada jawabannya sekalipun menjawab itu wajib.

Demikian sebagaimana faedah yang diberikan Al ‘Azizi.

Nabi SAW bersabda :

ان اولى الناس بالله من بداهم بالسلام

Artinya : “Sesungguhnya manusia yang paling dekat dengan Allah adalah orang yang memulai mengucapkan salam”.

Manusia yang paling dekat dengan Allah maksudnya adalah dengan rahmat-Nya dan kemuliaan-Nya, yaitu orang yang lebih dahulu mengucapkan salam ketika berjumpa dan berpisah, karena ia berlomba kepada mengingat Allah dan mengingatkan mereka.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Umamah ra. yaitu Hadis shohih.

Nabi SAW bersabda :

رأس التواضع الابتداء بالسلام

Artinya : “Pokok sopan santun adalah memulai dengan ucapan salam”.

An-Nawawi berkata : “Seorang lelaki muslim yang tidak Mashur berbuat fasik dan bid’ah ia bersalam dan diberi salam.

Maka disunahkan baginya mengucapkan salam dan wajib menjawab kepadanya. Adapun Orang yang ahli bid’ah dan berbuat dosa besar sedangkan ia tidak bertaubat, maka sebaiknya Jangan memberi salam kepadanya dan jangan menjawab salam kepadanya.

Demikian itu sebagaimana dikatakan Al Buchori dan lainnya dari kalangan para ‘Ulama’.

Sayyid Syekh Abdul Qodir Al Jilani ra. berkata : “Janganlah seorang muslim itu mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, kecuali kalau saudaranya itu termasuk ahli bid’ah dan kesesatan serta kemaksiatan. maka disenangi mendiamkan terus-menerus kepada mereka.

Dan dengan ucapan salam maka terlepaslah dari dosa mendiamkan seorang muslim”.

Nabi SAW bersabda :

اذا التقى المسلمان اقربهما الى الله تعالى من بدأ بالسلام

Artinya : Apabila kedua orang Islam berjumpa, maka yang lebih dekat kepada Allah bagi keduanya adalah yang memberi salam lebih dahulu”.

Dalam satu riwayat oleh Abu Dawud dari Al Barra Bin ‘Azib : “Apabila dua orang Islam berjumpa lalu keduanya berjabat tangan dan memuji kepada Allah saling meminta ampun, maka Allah mengampuni keduanya”.

Dan ini adalah Hadits Hasan. Kata “Al Muslimaani = dua orang Islam” meliputi dua orang laki-laki dan dua orang perempuan.

Dan dikecualikan dari hukum ini adalah berjabat tangan dengan orang yang berpenyakit seperti kusta dan sopak maka dimakruhkan jabat tangannya.

Dalam riwayat Al Hakim dan Turmudzi dari Ibnu Umar ra. : “Apabila dua orang Islam berjumpa lalu salah seorang dari keduanya mengucapkan salam kepada sahabatnya, maka yang lebih dicintai Allah antara keduanya adalah yang lebih baik antara keduanya dengan bermuka manis kepada sahabatnya.

Kemudian apabila keduanya berjabat tangan, Allah menurunkan kepada keduanya seratus rahmat, untuk yang memulai sembilan puluh dan untuk yang berjabat tangan sepuluh.

Nabi SAW bersabda :

اذا دخلتم في مجلس فسلموا واذا خرجتم فسلموا

Artinya : “Apabila kamu semua masuk dalam suatu majelis maka ucapkanlah salam dan apabila kamu keluar maka ucapkanlah salam”.

Maksudnya disunahkan mengucapkan salam ketika berjumpa kepada orang Islam dan ketika berpisah meninggalkannya sebagai limpahan keselamatan dan menegakkan syiar orang-orang yang beriman.

Demikian sebagaimana dikatakan Al ‘Azizi.

An-Nawawi berkata : “Disunahkan mengucapkan salam ketika masuk rumahnya, sekalipun di dalam rumah itu tidak ada seorangpun, maka ucapkanlah

السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين

Artinya : keselamatan bagi kami dan para hamba Allah yang sholeh-sholeh.

Demikian pulan ketika masuk masjid atau rumah orang lain yang di dalamnya tiada salah seorang, maka ucapkan

السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين السلام عليكم اهل البيت ورحمه الله وبركاته

Artinya keselamatan bagi kami dan para hamba Allah yang soleh soleh, keselamatan atas kamu semua penghuni rumah dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya.

Disunnahkan bagi orang yang memberi salam kepada manusia lalu ia tidak menjawabnya untuk mengatakan kepadanya dengan kata-kata yang halus”menjawab salam adalah wajib”, maka sebaiknya Anda menjawab atas kefardluan yang jatuh pada anda.

Dalam riwayat Al Baihaqi dari Qatada disebutkan : “Apabila kamu masuk rumah maka bersalamlah kepada penghuninya, dan apabila kamu keluar maka hendaklah kamu tinggalkan sebelumnya dengan ucapan salam”. Ini adalah hadits dlo’if.

Nabi SAW bersabda :

ابخل الناس من يبخل بالسلام

Artinya : “manusia yang paling bakhil (kikir) adalah orang yang kikir (tidak mau memberi) salam”.

Ibnu Hajar berkata dalam Tambihul Akhyar : “peliharalah mengucapkan salam dalam setiap hari kepada 10 orang orang, dan hendaklah ia yang memulai memberi salam lebih dahulu, karena ia lebih utama daripada menjawab. Sighat salam yang sempurna sekalipun kepada seseorang adalah :

السلام عليكم ورحمه الله وبركاته

Artinya : “keselamatan atas kamu semua dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya”.

adapun jawaban yang sempurna dari ucapan salam tersebut ditambah dengan kata : “Wa Maghfiratuhu Wa Ridlwaanuh”, sehingga diucapkan :

وعليكم السلام ورحمه الله وبركاته ومغفرته ورضوانه

Artinya : “dan keselamatan atasmu beserta rahmat Allah, keberkahan-Nya, ampunan-Nya, dan keridlaan-Nya”.

Rasulullah SAW kalau melewati anak-anak kecil maka Beliau mengucapkan salam :”Assalamualaikum Yaa Shibyaan = keselamatan atasmu wahai anak-anak kecil”.

Disebutkan dalam hadits : “apabila dua orang Islam berjumpa lalu berjabat tangan dan saling memuji kepada Allah serta bershalawat atas nabi SAW. dan saling minta maaf disertai tersenyum antara keduanya, memulai 90 dan untuk berjabat tangan 10, serta mendahulukan salam kemudian berjabat tangan.

SAW bersabda :

السلام تحية لملتينا وامان لذمتنا قال الله تعالى : واذا حييتم بتحية فحيوا باحسن منها او ردوها

Artinya : “ucapan salam adalah penghormatan agama kita dan kesentausaan tanggungan kita.

Allah ta’ala berfirman : “dan apabila kamu diberi suatu penghormatan,maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik daripadanya atau bala lah sesamanya”.

Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Turmudzi cari Imron dan Hashin berkata : “seorang lelaki Arab badui datang kepada nabi SAW maka ia mengucapkan “Assalamualaikum”dan nabi menjawab kepadanya, lalu ia duduk.

Maka nabi SAW bersabda : “sepuluh”. Kemudian datang lelaki lain mengucapkan : “Assalamualaikum warahmatullah”.

Maka beliau menjawab kepadanya lalu duduk, dan nabi SAW bersabda : “dua puluh”. Kemudian datang lagi seorang lelaki yang lain seraya mengucapkan “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”,

Beliau pun menjawab kepadanya lalu duduk. Nabi bersabda “tiga piluh” maksudnya “tiga puluh” kebaikan.

Dalam riwayat Abu Daud dari riwayat Mu’adz bin Anas hadits ini terdapat tambahan ia berkata “kemudian datanglah yang lain seraya mengucapkan : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh wamaghfiratuh” maka Beliau menjawab kepadanya seraya bersabda : “empat puluh kebaikan”, demikianlah adanya keutamaan.

Dan dalam kitab Ibnu sunniy dengan isnad yang lemah dari Anas ra. berkata : “Ada seorang lelaki lewat pada nabi SAW. iya sedang mengembalakan binatang sahabatnya seraya mengucapkan “Assalamualaika yaa rasulallah”maka nabi SAW menjawab salam kepadanya :

Maka dikatakan : “Wahai Rasulullah,engkau mengucapkan salam ini dimana engkau tidak pernah mengucapkan salam seperti itu kepada salah seorang sahabat engkau”.

Beliau bersabda : “Tiada sesuatu yang menghalangiku dari salam yang demikian itu, iya dapat mengimbangi dengan pahala tujuh belas orang.

Demikian sebagaimana disebutkan dalam Al Adzkar imam Nawawi dan Al Ghoniyah oleh Syekh Abdul Qodir Al Jaelani ra.

Artinya : “manusia yang paling bakhil (kikir) adalah orang yang kikir (tidak mau memberi) salam”.
Ibnu Hajar berkata dalam Tambihul Akhyar : “peliharalah mengucapkan salam dalam setiap hari kepada 10 orang orang, dan hendaklah ia yang memulai memberi salam lebih dahulu, karena ia lebih utama daripada menjawab.

Sighat salam yang sempurna sekalipun kepada seseorang adalah :

Artinya : “keselamatan atas kamu semua dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya”.

adapun jawaban yang sempurna dari ucapan salam tersebut ditambah dengan kata : “Wa Maghfiratuhu Wa Ridlwaanuh”, sehingga diucapkan :

Artinya : “dan keselamatan atasmu beserta rahmat Allah, keberkahan-Nya, ampunan-Nya, dan keridlaan-Nya”.

Rasulullah SAW kalau melewati anak-anak kecil maka Beliau mengucapkan salam :”Assalamualaikum Yaa Shibyaan = keselamatan atasmu wahai anak-anak kecil”.

Disebutkan dalam hadits : “apabila dua orang Islam berjumpa lalu berjabat tangan dan saling memuji kepada Allah serta bershalawat atas nabi SAW. dan saling minta maaf disertai tersenyum antara keduanya, memulai 90 dan untuk berjabat tangan 10, serta mendahulukan salam kemudian berjabat tangan.

Nabi SAW bersabda :

Artinya : “ucapan salam adalah penghormatan agama kita dan kesentausaan tanggungan kita.

Allah ta’ala berfirman : “dan apabila kamu diberi suatu penghormatan,maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik daripadanya atau bala lah sesamanya”.

Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Turmudzi cari Imron dan Hashin berkata : “seorang lelaki Arab badui datang kepada nabi SAW maka ia mengucapkan “Assalamualaikum”dan nabi menjawab kepadanya, lalu ia duduk.

Maka nabi SAW bersabda : “sepuluh”. Kemudian datang lelaki lain mengucapkan : “Assalamualaikum warahmatullah”.

Maka beliau menjawab kepadanya lalu duduk, dan nabi SAW bersabda : “dua puluh”. Kemudian datang lagi seorang lelaki yang lain seraya mengucapkan “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”, Beliau pun menjawab kepadanya lalu duduk. Nabi bersabda “tiga piluh” maksudnya “tiga puluh” kebaikan.

Dalam riwayat Abu Daud dari riwayat Mu’adz bin Anas hadits ini terdapat tambahan ia berkata “kemudian datanglah yang lain seraya mengucapkan : “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh wamaghfiratuh” maka Beliau menjawab kepadanya seraya bersabda : “empat puluh kebaikan”, demikianlah adanya keutamaan.

Dan dalam kitab Ibnu sunniy dengan isnad yang lemah dari Anas ra. berkata : “Ada seorang lelaki lewat pada nabi SAW. iya sedang mengembalakan binatang sahabatnya seraya mengucapkan “Assalamualaika yaa rasulallah”maka nabi SAW menjawab salam kepadanya :

وعليك السلام ورحمه الله وبركاته ومغفرته ورضوانه

Maka dikatakan : “Wahai Rasulullah,engkau mengucapkan salam ini dimana engkau tidak pernah mengucapkan salam seperti itu kepada salah seorang sahabat engkau”.

Beliau bersabda : “Tiada sesuatu yang menghalangiku dari salam yang demikian itu, iya dapat mengimbangi dengan pahala tujuh belas orang.

Demikian sebagaimana disebutkan dalam Al Adzkar imam Nawawi dan Al Ghoniyah oleh Syekh Abdul Qodir Al Jaelani ra.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker